Ingatkah dulu saat kita pernah menjalani hari-hari dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan? Seolah kamu dan aku memang akan terus bersama selamanya, dengan beribu rasa cinta yang dulu kurasa cukup untuk hidup bahagia bersamamu.

Hubungan yang telah lama terjalin bukan jadi penjamin kita kan terus bersama

Waktu terus bergulir hari demi hari, tanpa terasa hingga mencapai tahun ke tahun. Itulah sumber keyakinanku bahwa aku dan kamu pada akhirnya akan terus bersama da menjalani hari-hari yang lebih indah lagi.

Namun entah mengapa akhir-akhir ini, aku merasa kamu telah berubah. Sering kucoba menghindari pikiran buruk itu. Mungkin ini adalah proses yang harus kita lalui karena banyak hal telah kita lewati bersama, sehingga menjadi hal yang tak sespesial dulu lagi, di awal kita bersama. Tapi harapku, karena cinta yang kita miliki dan rawat bersama, hal seperti itu tak seharusnya menjadi benalu dalam hubungan ini.

Kau menjawab semua ketakutanku, jawaban yang tak ingin kudengar.

Aku takut jika semua perasaan ini benar adanya. Aku terlalu takut kehilanganmu. Dari awalnya, bukankah kita telah mengikat satu janji? Janji untuk terus bersama selamanya dengan cinta yang kita miliki? Ternyata, semua ketakutanku terjawab oleh dirimu. Kamu merasakan tak ada hal-hal spesial lagi yang kita lewati akhir-akhir ini. Mungkin karena kesibukan kita masing-masing.

Aku tahu ucapanmu akhir-akhir ini mengarah ke mana. Arahnya adalah akhir dari hubungan ini. Bukan akhir yang sebelumnya kita inginkan. Bukan menuju pada pernikahan yang pernah menjadi impian kita. Arah ucapanmu itu menuju akhir yang tak ingin ku rasakan. Karena sungguh ini menyakitkanku.

“Jika memang…” iya kata itu seolah menjadi harapan kosong yang tak kan terwujud.

Advertisement

Jika memang cinta ini masih bisa kita perjuangkan, mengapa kita tak mencobanya?

Jika memang akan ada pelangi setelah turun hujan, mengapa tak kita coba tuk menunggunya?

Jika memang tujuan hubungan kita ini adalah salah satu bagian dari tujuan terindah di hidupmu, mengapa seolah kau telah melupakannya?

Karena rasa cinta bukan suatu paksaan, akhir cerita cinta pun tak akan bisa dipaksakan.

Cinta untukmu datang pada awalnya tanpa ada paksaan. Datang karena kamu telah mampu membuatku jatuh cinta. Namun jika cinta ini habis termakan oleh waktu, aku pun tak akan mampu untuk memaksakannya untuk tetap utuh seperti dulu.

Karena ini cinta kita berdua, bukankah kita berdua juga yang harus memperjuangkannya? Jika kamu tak ingin memperjuangkan rasa ini bersamaku, pada akhirnya aku pun menyerah.