Akar.

akar adalah komponen terpenting selain daun dan batang pada tumbuhan. Mari kita umpamakan tumbuhan yang dimaksud disini adalah keluarga. Nah, dalam keluarga siapakah yang berperan sebagai “akar”? Ayah, Ibu, ataukah anak ? Kebanyakan orang menganggap bahwa Ayah seorang lah yang harusnya berperan sebagai akar di dalam keluarga. Tapi, Bagaimana dengan ibu ?, ibu yang melahirkan anak-anaknya. Apakah ibu tidak berperan sebagai akar dalam keluarga ?. Justru ibu dan ayah lah yang berperan sebagai akar di dalam keluarga.

Akar yang kuat akan membangun batang yang kuat pula, akan berdaun dengan warna yang segar dan berbuah dengan buah yang manis. Sama halnya dengan Ayah dan Ibu yang saling bekerjasama sebagai akar di dalam keluarga, akan menghasilkan keluarga yang harmonis.

Sebuah akar tidaklah kuat dengan sendirinya, dibutuhkan “pupuk” untuk membuatnya kokoh. Ada 2 macam pupuk yang harus ditabur agar akar dalam keluarga menjadi kokoh, yaitu :

Pupuk “kehormatan”, bagi orangtua dan calon orangtua haruslah selalu menjaga kehormatannya dimanapun dan kapanpun.

Advertisement

Pupuk “kejujuran”, bagi orangtua dan calon orangtua haruslah selalu berkata dan berperilaku jujur.

Mari kita ambil contoh nyata yang sering terjadi di kehidupan berkeluarga sekarang ini dari point ke dua. Seringkali orangtua secara tidak sadar mengajarkan anak-anaknya untuk berbohong. Contoh : saat telefon orangtua berdering, dan saat itu pula orangtua sedang tidak ingin mengangkat telfon tersebut, biasanya mereka (orangtua) menyuruh anaknya untuk mengangkat telefon tersebut dan menyuruh anaknya untuk menyampaikan pesan kepada si penelfon bahwa orangtuanya sedang tidak berada di rumah. Kebohongan sekecil ini akan menjadi kebohongan yang besar tanpa kalian sadari wahai orangtua.

“Ingat, apa yang kau tanam itulah yang akan kau tuai.”