Di seberang sana, entah berbeda desa, kota ataupun pulau, ku yakin kau di sana sedang berusaha memperbaiki kehidupan di masa depanmu agar lebih baik dari sekarang. Bekerja dengan lelehan keringat yang tak pernah surut, agar kelak istri dan anak-anakmu tak hidup dalam lingkaran keterpurukan sebuah kemiskinan.

Kau berusaha agar dirimu layak menjadi imam yang sholih, imam yang bisa mengantarkan keluarga kecilnya menuju surga-Nya, imam yang bisa dijadikan panutan untuk anak cucumu kelak, imam yang bisa terus mengayomi setiap jiwa yang berada di bawah tanggungannya.

Ketahuilah, di sini aku juga berusaha memperbaiki diri serta memantaskan diri agar bisa bersanding denganmu. Imamku yang sholih, Insya Allah. Tenangkanlah diri dan jiwamu dalam usaha ini, usaha yang akan menuai hasilnya saat Allah sudah menetapkan takdirNya agar kita bertemu dan bersatu dalam suatu ikatan yang bernama pernikahan.