Jatuh cinta? Mencintai? Dicintai? tentunya itu adalah sebuah perasaan yang sangat menyenangkan sekaligus menyakitkan. Perasaan cinta adalah sebuah anugrah yang langka terjadi dalam siklus emosi manusia. Bisa dikatakan, perasaan cinta adalah puncaknya segala emosi,

dimana rasa suka hingga benci yang berbaur menjadi satu sekaligus.

Acapkali kita tak menyadari ketika kita mencintai seseorang kita merasakan seolah-olah orang itu adalah takdir kita dan kita secara tak sadar seringkali terobsesi padanya. Mulai dari kepoin sosmednya si Doi, menyimpan fotonya, mendekati teman dekatnya untuk sekadar tahu apa yang dia lakukan, atau bahkan nekat menjadi pengintai (yang ini sepertinya sudah terlalu ekstrim). Perasaan cinta memang seringkali membuat siapa yang terkena menjadi kehilangan setengah akal sehatnya. Lalu, mengapa kita tidak boleh mencintai seseorang 100%??

Terlalu cemburu

Helooo! Ini hidup yang harus dinikmati guys!

Advertisement

Nikmati hidupmu dengan melakukan hal-hal yang positif dan menyenangkan. Jangan buat rasa cintamu itu sebagai penghambat karena kalian terlalu takut melihat si Doi jalan bareng orang lain. Toh, kita juga si Doi belum punya ikatan apa-apa kan sama orang itu? So, nikmatin aja, sekalipun liat yaudah biarin deeeh.

Terlalu ikut campur urusan si Doi

Hadeeeeeeh! Ngapain?? Urus aja hidup kamu sendiri guys! Masih banyak hal yang bisa kalian lakukan selain ngegalauin si Doi! Yah, nikmatin aja hidup kamu, banyak belajar, kerja, isi waktu luang dengan hal bermanfaat. Lagian belum tentu juga kan dia mau ngurusin hidup kamu?? Hihihi

Suka cari perhatian gak jelas.

Yah, gini nih terkadang yang sering dilakukan orang yang berusaha ‘menarik perhatian’. Mulai dari yang manis-manis, sampai yang asin-asin (hahaha, apa sih?). iya! Emang bener! Beberapa orang yang menyukaimu terkadang mereka sering mencari perhatian gak jelas seperti tiba-tiba mengirim pesan dengan kata-kata yang puitis, merayu, dan curhat. Eits, tapi jangan salah yaa gara-gara ada banyak temen yang suka curhat nanti dikirain suka beneran. Hehehe.. hmm, cari perhatiannya di sini utuh kadang ga ada motivasinya. Ujug-ujug tanpa diundang tanpa ditanya ngirim kata-kata super lebay yang ditanya balik soal maksudnya ga bisa jawab dan muter-muter omongannya..

Melakukan hal-hal ‘nyeleneh’ semata untuk menarik perhatian

Hmmm. Ini yang ekstrim. Kadang seseorang yang mencari perhatian seperti di atas tetapi tidak kunjung mendapat balasan ia akan cenderung melakukan hal-hal ‘nyeleneh’ semata untuk menarik erhatian teman-temannya yang lain. Ya kalau yang dilakukan itu hal yang bagus, pasti nantinya si Doi kita kan bakal ngelirik kan?? Nah loh jangan sampai kita malah kelihatan seperti orag yang terpuruk dong guys! Misalnya gini, dulu gak pernah merokok, eh tau-tau gara-gara ga ada respon dari si Doi kita, kita malah melakukan hal tersebut.

Apalagi sampai berubah total. Iya sih kalau berubah total jadi semakin baik kan yaaa bisa jadi perhitungan Doi guys!

Mencintai seseorang itu ga perlu kok sampai 100%! Kalau bisa sih jangan lebih dari 50%, soalnya kalau kita tahu kenyataan lebih buruk dari ekspektasi akan menimbulkan kesakitan yang luar biasa. Karena kita pun tidak pernah tau apa yang bakal terjadi nanti di masa depan.

Memang kita harus optimis, tetapi optimis yang berlebihan kan juga gak baik guys! hehehe

Yah, sah-sah saja sebenarnya mencintai seseorang itu. Tetapi, kita sebagai manusia yang memiliki pikiran cerdas harusnya mampu menempatkan diri dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Jangan sampai karena rasa cinta kita pada seseorang yang berlebihan menjadi teror bagi seseorang itu atau bahkan mengganggu kehidupan pribadinya. Dan yang lebih baik lagi, sebaiknya ketika kita mencintai seseorang akan lebih baik kalau kita semakin memperbaiki diri guys! Yah, mulai dari penampilan, pikiran, kelakuan. Jadikan perasaan cinta ini sebagai motivasi untuk menarik perhatiannya dengan cara yang lebih berkelas.

Sekarang sudah gak jamannya saling teror ke si Doi. Lebih baik terus belajar, percantik diri, Doi akan datang ke kita. Hehehe! Semangat guys!