Kadang dalam hidup ada saat dimana kita hampir menyerah, kadang kita terlalu lelah untuk terus berjalan, terlalu letih untuk tetap bertahan. Saat-saat ide untuk bab 3 skripsi sudah mentok, saat materi-materi di kelas sudah tak muat ditampung otak atau saat deadline-deadline pekerjaan sudah di depan mata. Di saat-saat seperti itu kadang ada satu hal yang sangat ingin kita lakukan, yup!, menyerah.

Tapi apa menyerah akan membuat kita bebas? Apakah menyerah akan membuat kita lebih baik? Tidak.

Coba bayangkan, dibanding mereka yang masih kesulitan untuk merangkai kata-kata demi mengurangi coretan dari dosen pembimbing, skripsimu sudah dua langkah lebih di depan. Dibanding mereka yang masih belum acc judul, skripsimu sudah melesat jauh. Belum lagi senym bahagia kedua orangtua, teman, dan mereka yang akan kamu cintai saat melihat kamu menyelesaikan segala tetek-bengek skripsi dan siap wisuda. Yakin mau nyerah?

Atau bayangkan, mereka yang siang malam hanya belajar sendiri dari buku-buku seadanya karena untuk alasan apapun tidak dapat mengenyam pendidikan. Kamu jauh lebih beruntung. Mungkin cita-citamu bukan duduk di kelas dan mengerjakan tugas-tugas tak masuk akal, mungkin mimpimu memang membangun bisnis, mengumpulkan pundi-pundi rupiah, bukan sekolah/kuliah. Tapi bayangkan seperti ini, tidak ada ilmu yang tidak berguna, apapun itu, terlebih yang kamu dapatkan dengan susah payah, akan ada saat dimana ilmu itu akan memberimu jalan yang lebih terang.

Dan jika kamu adalah satu daru mereka yang tengah dikejar deadline yang membuatmu hampir menyerah dan membenci pekerjaanmu. Coba ingat-ingat lagi, untuk apa kamu menerima pekerjaan itu? Passion? Salary? Good Experience? Yakin masih mau nyerah?

Advertisement

Bayangkan mereka yang masih sibuk kesana kemari bergelut dengan panas dan hujan untuk mencari pekerjaan, yang tentu saja tidak mudah. Bayangkan mereka yang dengan berat hati harus keluar dari pekerjaan yang mereka sukai. Bukankah kamu sudah berada di tempat yang jauh lebih baik?

Pada dasarnya tidak apa jika kamu mulai merasa lelah, karena itu lah yang membuatmu "manusia". Tapi jika hanya karena sedikit suntuk membuatmu menyerah, kamu harus merefleksi ulang dirimu. Ingat-ingat lagi, sudah seberapa jauh kamu melangkah, sudah seberapa lebih baik kamu hari ini dibanding saat hal-hal yang sekarang tengah kamu hadapi masih berupa mimpi.