Dalam bidang astronomi, ada sekumpulan ilmuwan yang menjelaskan bagaiamana jagat raya kita bisa eksis. Dan mereka menyebutnya sebagai Big Bang. Dan para ilmuwan memberi tahu kita bahwa pada awalnya ada satu nebula utama. Kemudian ada pemisahan sekunder (Big Bang) yang menciptakan galaksi, bintang-bintang, planet-planet, dan bumi dimana kita hidup. Inilah yang ditemukan ilmuwan sekitar 45 – 50 tahun yang lalu, pada tahun 1970. Ini telah disebutkan dalam Quran 1.400 tahun yang lalu dalam Surat Anbiyya 21: 30 yang berbunyi:

Apakah orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi dahulu berpadu, lalu Kami pisahkan keduanya. (Surat Anbiyya 21: 30)

Big Bang yang baru ditemukan ilmuwan sekitar 50 tahun yang lalu, sudah disebutkan Quran 1.400 tahun yang lalu.

Sebelumnya kita tidak tahu bagaimana bentuk bumi. Baru pada 1577, ketika Sir Francis Drake berkenalan berkelilin bumi, dia menemukan dan membuktikan bahwa bumi itu bulat. Apa yang baru kita ketahui akhir-akhir ini, baru 450 tahun yang lalu, sudah disebutkan Quran 1400 tahun yang lalu dalam Surat Naaziat 79: 30 yang berbunyi:

Dan bumi sesudah itu dibuat berbentuk seperti telur. (Surat Naaziat 79: 30)

Advertisement

Kata Arab dahaha, salah satu maknanya adalah "dihamparkan", makna lainnya berasal dari kata Arab duya yang berarti "telur". Dan ini tidak merujuk pada telur biasa, ini merujuk pada telur burung unta. Dan jika kita menganalisis telur burung unta, ini tidak sepenuhnya bulat seperti bola, ini agak datar di kutub-kutubnya. Ini bentuknya geo=spherical. Bayangkan Quran menyebutkan 1.400 tahun yang lalu bahwa bentuk bumi itu geo-spherical.

Meskipun matahari berotasi, ia tidak berotasi pada porosnya. Ia statis. Dalam surat Anbiyya 21: 33 yang berbunyi,

Allah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masingnya beredar di dalam garis edarnya. (Surat Anbiyya 21: 33)

Kata Arab yasbahun menjelaskan pergerakan dari benda yang bergerak, berarti matahari dan bulan selain berevolusi, juga berotasi pada porosnya. Dan sekarang setelah sains telah maju kita pun tahu bahwa jika kita melihat gampar matahari di teleskop, matahari mempunyai titik hitam. Dan titik hitam ini membutuhkan 25 hari untuk menyelesaikan satu putaran, artinya matahari butuh 25 hari untuk berotasi. Sekarang sains membuktikan itu salah dan Quran telah menyebutkan 1.400 tahun yang lalu bahwa matahari berputar pada porosnya.

Mungkin banyak orang skeptis (kurang percaya) yang berkata, "Bukan hal yang hebat ketika Quran membicarakan astronomi karena bangsa Arab maju dalam bidang astronomi". Aku pun setuju bahwa bangsa Arab maju dalam bidang astronomi. Tapi aku ingin mengoreksi mereka, bahwa baru berabad-abad setelah Quran diwahyukan, barulah bangsa Arab menjadi maju dalam bidang astronomi. Jadi karena Quran-lah penyebab bangsa Arab maju dalam bidang astronomi. Jadi bukan karena Quran yang menjiplak pengetahuan bangsa Arab, melainkan bangsa Arab yang belajar dari Quran. Dan Quran membicarakan berbagai hal tentang sains.

Apa yang kita pelajari di sekolah tentang siklus air, pertama kali ditemukan oleh Sir Bernad Palissy pada tahun 1587. Apa yang kita pelajari di sekolah, bahwa air berevaporasi ke langit, membentuk awan, bergerak ke daratan, dan terjatuh dalam bentuk hujan. Sebelumnya kita tidak tahu tentang siklus air. Dan Quran membicarakan tentang siklus air dengan begitu detil, dalam beberapa ayat.

