Ketika jatuh cinta menjadi sebuah hal wajar yang tak layak dielu-elukan lagi, sebagian perempuan memilih untuk diam dan mencintai seseorang dengan tenang, dengan menatap punggung orang yang dicintainya dari kejauhan telah cukup baginya menjadikan senang.

Senang bukan main ketika seseorang yang diam-diam dicintainya tiba-tiba menyunggingkan senyum, walaupun tahu senyuman itu bukan untuknya, mencintai secara diam-diam menciptakan debar yang berbeda, yakni debar yang tak akan pernah dirasakan oleh orang yang tak pernah mencintai secara diam-diam, baginya cinta adalah rahasia, cinta adalah perasaan yang harus dijaga dengan tetap terlihat anggun menjalankannya.

Aku biasa memanggilnya punggung, seseorang yang kucintai secara diam-diam.

Punggung, tahukah kau cinta diam-diam itu bak matematika yang jika menjumlahkan angkanya tak akan pernah sempurna tanpa tanda sama dengan ? –Ya dan KITA adalah sama dengan dari penjumlahan aku dan kamu yang selalu jadi semoga.

Semoga, karena cinta diam-diam itu penuh dengan semoga.

Advertisement

“ Tuhan, semoga dia tahu perasaanku dan menyamadengankan perasaan itu “

Maka, seseorang yang memilih mencintai diam-diam ia juga menyadari konsekuensi yang harus dijalani, konsekuensi patah hati misalnya. –Iya bagi siapa pun yang berani mencintai seseorang berarti harus berani merasakan patah hatinya tidak terkecuali mencintai secara diam-diam. Seseorang yang memilih jalan mencintai secara diam-diam salah satunya adalah karena masih belum yakin ia Terjodohkan Tuhan, bukankah Tuhan selalu memberikan jalan untuk sebuah kepastian

Oh lala… Tuhan punya jalan untuk menjelaskan cinta diam-diam menjadi cinta yang nyata. Tanpa kita duga.

Punggung, sebatas ini. Aku hanya mampu mencintaimu diam-diam. Menatap punggungmu dari kejauhan, Mendo’akanmu menjadi sebuah kebiasaan, dan di imamimu selalu kuaminkan.

Untukmu punggung, yang tak pernah mengerti kucintai, biarkan aku merajuk pada Tuhan, semoga denganmu aku tertakdirkan. Aamiin…