Hai kamu, iya kamu. Yang memutuskan untuk pergi setelah memberikan mimpi; yang kini hanya sebuah harapan kosong.

Terima kasih untuk semua janji yang kau ucapkan; untuk semua angan yang pernah kau berikan; untuk semua mimpi yang berakhir menjadi debu dan untuk semua luka yang pastinya membekas.

Kamu pernah menjadi satu bagian penting dalam hidupku; yang mungkin hingga nanti aku menua masih menjadi memori terindah sekaligus terburukku. Kamu yang mengajarkanku cara mencintai dan terluka oleh cinta, terima kasih!

Bekas genggaman tanganmu yang masih sangat terasa hingga kini dan aroma tubuhmu yang masih k u ingat sejak terakhir kali kamu memelukku, serta kata cinta yang keluar dari mulutmu, hingga kini masih terekam jelas di otak bodohku. Terima kasih!

Dengan kepergianmu, aku belajar cara melepaskan

Mencintai tanpa memiliki

Meyakinkan diriku bahwa "Life must go on even without you in it."

Terima kasih.

Advertisement

Mungkin untuk sekarang, aku hanya bisa melepaskanmu tetapi belum bisa merelakanmu. Berikanlah aku waktu karena semua membutuhkan proses. Sama ketika untuk mencapai kata, "Aku mencintaimu," membutuhkan proses yang sangat panjang. Maka kini di saat kau ingin aku melupakan, merelakanmu bahkan menghilangkan jejak-jejak cintaku, aku tidak tahu sebanyak apa waktu yang dibutuhkan. Selama ini yang terpikirkan olehku hanya menggenggam tanganmu seerat mungkin, tanpa sadar bahwa kamu sudah lama tidak membalas genggamanku.

Semoga dengan kepergianmu, kamu akan menemukan kebahagiaan yang selama ini kamu cari. Yang perlu kamu ketahui, meskipun kamu sudah bukan menjadi milikku, aku akan tetap mendukung setiap langkahmu. Langkah menuju kebahagianmu. Semoga nanti yang menjadi penggantiku, bisa membahagiakanmu sebesar usahaku dulu.

Jadi, bisakah kamu mengabulkan satu permohonanku? Doakan aku untuk menemui kebahagiaanku juga. Karena dari dulu hingga kini, pintaku pada Tuhan hanya satu, yaitu menemui kebahagiaanku. Jika memang kamu bukanlah bagian dari kebahagiaanku, aku akan menerima dengan lapang dada. Karena mungkin ini adalah cara Tuhan menunjukan padaku bahwa usahaku masih sangat kurang.

Maka kini, tugasku setelah melepasmu adalah bertahan dari rasa yang menyesakkan dada; berdiri tegak menyambut hari-hari tanpamu,; memoles diriku kembali menjadi lebih baik dan mulai menerima bahwa kamu memang ditakdirkan bukan untukku.

Terima kasih

Untuk semua memori;

Untuk semua mimpi;

Untuk semua angan;

Untuk semua rencana.

Semoga kamu bahagia