Nongkrong bersama teman harusnya menjadi sebuah kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi, dimana kita dapat berinteraksi dan bertatap muka langsung. Nongkrong bisa dilakukan siapa saja, dimana saja, mulai dari duduk-duduk di bawah pohon, warung kopi, rumah makan, maupun kafe. Kegiatan ini pun seakan telah menjadi budaya yang tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Maka tak heran jika sekarang banyak sekali jenis tempat tongkrongan yang juga memiliki produk andalannya masing-masing.

Tak hanya sekedar menikmati makanan dan minuman enak saja, nongkrong sepertinya lebih dari itu. Perlu didominasi dengan adanya komunikasi tentang apa saja agar waktu yang dihabiskan akan terasa lebih berkesan. Sayangnya terkadang timbul hal-hal kecil yang membuat suasana kurang kondusif ataupun menjadi kurang hikmat.

Hal itu sepertinya cukup sering dialami setidaknya beberapa tahun belakangan ini, saat teknologi gadget juga media sosial terus menunjukkan perkembangan.

Sering kali ketika sedang seru berkumpul dengan orang terdekat, tapi mereka asik memainkan smartphone-nya dan tidak peduli dengan keadaan di sekitar seperti sedang terhipnotis. Padahal bisa jadi pertemuan tersebut telah lama dinantikan apalagi bagi yang tidak memiliki banyak waktu luang akibat padatnya pekerjaan. Saat nongkrong, memang tidak ada aturan untuk tidak boleh menggunakan smartphone. Namun sebenarnya ketika sedang berkumpul bersama beberapa orang yang seharusnya bisa saling berbagi dengan bertatap muka satu sama lain, sibuk dengan gadget masing-masing sangat mengganggu suasana tersebut.

Saya pribadi juga bisa dibilang maniak gadget, setiap hari tidak pernah bisa lepas dari smartphone . Namun sebisa mungkin saya tidak mengeluarkan smartphone ketika sedang berkumpul. Menurut saya suasana mengobrol menjadi kurang nyaman ketika lawan bicara kita tidak menatap saya dan justru asik dengan smartphone mereka.

Advertisement

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan smartphone dan teknlogi maha canggih lainya adalah representasi anak muda masa kini. Yang terbaik adalah memanfaatkan segala teknologi ini dengan bijak, sehingga tidak meredukasi nilai-nilai yang telah hidup di tengah masyarakat, termasuk ketika berinterasi dengan roang lain.

Mungkin sebaiknya kita menggunakan smartphone kita ketika kita sedang sediri. Ketika kita sendiri kita bisa memanfaatkan smartphone sepuasnya untuk kegiatan sosial atau untuk menambah wawasan kita.