Hey, kamu…

Kamu yang entah di mana, aku masih fasih mengingat wajahmu di saat mataku terpejam. Entah di saat aku terjaga di tengah malam. Entah di saat aku berdoa padaNya. Entah di saat aku berada di tengah keramaian. Masih dapat kubayangkan seperti apa sosokmu, seperti apa wajahmu, bahkan suaramu pun masih terdengar jelas di telingaku.

Semoga ini cuma sekedar perasaanku semata. Semoga ini tak akan pernah mengusik hari-harimu saat ini.

Berkali-kali kucoba menghapus wajahmu dengan wajah yang lain. Entah mengapa aku masih saja mampu menghapal semua kebiasaanmu. Aku masih mampu mengingat setiap desah napasmu, masih mampu merasakan hangatnya pelukanmu, dan masih tercium jelas aromamu hingga hari ini.

Walau kini aku tak lagi bersamamu, walau kini semua cerita telah berakhir, namamu dan seluruh cerita tentang kita tak akan mampu untuk kubuang seperti cerita yang lainnya. Meski telah kusingkirkan semua hal yang mengingatkanku kepadamu, ternyata tanpa kusadari, ada bagian yang hilang dari diriku. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir. Entah sampai kapan hati ini berganti pemilik. Satu yang pasti, bahagiamu akan menjadi bahagiaku pula.

Advertisement

Masih terselip namamu dalam setiap curahan hatiku pada Sang Pencipta. Masih kuminta malaikat menjagamu di manapun kamu berada.