Kamu yang selalu bersemangat, pandai menarik hati semua orang, terutama para wanita. Senyum itulah yang berhasil menarikku ke satu rasa ; rasa ingin memilikimu lebih lagi.

Tak jarang aku yang melankolis ini merasakan takut. Takut kalau kamu akan berpaling pada wanita lain yang lebih dalam segala hal. Aku hanya wanita yang dilahirkan dengan kedua mata yang bisa menangis kapan saja ketika disakiti, dua tangan yang siap memelukmu ketika kamu membutuhkan kekuatan dan dua kaki yang akan selalu berjalan di sampingmu.

Menggodaku adalah salah satu kegiatan favoritmu. Aku hanya bisa tersipu-sipu malu. menahan perasaan ini, memendam lebih lama agar kamu tak tahu kalau aku adalah salah satu penggemarmu.

Aku tak pandai merangkai kata-kata layaknya Juliette merayu Romeo. Perasaan ini pun masih kupendam, tak punya keberanian untuk mengungkapkan. Aku pun hanya berani melihatmu dari kejauhan, begitu akrab dengan teman-teman wanita yang lain.

Sepuluh tahun sibuk dengan mimpi kita masing-masing. Namamu pun muncul di salah satu media sosial. Rasa penasaran melayang di pikiranku dan gugup tak bisa kuhindari.

Mungkin Tuhan memang sudah menulis cerita yang indah untuk kita. Walaupun tak seindah dongeng atau cerita Cinderella, Tuhan menciptakan yang lebih indah. idak tahu mengapa rasa gugup ini selalu muncul ketika mendengar namamu disebut atau teman-teman menanyakan keadaanmu secara tiba-tiba. Aku yang memang berkomunikasi denganmu menjawab dengan malu-malu atau tidak kujawab sama sekali. Hati ini telah mengerti betapa indahnya namamu dalam hidupku.

Rasa humormu tak pernah berubah. Masih sama seperti yang dulu. Satu hari, kamu memujiku. setengah tidak percaya tersemat di wajahku. Apakah kamu benar-benar memujiku?

Pujian itu berlanjut dengan kisah yang indah. Semakin hari, rasa itu bertumbuh menjadi perasaan yang lebih. Kamu pun setiap hari menanyakan keadaanku, memberiku semangat ketika aku putus asa, dan itulah yang memang kuharapkan. Berbincang denganmu adalah kesukaanku dan itu kulakukan setiap hari. Ternyata kamu senang membuat orang tertawa dengan kata-kata yang kamu rangkai. Kurasa pria berjiwa humoris sepertimu lebih tampan untukku. Kurasa ini waktunya, Tuhan akhirnya menuliskan satu cerita yang indah di hidupku. Tuhan mengirimkan pria itu, pria berjiwa humoris yang akan selalu menghiburmu dengan tawanya dan mengusap air matamu kapan saja.

Kamu bukan Superman atau Captain America. kamu adalah pria masa depan yang telah dikirim dengan mesin waktu dan keluar dari meja belajarku yang menjadi tempat curahan hatiku.

Takkan kulepaskan kamu dan jari-jariku akan selalu kutautkan ke dalam tanganmu. pangeran sanguin pasti akan selalu ada untuk putrinya yang melankolis.