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik. (Surat Luqman 31: 10)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. (Surat Ar Ruum 30: 24)

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (Surat Al Hijr 15: 22)

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (Surat Al Mu'minun 23: 18)

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Surat An Nuur 24: 43)

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira. (Surat Ar Ruum 30: 48)

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (Surat Al A'raf 7: 57)

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (Surat Ar Ra'du 13: 17)

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. (Surat Al Furqaan 25: 48 – 49)

diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. (Surat Al Ghaasiyah 88: 5)

untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, (Surat Qaaf 50: 8 – 9)

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?". (Surat Al Mulk 67: 30)

Demi langit yang mengandung hujan (Surat Ath Thariq 86: 11)

Kamu bisa terus mengutip ayat-ayat dari Quran yang membicarakan tentang siklus air dengan begitu detil.

Dalam bidang botani, sebelumnya kita tidak tahu bahwa tanaman punya jenis kelamin, jantan dan betina. Quran berfirman tentang ini lebih dari 1.400 tahun yang lalu, pada Surat Taha 20: 53,

Kami telah menciptakan tumbuh-tumbuhan berpasangan (jantan dan betina). (Surat Taha 20: 53)

Quran berfirman dalam Surat Raad 13: 3,

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Surat Raad 13: 3)

Quran berfirman dalam Surat Yasin 36: 36,

Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (Surat Yasin 36: 36)

Dan sekarang sains memberi tahu kita bahwa listrik bahkan berpasangan, negatif dan positif.

Ketika orang kafir berkata, "Bagaimana Tuhan bisa menyusun kembali tulang-tulang kami, setelah kami mati, dikubur, dan tulang-tulang kami telah hancur ?". Allah SWT berfirman dalam Surat Qiyaman 75: 3 – 4,

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (Surat Qiyaman 75: 3 – 4)

Apa maksud dari Allah SWT tidak hanya bisa menyusun tulangnya, tapi Dia bahkan bisa menyusun kembali ujung jemarinya dengan sempurna ?. Sir Francis Galton pada 1880 yang menemukan metode sidik jari. Dan tidak ada satu jari pun dalam jutaan orang yang identik. Dan sekarang polisi menggunakan metode sidik jari untuk mengidentifikasi pelaku kriminal. Bayangkan Quran telah menyebutkan 1.400 tahun yang lalu bahwa Tuhan tidak hanya dapat menyusun kembali tulang-belulang, Dia bahkan bisa menyusun kembali ujung jemari dengan sempurna.

Profesor Tagatat Tejasen dari Thailand menghabiskan sangat banyak waktu dalam melakukan riset tentang reseptor rasa sakit. Sebelumnya dokter mengira bahwa hanya otaklah yang bertanggung jawab atas rasa sakit. Dan sekarang kita baru tahu bahwa ada reseptor tertentu dalam kulit yang disebut reseptor rasa sakit yang juga bertanggung jawab atas rasa sakit itu. Itulah mengapa ketika seorang pasien luka bakar datang, sang dokter mengambil jarum dan menusuknya di area yang terbakar. Jika pasien itu merasakan rasa sakit, dokternya senang, ini hanya luka bakar ringan reseptor rasa sakitnya masih utuh. Jika pasiennya tidak merasakan sakit, dokternya sedih, ini luka bakar berat, reseptor rasa sakitnya telah hancur.

Ada sebuah ayat dalam Quran di Surat Nisa 4: 56, yang berbunyi,

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Surat An Nisaa 4: 56)

Quran berfirman "Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan yang baru, supaya mereka merasakan azab", menandakan bahwa ada sesuatu dalam kulit yang bertanggung jawab atas rasa sakit yang disebut dokter sebagai reseptor rasa sakit. Professor Tagatat Tejasen begitu terpukau bahwa Quran menyebutkan ini 1.400 tahun yang lalu, sehingga pada 9th Medical Conference di Arah Saudi, Riyadh, di konferensi itu sendiri dia mengucapkan syahadat La Ilaha Illallah Muhammadar Rasulullah, tidak ada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.