Melewati 2 dekade usia dan masih dalam kesendirian terlihat begitu miris. Disaat orang lain mulai menyusun rencana pernikahan, kita masih sibuk mengurusi tetek bengek perihal kehidupan, sendirian.

Sendirian bukan berarti kesepian, meski sepersekian detik rasa sepi tak dipungkiri selalu ada namun orang yang terbiasa sendirian akan lebih mandiri, soal hati kita lebih memilih menanti. Tentu menanti yang cocok dan mengerti, yang mau sampai tua mencintai.

Maka, beranjak melewati 2 dekade usia tak jarang teman-teman saling lirik, tetangga saling bisik tentang jalan sendiri yang kita pilih, apalagi perempuan.

Perempuan cenderung dinilai harus lebih dini menikah, entah kenapa. Maka pada lanjutan 2 dekade kita masih sendiri maka hanya akan ada dua penilaian dari orang lain yang pasti kita sendiri -pun sadari.

1. Mandiri

Advertisement

" Golongan ini dinilai orang terlalu mementingkan kehidupan berupa karir, pendidikan dan lainnya "

2. Pemilih

" You know lah yaaa…. orang-orang bakal bergosip yang seperti apa "

Tapi apapun yang dikatakan orang lain tentang kita yang saat ini lebih memilih sendiri, kesemuanya tidak lebih penting dari proses berharga yang kita lewati. Sendiri.

Kita yang saat ini sendiri -pun juga punya mimpi, menjalin kisah cinta yang apik bersama orang yang kita idamkan, tapi bagaimana jika orang yang kita idamkan bahkan tunggu selama ini belum juga datang ? Tenang, soal cinta kita masih punya sang maha cinta. Hal wajar jika kau sedikit mengkhawatirkan perihal hati dan masa depan namun semua itu hanya soal waktu. tentang omong-omong orang terhadap kita, mungkin kau harus menutup telingamu namun tak berarti tidak mendengarnya, kau harus berusaha menutup matamu namun tak berarti tidak dapat melihat. Dengar dan lihat apa yang mampu memotivasi hidup, acuhkan apa yang membuatmu jatuh dan berhenti berjalan. ini tentang proses yang tak setiap orang mengerti. ini tentang diri dan jatuh cinta yang tak semudah melukai.