Kamu sudah tak lagi remaja, namun untuk melangkah sebagai sosok dewasa pun belum sepenuhnya siap. Pertanyaan orang tua mu tentang pasangan yang dulunya kamu abai sekarang mulai menghantui. Sesungguhnya dirimu pun ingin segera mengikuti jejak beberapa teman dan membahagiakan orang tuamu, namun pasanganmu bukanlah sosok yang diimpikan ayah dan ibu.

Pada saat kegundahan melanda, mana lagi tempat untuk menuangkan resah. Ya, Sang Pencipta dan Sutradara hidup lah satu-satunya tempatmu berkeluh. Kamu mulai pasrah akan kesetiaan cinta yang sudah diperjuangkan namun masih pada titik yang sama. Pasanganmu yang masih apa adanya pun tidak juga mendapat lampu hijau dari kedua orang tua. Entah cobaan dalam suatu hubungan ataukah jawaban doa dari Tuhan, di saat itu kamu dipertemukan dengan wajah lain yang dapat menggembirakan. Sosok ini pun memiliki karakter dambaan ayah dan ibumu.

Pada saat inilah hatimu bimbang, ada dua jalan yang ada di hadapanmu dan kamu harus menentukan jalan mana yang akan kau ikuti. Beberapa teman memberikan pendapatnya atas pilihanmu. Pada akhirnya kamu harus menentukan pilihan. Entah tetap bertahan memperjuangkan cintamu untuk mendapatkan restu ataupun memutuskan bersama yang baru yang menurutmu mampu membahagiakanmu dan ayah ibu. Bersama dengan keputusan yang dibuat, selalu ada bibir lain yang berbicara.

1. Bertahan, banyak hal yang telah dilalui bersama, menyerah bukan pilihan.

Dia yang telah menemanimu mulai saat mengisi jam kosong kuliah hingga memberi semangat saat skripsi tak perlu kau ragukan cintanya. Banyak waktu yang telah dihabiskan berdua membuatmu tahu baik buruknya. Begitupun dengannya, tak lantas pergi ketika mengetahuimu yang sering ngomel saat sedang kedatangan tamu bulanan. Namun hidup tidak selesai dengan kata cinta, kamu perlu berbagai hal pendukung untuk melanggengkannya. Singkatnya materi dan restu orang tua belum ia miliki saat ini. Ia juga bukan lelaki yang siap memperjuangkanmu mati-matian dengan keringat, namun di hatinya tersimpan namamu dengan rapi.

Dia memilih dengan pacarnya yang lama? Yakin tuh hidupnya bahagia? Hari gini mau makan cinta? sekarang apa-apa mahal emangnya bisa dibeli pake cinta?

2. Hatiku berlabuh pada makhluk baru yang menyayangiku dan ku sayangi, baktiku dan restu orang tua pun terlengkapi.

Advertisement

Saat dirimu ragu dengan cintamu yang lama, saat itu pula Tuhan mengirimkan makhluknya dalam hidupmu. Ia adalah sosok penyayang dan riang. Ia menunjukkan rasa kasihnya padamu lebih dari kekasihmu yang lama. Mapan dan tampan, restu orang tua dengan mudah kau peroleh saat membawanya pulang. Dengannya kau tak perlu lagi galau esok akan makan apa, tak lagi pusing karena debat panjang di rumah. Hatimu? Bagaimana saling bertukar cerita dan bercanda tak ada lagi yang perlu ditutupi meskipun belum lama berjumpa cukup meyakinkan untuk melanjutkan sisa umur dengan dia.

Dia akhirnya sama yang baru. Ya iyalah milih yang baru jelas berduit. Dia kan matre mana mungkin bisa diajak hidup susah.

Setiap tindakan selalu disertai dengan pendapat orang. Ada yang menyukainya ada pula yang membencinya. Setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya termasuk pilihan pasangan. Pada saat yang sama tidak ada yang bisa mencegah pujian atau hujatan dari orang-orang sekitarnya. Pada siapapun hati tertambat, yakinkanlah itu yang terbaik untukmu. Semua pilihan hidup selalu dipandang dari dua sisi, sisi yang setuju dan sisi yang menolak. Tak perlu lah menjelaskan pada mereka karena yang menyayangimu tak membutuhkannya sedangkan yang membencimu tak mempercayainya. Mereka bebas untuk berpendapat namun mereka bukan hakim kahidupanmu. Jadi, biarlah mereka mengutarakan pendapatnya dan kamu pun silakan memilih jalan hidupmu.