Gereja Ayam terletak di kawasan Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, dan berjarak sekitar 2km dari Candi Borobudur. Seperti namanya, bangunan gereja ini berbentuk ayam. Bangunan ini dibuat sedemikian rupa hingga sangat menyerupai ayam. Bagian atas bangunan terdapat mahkota seperti yang dimiliki ayam jago, ada juga paruh ayam di bawah setelah mahkota, disamping kiri kanan bangunan juga terdapat ukiran berbentuk sayap, dan di belakang bangunan terdapat ekor seperti yang dimiliki ayam pada umumnya.

Mengapa dinamakan gereja ayam yang sekarang dijadikan tempat wisata?

Bangunan yang dibangun sekitar tahun 1981 ini dulunya dibangun dengan tujuan dijadikan gereja oleh pemiliknya. Namun, setelah lima tahun ditempati dan digunakan sebagai gereja, tempat ini ditinggalkan pemiliknya atau tidak beroperasi lagi sebagai gereja.

Setelah lama ditinggalkan bangunan ini menjadi kosong dan tidak terawat. Seiring berjalannya waktu, warga sekitar awalnya sering mengunjungi tempat tersebut untuk sekedar menikmati suasana disekitar gereja. Tidak di pungkiri pemandangan di sekitar gereja memang masih asri, karena sekitar gereja ditanami pohon, dan dari kejauhan terlihat bukit-bukit dan bahkan gunung merapi juga terlihat dari sekitaran gereja tersebut.

Akhirnya dengan banyaknya pengunjung yang sering mendatangi gereja tersebut, pemilik gereja menjadikan gedung tersebut menjadi tempat wisata. Selain bangunannya yang unik, pepohonan dan bukit yang terlihat indah di sekitar bangunan, warga atau wisatawan yang datang juga dapat menikmati indah kota Magelang dari atas gedung tersebut, atau tepatnya di paruh gereja ayam itu. Ketika cuaca cerah dan sedang tidak berkabut, bisa terlihatjelas candi borobudur dari atas gedung.

Jalanan menuju ke gereja ayam memang masih dirasa agak sulit jika di lalui dengan kendaraan motor atau mobil, karena setelah melewati rumah-rumah warga, wisatawan akan menemukan jalan setapak yang sedikit terjal. Setelah sekitar 200 meter melewati jalan setapak yang dikelilingi pepohonan, wisatawan akan dapat melihat gedung gereja ayam dari jarak sekitar 50 meter.

Advertisement

Bangunan yang sekarang sedang di renovasi oleh pemiliknya tetap dibuka untuk wisatawan, dan biaya untuk masuk kedalam gedung adalah Rp 2500,00. Karena pengunjung dirasa sulit untuk menuju gereja ayam dengan kendaraan pribadi, wisatawan bisa memarkir di tempat warga yang sudah disediakan.

Gereja ayam memiliki dua lantai utama, lantai pertama dulunya berfungsi sebagai gedung pertemuan, lantai yang kedua terletak di bawah tanah, di lantai bawah tanah ini terdapat ruangan-ruangan seperti kamar yang dulunya digunakan untuk tempat tinggal pemilik.

Untuk menuju ke atas atap, atau menuju ke paruh gereja ayam, wisatawan akan melewati anak-anak tangga. Karena bangunan ini masih dalam tahap renovasi, wisatawan harus benar-benar hati-hati ketika melewati anak-anak tangga tersebut. Ketika sampai di paruh gedung gereja ayam, seperti yang dikatakan di awal, wisatawan bisa melihat pemandangan kota magelang dari ketinggian.

Biasanya gereja ayam ini banyak dikunjungi wisatawan ketika akhir pekan, apalagi Pada saat matahari terbit ataupun tenggelam. Memang akses menuju gereja ayam masih dirasa agak sulit, karena belum adanya papan arah menuju gereja ayam. Namun jangan khawatir, kamu bisa menanyakan letak gereja ayam ini pada warga sekitar. Jika kamu tertarik untuk menikmati wisata yang berbeda, kamu bisa langsung mengunjungi gereja ayam