1. Anda mengerti bahwa pengalaman dari dalam hidup itu tak bisa diukur dengan uang.

Seberapa banyaknya uang yang Anda miliki, pengalaman yang didapatkan saat solo traveling itu berbeda-beda setiap orang dan sangat tidak terduga. Anda tak bisa memintanya dengan uang. Pengalaman-pengalaman yang akan anda rasakan dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk cuaca. Bisa saja kan, anda sudah bayar mahal untuk skydiving, namun mendadak terjadi badai?

2. Anda belajar begitu banyak hal dalam waktu instan, seperti bagaimana menuntun diri anda sendiri.

Tadinya mungkin anda paling malas belajar, sekarang anda sangat cepat dalam belajar. Disaat traveling dan tersesat tak menemukan jalan kembali ke penginapan, anda akan melakukan segala cara untuk mencari tahu, dimulai dari googling hingga tanya-tanya orang setempat.

3. Anda yang tadinya pendiam, menjadi punya banyak teman dan tumpangan dari berbagai negara.

Advertisement

Meskipun rasa malu tersebut masih ada, tetapi orang-orang sekitarlah yang perlahan membantu diri anda untuk berubah. Memiliki teman dari berbagai negara juga seru, lho. Lumayankan, anda juga bisa menghemat ongkos penginapan sekaligus tahu hal-hal yang berbau lokal?

4. Anda belajar bagaimana cara kreatif untuk mengabadikan perjalanan anda sendiri.

Ada kalanya tak ada seorang pun yang bisa membantu anda untuk mengabadikan diri anda beserta dengan objek wisata ataupun momen traveling. Oleh karena itulah, anda bisa belajar teknik selfie yang baik, ataupun tempat-tempat untuk meletakkan kamera atau handphone untuk memasang timer.

5. Anda akan benar-benar mencintai diri anda sendiri setelah segala perjuangan yang anda lakukan selama travlling.

Diri anda sendirilah yang akan benar-benar merasakan bagaimana anda merasa, berpikir dan bertindak. Anda menyadari ada sifat yang harus diperbaiki, ada sifat baik sekaligus kemampuan yang bertambah dalam diri anda, dan lain sebagainya. Akhirnya, anda mampu mencintai diri sendiri apa adanya.

Jadi, mulai kapan anda akan solo traveling, nih?