Selamat malam, aku harap kamu sudi membaca ini, ada sesuatu yang terus-menerus menggebu di diriku, aku sudah berusaha mengerahkan seluruh kekuatan yang aku miliki untuk menyimpannya saja, tapi maaf aku tidak bisa.

Begini saja, singkat kukatakan padamu. Aku mencintaimu. Aku tidak bisa berhenti.

Demi tuhan aku tahu tidak seharusnya kukatakan ini padamu, kamu tidak sendiri, ada gadis lain yang sudah lebih dulu bertemu denganmu. Aku juga wanita seperti dirinya, tentunya aku tahu bagaimana rasanya bila ada yang menginginkan kekasihku. Tapi sayang, aku tidak bisa memilih kepada siapa hatiku harus kujatuhkan, hatiku menjatuhkan pilihan pada kamu. Bagiku, mencintaimu adalah proses paling indah yang tidak pernah ku pahami bagaimana bisa terjadi.

Aku pikir ini hanya proses sementara yang akan berakhir secepatnya, tapi lagi-lagi aku hanya wanita bisa, aku tidak punya kendali penuh atas hatiku. Maka kunikmati waktu-waktu bersamamu, kunikmati segala kebahagianku yang bersumber darimu, senyummu dan canda tawamu, kesedihanmu dan amarahmu, kelelahanmu dan semangatmu, dirimu sudah seperti mengalir deras didarahku. Yang aku tahu hanya aku bahagia ada didekatmu, meskipun hanya didekatmu, tidak dihatimu.

Bagiku kamu sempurna.

Advertisement

Kamupun sudah memintaku untuk mengubur dalam-dalam perasaanku padamu, sudah jelas kamu tunjukkan padaku bahwa bukan aku yang kamu inginkan, bukan aku yang ingin kamu sebut didalam setiap doamu, bukan aku. Bukan aku.

Tapi sungguh, maafkan aku kali ini. Kamupun tidak punya kendali atas hatiku, hatiku yang telah memilihmu. Aku berani bertaruh seluruh hidupku, bahwa aku akan terus mencintaimu meskipun kamu abaikan aku lagi dan lagi. Maka berhentilah menyuruhku membuang rasa ini, berhentilah menyuruhku pergi, berhentilah mengatakan bahwa kamu tidak menginginkanku, karena itu semua hanya sia-sia. Hatiku sudah menetap padamu.

Maka kali ini, jalani saja hidupmu, aku tidak akan mengusikmu, aku berjanji. Bahagialah kamu selalu, bahagiamu itu menyejukkan aku. Tidak perlu pedulikan aku, aku tidak akan memaksamu mencintaiku apalagi meninggalkan kekasihmu. Aku tidak akan memaksamu mencintaiku. Aku tidak akan menjadi rintangan untukmu. Berjalanlah saja, bahagialah saja.

Tapi maafkan aku. Karena aku akan selalu keras kepala seperti ini, aku akan terus mencintaimu, aku akan lancang memintamu pada tuhan, aku akan mengagumi setiap langkah yang kamu jalani, aku akan melihatmu dari sini saja, aku akan diam-diam merindukanmu, aku akan diam-diam menikmati senyummu, aku akan diam-diam menjagamu sebisaku, aku akan selalu ada untukmu.

Kamu akan tetap mengalir di darahku, aku akan menikmatinya mencintaimu sendirian, aku akan selalu jadi pemujamu, bahkan aku tidak akan menyerah menyebutmu didalam doaku, barangkali tuhan akan iba pada hambanya ini dan mengijinkanmu untukku. Aku tidak akan berhenti mencintaimu.

Cukuplah kamu tahu aku tidak akan berhenti mencintaimu, cukuplah kamu tahu akan selalu ada tempat untukmu bersandar, akan selalu ada.

Demikianlah hidupku akan kujalani, jangan khawatirkan aku, karena mencintaimu sudah seperti candu untukku, sudah seperti bernafas untukku, tanpa melakukannya, mungkin aku akan mati, tenanglah saja sayang.

Maafkan saja aku, karena..

Demi tuhan, aku tidak bisa berhenti mencintaimu, maafkan aku sayang.