Kamu, pernah nggak merasa iri ketika teman sosial mediamu posting kebahagiannya? Saat dia jalan-jalan, punya mobil baru dll. Halah, cuma jalan-jalan ke taman kota aja pamer. Nggak semua keseharian kita harus di posting kan? Memang tidak semua mengandung unsur pamer, tapi sebaiknya kita mencegah itu. Dan dari dari hati kita sendiri bisa menyebabkan rasa iri atau hasad.

Karena hasad pada hakikatnya tidak menyukai apa yang Allah takdirkan. Merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain pada hakikatnya adalah tidak suka dengan apa yang telah Allah takdirkan dan menentang takdir Allah. Allah ta ala berfirman dalam Al Qur an, Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. an Nisa : 32) Hasad juga menyebabkan sikap meremehkan nikmat yang ada. Maksudnya orang yang hasad berpandangan bahwa dirinya tidak diberi nikmat.

Orang yang dia dengkilah yang mendapatkan nikmat yang lebih besar daripada nikmat yang Allah berikan kepadanya. Pada saat demikian orang tersebut akan meremehkan nikmat yang ada pada dirinya sehingga dia tidak mau mensyukuri nikmat tersebut.

Tentunya kita nggak mau ya, menjadi umat yang kufur nikmat. Coba kita hitung, ada berapa banyak nikmat Allah yang sudah kita terima? Berapa banyak kemudahan dan bonus yang sudah Allah berikan kepada kita?  Tapi kan rasa iri itu manusiawi, wajarlah! Apakah wajar.


Jika saat iri menguasai hati, membuat kita seolah menjadi orang yang sangat teraniaya karena kebahagiaan orang lain. Kita akan mudah mencari kesalahan dan kelemahan orang lain.


Advertisement

Berhentilah membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Lihatlah segalanya dari sudut pandang yang berbeda. Belajarlah mensyukuri segala apa yang kita punya. Ubahlah rasa iri menjadi energi positif. Sebagai semangat memunguti kembali cita-cita yang sempat tercecer.  Lakukan evaluasi untuk cara kerja, bisnis, dan usaha kita. Bekerjalah dengan keras agar apa yang kita inginkan akan terwujud. Misalnya di tahun ini rasa iri kita karena melihat mereka yang posting piknik, maka lakukanlah lompatan besar untuk melampauinya.

Buatlah target jika di tahun mendatang, kita bisa piknik dengan keluarga. Percayalah! Sesungguhnya iri hati hanya akan menguras energi, menutup rasa kasih, dan menjerumuskan diri pada jurang kehancuran.