Dirgahayu Indonesia!

Inilah tanahku tempat aku dilahirkan, dibesarkan dan diajar. Bangga akan Indonesiaku, bangga akan Ibu Pertiwi, tetapi tidak akan menerima bangsa ini apa adanya dan jangan mau menerima keadaan bangsa ini apa adanya. Generasi muda punya banyak kekuatan dan kesempatan untuk merubah bangsa. Misalnya dengan melakukan hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya, mematuhi rambu lalu lintas dan banyak hal kecil lainnya.

Tetapi bukankah di usia Indonesia yang ke 71 tahun ini kita seharusnya semakin naik level? Bukankah seharusnya hal kecil seperti itu tidak lagi kita jadikan contoh kecil? Jika buang sampah pada tempatnya dan mematuhi rambu lalu lintas saja membutuhkan waktu pembiasaan selama bertahun-tahun sejak kita mulai bisa membaca, lalu butuh waktu berapa lama untuk membiasakan "aku benci korupsi"?

Jangan berpikir "hei! Kebiasaan buang sampah tidak bisa disamakan dengan korupsi!" atau "apa hubungannya tidak mematuhi rambu lalu lintas dengan korupsi?" Hal kecil seperti buang sampah sembarangan dan tidak mematuhi rambu lalu lintas yang masih bisa dilihat oleh orang sekitar kita saja masih dilakukan, lalu bagaimana dengan hal besar seperti korupsi yang tidak bisa dilihat bahkan diketahui oleh orang banyak?

Sesuatu yang besar dimulai dari hal kecil, baik ataupun buruk hal itu. Jangan bangga melakukan hal besar yang salah dan jangan malu melakukan hal kecil yang benar. Anak muda Indonesia jangan merasa kecil hati untuk Indonesia, buat Indonesia bangga memilikimu, dan buat dirimu bangga dengan melakukan banyak hal kecil yang benar. Karena dari diri kita, generasi muda yang berani benar dan bangga inilah perubahan dimulai. Salam Cinta Indonesia! #MerdeKamu