Apa kabar skripsi? Masih dianggurin aja, nih? Kasihan yang sudah menanti skripsimu selesai. Eitsss, orang tua maksudnya.

Bukan rahasia lagi jika skripsi menjadi momok paling mengerikan bagi mahasiswa tingkat akhir. Apalagi jika sudah ramai dihampiri pertanyaan “Kapan wisuda?” serasa tidak ingin mengikuti berbagai acara pertemuan untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan menyebalkan itu. Bagi sebagian orang, mewujudkan skripsi memang tidak semudah mewujudkan dia. Eaaa

Dalam menyusun skripsi, pasti kamu dibantu dan didukung oleh banyak pihak. Orang tua, sahabat, teman-teman, teman tapi mesra, calon teman hidup, dan sebagainya. Entah dalam bentuk doa, finansial, atau bantuan fisik.

Orang-orang berjasa seperti itu kan yang akan kamu tulis dalam halaman persembahan skripsimu? Menulis halaman persembahan sepertinya menjadi bagian paling menyenangkan dalam menyusun skripsi. Tentu saja setelah skripsimu selesai.

Nah, bagaimana ceritanya jika orang-orang yang membantumu memiliki hubungan yang merenggang pada waktu kamu akan menuliskan halaman persembahan? Misal calon teman hidup yang berubah status menjadi mantan calon hidup. Dari yang kenal dari luar sampai dalam langsung menjadi orang asing seketika.

Advertisement

Akankah namanya kamu hapus dari daftar orang-orang yang berjasa dalam skripsimu?

Ketahuilah bagaimana keadaan kalian sekarang, dia tetap sudah berjasa dalam menyusunan skripsimu itu.

Menghapus namanya dari halaman persembahan skripsi, berarti kamu tidak menghargai bantuannya kepadamu. Putus hubungan percintaan jangan sampai membuat kalian seperti orang yang tidak kenal lagi. Yang putus hubungan percintaannya saja kan?

Pada halaman persembahan skripsimu, kamu bisa menulis namanya ke dalam barisan nama teman-temanmu. Kamu memang harus mampu sedikit bersakit-sakit karena jika kamu mampu berarti kamu sudah dewasa.