Setelah berdialog dengan batin tentang perasaan yang sebenarnya sulit untuk dideskripsikan, rasanya ingin aku segera menghubungimu. Menceritakan segala yang telah aku alami hari ini kepadamu.

Mungkin itu adalah kebiasaan baruku. Kebiasaan baru yang setelah beberapa lama mengenalmu, merasa nyaman untuk membagi entah hal penting ataupun hanya sekedar ingin membaca balasanmu melalui sosial media, atau bahkan mendengarkan suaramu.

Iya, mendengarkan suaramu yang mungkin akan menenangkanku, walaupun untuk membincangkan hal sepele yang mungkin hanya kita yang paham. Karena untuk menatap wajahmu akan sulit, kita terpisah jarak.

Jarak yang memisahkan kita tidaklah sedekat jarak rumahmu dan rumahku. Ah ya, pekerjaan menuntut kita untuk membentengi diri dari segala kemungkinan kita memperdekat dan mempererat hubungan. Tunggu.. kita bukan siapa-siapa. Kau mungkin hanya sekedar harap bagiku.

Terlalu dekat sebagai teman namun terlalu jauh untuk menyandang status. Agama pun sebenarnya tidak memperbolehkan status tanpa cincin yang melingkar resmi di jari manis masing-masing dari kita. Caraku menjagamu adalah dengan mendoakanmu, mendoakan kesuksesanmu, supaya suatu saat kita bisa dibersamakan. Jangan dulu membuatku terlalu nyaman sehingga sulit untuk jauh darimu walaupun sebentar, walaupun hanya dalam dunia maya, walaupun itu tidak nyata.

Advertisement

Kau, diam diam aku doakan, diam diam aku semogakan, diam diam aku simpan dalam doa. Maaf jika aku harus menunda adanya suatu pertemuan.

Tidak ingin menemuimu?

Bukan, aku ingin, bahkan sangat ingin. Namun aku takut, yaa aku takut aku semakin ingin memilikimu, semakin ingin dekat denganmu. Padahal kau tau inginku?

Aku ingin kita bersama dengan cincin yang melingkar di kedua jari manis kita, berlandaskan buku bersampul merah dan hijau untuk kita, dan berbahagia dengan restu pihak-pihak yang mendoakan kita. Belum saatnya. Tuhan belum berkata "Bersamalah kalian dalam bahagia", namun Tuhan berkata "Berjuanglah dengan sebaik-baiknya, tunggulah saat yang tepat, saat Aku membersamakan kalian dalam bahagia".