Halo, kamu laki atau perempuan? Sedang sekolah, kuliah, atau kerja? Sudah punya pasangan atau masih mencari? Pertanyaan tadi pasti mudah dijawab. Tapi ada satu pertanyaan yang kadang membuat bingung dan ragu saat hendak menjawabnya. Yaitu, apakah kamu bahagia? Kalau jawabannya iya, akan timbul pertanyaan apakah benar-benar bahagia? Dan semisal jawabannya tidak, kenapa tidak bahagia?

Sebetulnya sebelum kita asal menjawab kita harus tahu dulu. Apa itu bahagia?

Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram. Itu definisi dari KBBI, masih banyak definisi lain tapi pada intinya seperti yang telah disebutkan itu.

Kenapa kita belum bahagia? Mungkin pada orang yang mudah menyimpulkan akan menjawab : karena tidak punya apa-apa, kehilangan, stress, dan lainnya. Tapi menurutku itu karena satu kata kerja yaitu, membandingkan.

Lalu bagaimana agar kita bisa bahagia?

Cara mudah untuk bahagia adalah bersyukur. Klise banget ya? Tapi hal seklise ini pun masih sedikit banget orang yang mengerti apalagi menjalani. Kadang menggelikan juga di saat semua orang berteriak, “Hidup ini gak adil!”. Disaat yang bersaaman orang lain menganggap hidup ini gak adil, bukannya ini sebuah keadilan? Semua orang Tuhan beri kekurangan.Yang mereka sebut ketidakadilan. Padahal itu merupakan bukti keadilan.

Masalahnya sekarang adalah, ada yang tidak setuju dengan kekurangan yang dimiliki, dan ada juga yang tidak setuju dengan kelebihan yang dimiliki. Sehingga orang menganggap hidup ini tidak adil. Siapa yang menganggap demikian? Orang yang lupa cara bersyukur. Orang yang tidak bisa bahagia dengan hidup mereka.

Advertisement

Jadi, pada dasarnya semua orang dapat bahagia, semua orang bisa merasa adil, asal tahu di mana dia harus membawa dirinya.

Misal, kamu anak dari juragan pupuk kandang, tapi kalau kamu berlagak atau mengikuti gaya hidup pangeran arab yang terlalu mewah. Kamu bakal merasa hidupmu lebih rendah, kamu merasa tidak berkecukupan, ada yang kamu tidak punya. Karena saat itu terjadi ada kecenderungan untuk membandingkan.

Intinya, ketika kita merasa tidak bahagia, itu bukan salah takdir. Tapi salah kita memilih lingkungan, memilih timing, dan salah kita dalam menyikapi. Kita tidak bersyukur. Kita tidak melihat ke bawah, bahwa banyak orang menginginkan hidup seringan yang kamu pikul.

Sudah gak perlu mengeluh. Itu tidak akan memperbaiki keadaan. Semakin mengeluh, hidup akan berasa semakin berat. Kenapa gak coba berprasangka baik saja? Percaya saja bahwa semua ini kehendak-Nya.

Positive thinkers have positive life. Negative thinkers have negative life as well.

Coba ingat Patrick waktu balap keong. Dia tidak punya keong, melainkan hanya batu. Tapi dia positive thinking aja, dan ga membandingkan dengan yang SpongeBob dan Squidward punya. Beda dengan SpongeBob yang merasa rendah dihadapan Squidward. Dan pada akhirnya SpongeBob harus melihat Garry kesayangannya tersiksa. Gak mau kan? Sesederhana itu untuk bahagia.