Aku tak tahu semua berawal dari mana, yang aku ingat rasa itu tumbuh karena komunikasi yang intens antara kita. Aku tahu tak ada manusia di muka bumi ini ingin bertemu dengan orang yang tidak tepat.

Mungkin luka ini masih terasa perih jika diingat terus, tapi aku tak ingin menelan pil pahit terlalu lama. Aku ingin bahagia, hidup dengan caraku tanpa bayang-bayang dia. Ada rasa sesal kenapa tidak pernah terpikir untuk pergi dari dulu.

kamu tak akan pernah hidup di masa depan, jika masih menyimpan luka di masa lalu

Aku hanya ingin jauh darinya, secepatnya. Aku tahu rasa ini tidak ada pembenarannya. Rasa cinta dan cemburu pernah menyelimuti seluruh ruang hati, sehingga rasa itulah yang membawaku mengambil keputusan yang salah, menggunakan rasa benciku sebagai alasan untuk balas menyakiti. Butuh waktu menenangkan hati, menerima apa yang sudah terjadi.

Sudah terlalu banyak air mata yang jatuh, aku tak ingin mengingat atau mengenangnya lagi. Aku tak ingin terpuruk terlalu lama. Aku ingin bangkit dan menemukan bahagiaku. Aku tak ingin sakit ini menggerogoti hatiku terlalu lama. Aku pasti bisa melupakannya.

Advertisement

Tak akan ada yang bisa menggantikan apa yang sudah terjadi, tapi satu yang pasti akan ada pelangi setelah hujan, masa depan masih panjang. Tidak hanya untuk meratapi kecewa ini. Aku harus bangun, untuk mengakhiri cerita dari negeri dogeng. Aku ingin bertemu dengan dia yang siap menua selamanya, bukan dengan dia yang menyayat hati, bahkan luka fisik.

Apa yang pernah kau torehkan pada orang lain pasti akan terjadi juga padamu, mungkin tidak sekarang tapi yakin suatu saat nanti rasa ini akan berbalik. Tuhan ikhlaskan hatiku, menerima jalan cerita ini menjadi pelajaran hidup paling berharga dalam hidupku. Maafkan aku terlalu lama membiarkan diriku menahan sakit ini. Membiarkan dia dengan bebas menyakiti. Tuhan damaikan hatiku, agar rasa dendam tidak menjadi penyakit hati untukku. Peluk aku Tuhan.

Aku percaya walau hujan badai sekali pun, setelah ini pasti akan ada pelangi