Dua tahun yang lalu kita dipertemukan sebagai teman, kemana kita melangkah selalu ada sebuah senyuman, namun dengan kehadirannya kamu mulai menghilang setahun lamanya.

Kemarin aku menemukanmu disebuah sosial media, yang berlanjut sebuah sapaan yang hangat. Kembali lagi kita bernostalgia dengan candaan ala pertemanan seperti dua tahun silam.

Mungkin Tuhan punya rencana yang sangat indah hingga aku dan kamu menjadi kita. Namun Tuhan tahu mana yang akan terbaik untuk aku dan kamu kelak.

Sebuah kesempurnaan itu hanya milik Tuhan semata. Benar, mencintai ketidaksempurnaanmu sama dengan mensyukuri nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadaku.

Kedewasaanmu mampu menuntunku ke masa yang akan indah di kehidupan kelak. Ketegasanmu mampu membuat aku yakin akan pilihan Tuhan untukku. Kesabaranmu menghadapi aku dikala aku keluar dari jalur mampu membuat aku merasakan nyaman bila selalu bersamamu.

Advertisement

Komitmen yang kita sepakati memulai hidup dari awal, mengenal satu sama lain lebih dalam, dan berjanji untuk saling berubah untuk menjadi yang lebih baik.

Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang sangat indah ini. Akan aku jaga sebaik mungkin. Janjimu sungguh indah. 😀

"Bukankah jodoh itu sederhana. "