“Sayang, aku kangen banget.. Kapan kita ketemu?”

Kalimat yang ia kirimkan ke aku itu selalu membuat aku resah di perantauan. Entah kenapa aku menyanggupi untuk LDR. Iyap, hubungan jarak jauh. Jarang banget orang yang melanjutkan sebuah hubungan ketika terpisah jauh. Aku salah satu orang bodoh yang mempertaruhkan cintaku selama ini.

LDR enaknya apa sih, teman-teman? Ketemu jarang, khawatir, curiga, kangen, ya begitulah LDR. Susahnya LDR masih tak seberapa dibanding susahnya aku memperjuangkannya,( wihhhh..). Baru 2 bulan kita bener-bener resmi pacaran, bulan selanjutnya kita terpisah jauh. LDR itu susah kalau pengen ketemu.

Bahkan, kalau sudah disempetin ketemu belum tentu bakal sesuai rencana. Seperti yang penulis alami, sudah meluangkan waktu dan bolos kuliah, eh si dia lagi sibuk-sibuknya. Sempat resah, meskipun ketemu tapi ga seperti rencana awal. Bersyukur iya, kecewa juga. Yah begitulah LDR, susah buat dijalani.

Teman seperjuanganku LDR pun juga mengalami hal yang sama, bahkan lebih ngenes. Kadang ada pasangan yang dua-duanya posesif, ada yang sok sibuk, dan mungkin ada juga yang terlalu santai. Pastilah kesalahpahaman, kecurigaan selalu dialami kaum LDR.

Advertisement

Tapi aku yakin musuhku saat ini bukan hanya jarak dan waktu. Aku menduga kesempatan selalu ikut menghasut keduanya. Karena apa yang kualami sebelumnya, membuktikan kalau kita masih bisa melawan jarak dan waktu, tapi kalau kesempatan sudah ga berpihak, kita bisa apa? Semoga saja kamu sempat membaca tulisanku ini agar LDR ini bisa semakin mudah dihadapi, dan untuk teman-teman semoga bisa membantu kalian yang merasa gelisah saat LDR. Ada beberapa poin yang harus kita ketahui, antara lain:

Percaya.

Yoi, kita dari awal harus udah saling percaya dulu. Karena, LDR kalau saling curiga dan menduga terus-terusan efeknya bakal ga baik lho. Mungkin pihak cewek yang harus benar-benar percaya kepada cowoknya. Namun, pihak cowok ga boleh lupa dan seenaknya balas kepercayaan ceweknya. Biasanya sih memang mulai dari cowok yang buat kegaduhan. Jelas banget, karena ga dipantau langsung oleh pawangnya, pihak cowok semakin liar dalam menjelajah hal baru. Cewek juga bisa lho memulai apalagi kalau ada cowok yang mendekatinya. Tapi biasanya cewek kalau sudah cinta jarang kayak begitu.

Kasih Kabar.

Percaya memang yang utama. Tapi, ada beberapa hal yang bisa buat kepercayaan kita terusik. Salah satunya tanpa kabar. Laporan lah istilah resminya, hehe. Kita harus kasih tau apa saja yang kita lakukan, dengan siapa, dan di mana. Iyaap, kalau kita selalu menghilang tanpa kabar pasti pasangan kita bisa-bisa curiga. Curiga itu hal yang wajar kok dalam LDR malahan sering banget. Nah, maka dari itu kita sempatkanlah buat ngabarin misalnya,

“sayang, aku futsal nih bareng anak kost”

“say, aku ke kost temanku ya nunggu kuliah siang”

“beb, ini aku selingkuh dulu yak, mau main ke kostnya”

Pokoknya harus ada kabarlah, daripada dicecar pertanyaan seperti tersangka gitu mending kita laporan dulu. Hehe.

Ketemuan.

Nah, ini adalah hal yang paling diinginkan kaum penikmat LDR. Ketemuan sama si dia itu rasanya hal yang paling indah dehh hehe. Nafsu eh rindu kita bisa tersalurkan dengan baik. Kita bisa pegangan tangan, nyubitin pipi, pelukan, cium atau seterusnya (tergantung tipe percintaan kita) wkwk. Ketemu juga merupakan hal terpenting dalam hubungan. Jangankan LDR, yang dekat saja kalau ga pernah ketemu rasanya kan kangen-kangen gitu. Hubungan jarak jauh sih boleh daripada hubungan yang berjarak.

"Karena, jarak yang menyiksa bukanlah jarak tempat (rumah), tapi jarak di hati." – shitlicious.com

Jadi, teteplah ada usaha buat quality time-an disela-sela kesibukan masing-masing.

Kejutan.

Dalam hubungan LDR, kejutan-kejutan bisa jadi hal yang penting banget unntuk melengketkan hubungan. Hal simple aja bisa bikin si dia senyum manja sampai nangis darah lho. Contohnya, kamu tiba-tiba ngabarin kalau kamu ada di kampusnya. Kamu sudah di kostnya bawa boneka dan bunga. Kamu ngirim barang yang lagi ia inginkan. Atau kamu diam-diam ngikutin dia, terus dari belakang tiba-tiba meluk sambil bilang, “sayang.. Sejauh apapun ku pergi, kamu itu alasan buat aku untuk ingat kata kembali”.

Tapi sebelumnya pastikan dia benar-benar si dia lhoo, hehe. Tapi jangan sampai kamu mengejutkan dia dengan gandeng orang lain. Kasihan dia yang sudah setia.

Liburan.

Ajak dia liburan. Buat kenangan yang indah. Karena kenangan-kenangan itu yang akan selalu buat kita ga pernah bisa lupa dirinya. Kesampingkan ego kita, buat ini jadi moment bersama.

Selfie! Buat dia senang, jangan jaim lah! ini kesempatan yang jarang banget. Cerita pas liburan itu juga masuk banget. Ceritakan semuanya, kalau bisa selipkan rayuanmu biar dia selalu senyum. Si cewek juga ga usah sungkan buat manja-manja. Para cowok juga nunggu kamu bersikap manja kok, hehe.

Bingung liburan ke mana? Takut ga cukup uangnya? Tenang aja, yang penting pergilah ke manapun pasti asik kalau berdua. Yang suka gaya, ke pantai. Yang cinta alam, naik gunung. Yang banyak uang, belanja. Sudahlah yang penting kalian hepi itu sudah bisa dibilang liburan kok.

Itu tadi beberapa poin yang penulis rasa penting dalam LDR. Karena saat kita jauh, bisa saja bukan kangen yang dia rasakan, mungkin malah bosan. Bosan merasakan kesendirian. Bosan dihasut teman kalau penantiannya sia-sia. Bosan melihat pasangan lain bermesraan. Bosan menunggu terlalu lama. Dan banyak faktor. Seenggaknya, poin-poin di atas tadi bisa meredam kebosanan pasangan kita dan tetap memperjuangkan bersama hubungan kita. (wihhh). Penulis ini juga kaum LDR lho, jadi ngerasain lah susahnya dan cara menanggapinya. Hehe.

Thanks. Semoga Bermanfaat 😀