Ketika menghadapi situasi finansial yang sulit, atau dimakan nafsu keserakahan. Orang berakal sehat berpotensi menjelma jadi Siluman Hamba Uang. Jelmaan ini akan mencari cara instan atau menghalalkan segala cara untuk dapatkan uang, salah satunya dengan melipatgandakan uang ke Raja Siluman.

Mendengar uang digandakan, pasti teringat kasusnya Dimas K-Anjeng Taat Pribadi. Dan yang pasti, dia bukanlah Raja Siluman. Namun melihat wajahnya, saya teringat seekor siluman yang digemari banyak anak-anak. Pokoknya persis sekali. Wajah Pak Taat yang selalu serius, dan alisnya yang tebal sangat mirip dengan siluman Angry Bird.

Dari sekian banyak modus penipuan Kanjeng Taat Privasi, ada salah satu yang menarik bagi saya, yaitu dapur ATMnya bisa hasilkan uang: 5 juta per hari. Mantap! Kalo hal sableng itu nyata, maka keberadaan padepokan Dimas Kanjeng hanyalah mitos. Yang ada hanya planet Dimas Kanjeng. Sebuah planet telah dimilikinya.

Dalam kasus penggandaan uang tersebut, banyak khalayak menyalahkan Pak Taat Keladi. Menurut saya: gak ada yang salah. Pengikutnya saja yang sudah lenyap otaknya. Dan hebatnya, walaupun Pak Taat sudah ditangkap, tapi sebagian pengikutnya berpedoman dengan prinsip Anjing Haciko: tetap bertahan dan menunggu sang majikan pulang ke padepokan hingga maut menjemput.

Kenapa hal-hal tak masuk akal seperti tipu muslihatnya Pak Taat masih banyak yang percaya? Padahal umumnya orang sudah melek teknologi. Teknologi sudah canggih-canggih. Sekarang zamannya memanfaatkan teknologi internet. Kalo mau menggandakan uang, pakai cara bijak berupa bisnis online, buatlah peruntungan dengan judi online. Cara cepat kaya versi modern salah jalan.

Advertisement

Terkadang orang-orang yang memiliki nama serupa, mereka adalah orang yang memiliki sesuatu yang sama juga. Termasuk saya sendiri bernama Dimas, mempunyai kesamaan dengan Dimas Kanjeng. Kalo Pak Kanjeng bisa gandakan uang, saya juga bisa. Malah uang yang saya gandakan lebih hebat. Ketika saya menggandakan uang, uang yang dihasilkan akan lebih banyak tapi dalam wujud hutang-pihutang. Semakin banyak orang meminta uangnya digandakan, maka semakin berlipat ganda hutang saya ke orang-orang.

Pak Kanjeng juga merekrut 7 orang tua alias Mahaguru yang selalu disuruh datang tiap acara di kota-kota, agar telihat terpelajar dan memiliki pengajar. Bahkan para orang tua tersebut mengaku berumur ratusan tahun lamanya. Tentu, masalah umur panjang patut dipercaya kalo di punggung mereka terdapat cangkang yang keras. Dan sebetulnya, cara menipunya Pak Taat tidaklah tepat. Harusnya 7 Mahaguru lebih baik disuruh datang ke kampus untuk mengajar Mahasiswa, kan lebih cocok sama-sama bergelar ‘Maha.’ Lebih sempurna lagi, datangkan juga Mahadosen. Biar semua bisa saling dekat dengan Mahakuasa, dalam menimba ilmu luar angkasa.

Saya juga sama, dulu pernah menipu dalam hal merekrut orang tua. Saya merekrut orang tua luar angkasa yang gak saya kenal sama sekali, untuk dijadikan wali murid pas pengambilan rapot. Karena kalo bawa orang tua asli, saya takut kenakalan saya selama di sekolah akan dikembangkan oleh Mahaguru.

Yang sangat disayangkan dari kasus ini adalah: kenapa Pak Taat ditangkapnya di tahun 2016? Padahal sebelum-sebelumnya saya belumlah sempat jadi pengikutnya, euy. Saya juga ingin gandakan uang, nih.

Saya juga sempat berdiskusi dengan teman saya, Amanto. Amanto berkata, “Sebenarnya Pak Taat kaya-raya, bukan dari kesaktiannya. Saktinya itu hanya kedok. Tapi dia kaya juga bukan dari hasil menipu orang-orang. Dia kaya-raya karena dia mengupload video-video aksi gandakan uangnya di Youtube, yang pastinya banyak orang penasaran dan viewernya pasti membeludak. Akhirnya ia jadi Youtuber sukses.”

Hmm.. penjelasan ngawur. Mendengar penjelasan Amanto, saya jadi pengen beli banyak kamera. Biar jadi Youtuber sejati.

Inti dari semua ketikan gak jelas ini, saya tidak ada maksud menjelekkan siapapun. Kalo ada yang patut dijelekkan, sudah jelas sayalah orangnya karena sampai saat ini belum memberikan kebahagiaan apapun terhadap orang tua, terutama dalam hal materi alias uang. Yuk, mari gandakan uang tentunya dengan cara yang sehat, entah itu jadi youtuber, daster, almamater, barometer, buldoser, ketimbang masih berdebat kusir persoalan-persoalan terkini yang tiada akhir.