"Pernahkan kalian dibuat sulit tidur karena cinta ?"

Tentara Belanda yang akan menyerang Yogyakarta sewaktu menjadi ibu kota negara dihadang oleh Tentara Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Magelang. Lima hari bertempur, tentara belanda mundurn ke ambarawa dan tertahan di sebuah benteng peninggalan portugis, oleh taktik dan strategi Soedirman, Tentara BKR yang merupakan cikal TNI ini menang gemilang, di bawah kepemimpinan Kolonel yang kemudian menjadi Jenderal TNI itu pertempuran berlangsung secara sporadis.

Serangan terlama hanya berlangsung 15 menit, tetapi dilakukan dalam kurun waktu tiga hari, dan selama itu juga para serdadu Belanda tidak diberi kesempatan untuk tidur sama sekali. Bisa ditebak, hari ke-empat, tentara BKR menyerang dari segala arah, dan Belanda… kalah telak.

Kadang cinta seperti sebuah pertempuran, bedanya dalam cinta senjatanya tak terlihat, bahkan nyaris tak terdengar. Namun antara cinta dan pertempuran sama-sama menempa daya rasa, logistik kepekaan harus dipersiapkan dengan baik, setidaknya tak mati sampai terompet kemenangan ditiup berirama.

Racikan rayuan, banjir perhatian, hingga seribu satu kejutan adalah beberapa strategi terbaik dalam sebuah pertempuran, sedikit bergeser, di tengah keterpurukanmu dalam sebuah pertempuran, jangan kau abaikan waktu tidurmu. Jika cinta telah menyulitkan tidurmu, dapat dipastikan, kau telah kalah dalam pertempuranmu.