Hi..lelaki kebangganku,

tau kah kamu bahwa selama ini aku begitu membanggakanmu, menceritakan betapa istimewanya aku kamu perlakukan, aku sangat mencintaimu, aku begitu bahagia bersama mu dan sedikit pun tak ada keburukan dirimu dimataku.

aku begitu yakin dan percaya padamu, waktu memaksa kita untuk mengalami cinta berjarak. kau dan aku dibatasi oleh lautan luas. meski begitu aku tetap mencintai mu sepenuh hati.

bermodalkan ketulusan dan kepercayaan, aku berfikir bahwa kau tetap mencintai aku seperti yang kurasakan dahulu ketika kita bersama menghabiskan waktu dan hari-hari yang ada.

Hari dan waktu berlalu begitu cepat dan tidak terasa hampir setahun tidak bertemu denganmu. aku memahami akan kesibukanmu sehingga aku tidak menuntutmu untuk menemui aku dengan segera. meski begitu bukan berarti aku tidak mengharapkan waktu mu untuk melepas rindu. seharusnya kita memanfaatkan banyaknya media sosial yang dapat membantu kita dalam melampiaskan kerinduan, tapi itu seharusnya ! kenyataannya tak sekalipun aku mendapatkan keistimewaan itu lagi dengan alasan yang begitu halus "bahwa engkau sangat sibuk dan profesimu mengharuskan engkau selalu mengutamakan pekerjaan". aku marah, kesal, tidak menerima dan tak jarang aku ngambek. aku mulai menuntut mu dengan memberikan aku perhatian walau hanya sedikit.

Advertisement

BUKAN AKU YANG KAMU PERHATIKAN, TAPI TERNYATA PERHATIANMU TERTUJU PADA PEREMPUAN BARUMU.

tidak tau seperti apa perasaan hatiku saat ini, aku sungguh merasa sangat kacau dan tidak memiliki hidup. seakan bernafas pun tidak bisa lega ketika kejujuran dan kenyataan terjawab. 6 bulan lama nya ternyata engkau sudah bersama wanita lain, perhatianmu tertuju dan habis untuknya.

itukah alasanmu tidak memberi kabar dan perhatian lagi padaku?

itukah kesibukan yang mengharuskan mu untuk tak sedikitpun menyisihkan waktu untukku?

Jarak untuk tidak bertemu dengan mu hanya 10 bulan, dan kenyataan 6 bulan engkau sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain! secepat itu kah? sikap dan perkataanmu yang kuyakini membuatku benar-benar tidak percaya engkau mampu melakukan itu. aku, perempuanmu yang sabar menantimu disini tak pernah sedikitpun melirik dan mencari perhatian lelaki lain bahkan terfikir pun tidak pernah. kenyataan ini sangat sulit untuk kuterima.

DAN HATIKU TAK CUKUP HANYA HANCUR KARENA KENYATAAN ITU, PERKATAANMU LEBIH MEMBUNUHKU.

selama engkau tinggalkan aku menantimu dengan baik, tak cukup dengan sifatmu yang dingin kepadaku, kenyataan yang menghancurkan hatiku ditambah dengan perkataanmu yang membunuh hidupku.

Aku sangat mencintaimu, Bukan mencintai uangmu.

Rasakan hatiku, lihat sikapku betapa aku sangat membutuhkan mu bahkan aku sangat hina karena mengemis cintamu, melakukan berbagai hal bodoh untuk mendapatkan cintamu kembali. tapi apa yang kudapatkan darimu? engkau berkata aku berbohong? aku hanya mencintai uangmu! seluruh tubuh ini beku bahkan dingin melebihi salju ketika tau engkau mengatakan itu. kita sama-sama melewati hari dan engkau mengenalku, mengenal bagaimana diriku.

selama engkau bersamaku, memang begitu banyak bantuan mu terhadapku. dan engkau begitu bayak melakukan kebaikan. uang itu ternyata engkau anggap sebagai incaranku. aku tak pernah menginginkan uangmu, aku salah mengira perjuanganmu selama ini. engkau berkata bahwa engkau suami yang akan bersama ku dalam berbagai hal. lalu kenapa saat ini kau mengatakan bahwa aku hanya menginginkan uangmu? sungguh..perkataan ini sangat melukai hatiku.

aku sangat mencintaimu….. tolong mengerti perasaanku dengan tidak menuduhku begitu.

Saat ini hatiku benar-benar rapuh, aku ingin melepasmu demi keinginanmu. walau aku harus berbohong dengan diriku sendiri, berpura-pura tegar.

Aku begitu mencintai dirimu lelaki kebanggaanku… berbahagialah karna itu pantas untukmu.