Untukmu sahabat, ku lampirkan sepucuk surat ini untuk kamu baca di kemudian hari. Masih bersamanya atau tidak kamu sekarang. Aku harap semuanya baik baik saja.

Sungguh ironisnya aku tak pernah tahu atau bahkan mendengar gelombang cinta yang bergejolak di hatimu waktu itu. Dan ternyata dia juga memiliki rasa yang sama denganmu. Syukur lah.

Tidak perlu takut, cemas ataupun khawatir dengan hatiku. Saat pertama aku mendengar kabar tentangmu dengannya aku sudah bertekat untuk lupa tentangnya termasuk semangat yang telah dia tularkan kepadaku kala itu. Tenang aku cukup tau diri untuk semuanya.

Sahabat, taukah kamu persahabatan yang kita jauh lebih berharga dari urusan hati ini. Aku jelaskan bahwa aku tidak ingin mendengar cerita tentang kekecewaanmu kepadaku karenanya.

Mungkin cukup sampai disini, aku sudah lega dengan hanya kamu mengetahui kebenarannya saja.

Advertisement

Semoga kamu tidak kecewa.