Merasakan sebuah kerinduan itu sungguh luar biasa. Kau bisa mengambil sisi baiknya. Bahwa sayang tak harus bersama kini, tapi sayang sebenarnya adalah bersama selamanya saat waktunya telah tepat.

Jadi apa itu sebenarnya "rindu"?

Untuk siapa sebaiknya tertuju?

Sekalipun di antara semarak, relung hati ini tetap meratap.

Sesaat kepingan-kepingan kenangan berkelebat bagai desingan peluru di medan perang. Puzle yang dulu pernah tersusun rapi, kini tumpuannya hilang entah kemana..

Advertisement

Terkadang masih berkecamuk dalam ingatan, satu kata "Kita"…

Dulu sempat menjadi kata yang berarti. Dimana saat kau dan aku masih satu walau belum bersama. Jauh dalam relung hati, entah di kubikel mana, kau mungkin masih berada di dalamnya.

Sungguh aku belum mampu untuk menghapusmu. Karena bagaimanapun bukan hanya seminggu kita pernah berbagi cerita. Lebih dari 360 hari…

Maaf untuk segala yang menyakitkan hati.

Maaf untuk ucapan yang mungkin pernah menyayatmu.

Karena sungguh, hingga kini kau masih menjadi yang terbaik di hati ini. Walaupun mungkin detik ini tak ada sedikitpun aku ada di dalam hati dan pikiranmu, aku sudah cukup bahagia sempat memiliki.

Untuk seseorang yang pernah membuatku berani bermimpi,

Untuk seseorang yang pernah membuatku lebih berarti,

Untuk seseorang yang pernag membuatku mengerti apa itu saling menyayangi,

Dari aku, seseorang yang pernah tak mampu mengepakkan sayap ketika kau beranjak.

Tuhan, jika rindu itu tabu, maka aku adalah pendosa itu…

Setidaknya biarkan aku masih miliki rindu ini, untuknya yang mungkin sudah termiliki.

*ips