Kematian adalah suatu hal peristiwa yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk hidup, karena kematian itu sebenernya selalu ada di dekat kita, tanpa kita sadari atau mungkin pura-pura tak menyadarinya .Kematian tak mengenal status sosialmu, kematian tak mengenal usiamu, kematian tak mengenal kondisi fisikmu, kematian tak mengenal tahta atau hartamu. Yang pasti itu akan terjadi padamu. Bagi seseorang yang religius pasti dia paham benar dengan kata kematian, sehingga mempersiapkan "bekal" sebelum kematian itu datang menjemputnya dengan keimanan dan amalnya.

Persepsi sebuah kata kematian di setiap orang berbeda, tergantung mereka memaknai kata tersebut. Begitu pula dengan diriku, pada saat berpikir takkan bisa lagi menghirup udara bebas di bumi ini, kematian yang kupikirkan saat itu bukan soal Neraka dan Surga. Bukan karena aku yakin dengan iman dan amalku, malah aku berpikir terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah aku perbuat selama hidup.

Kematian yang aku pikirkan saat masa kritis dan putus asaku waktu berada di rumah sakit waktu itu adalah Adik dan Mama, keluarga. Karena menjadi seseorang yang diandalkan dalam segala hal termasuk keuangan di rumah, menjadi beban besar yang aku pikirkan ketika aku berpikir tentang kematianku.

Apa kalian tau apa rasanya menjadi seseorang yang dipercaya dan dibutuhkan untuk urusan keuangan? Apa kalian tau bagaimana perjuangan tersebut? Apa kalian masih punya ayah? Coba tanyakan padanya. Atau salah satu dari kalian melakukannya? Kalian adalah orang yang hebat.

Saat berpikir tentang kematian, yang aku takutkan adalah untuk meninggalkan mereka, meninggalkan mereka yang membutuhkanku dan membuat rasa takutku soal neraka tak pernah terlintas. Ketika aku harus berjuang untuk kembali pulih dan sehat. Ketika aku memohon dan berdoa untuk kepanjangan hidupku.

Advertisement

Di situlah, aku baru sadar bahwa hidupku sunggguh luar biasa tragis dan dramatis. Berat beban yang 'Dia' berikan ternyata membuat aku semakin kuat, sakit yang 'Dia' berikan membuat diriku berpikir ternyata di balik tubuhku yang baik dan diciptakan seutuhnya, ternyata itu semua kepunyaan-Nya . 'Dia' yang menghendaki itu semua terjadi padaku. Tugasku untuk menjaganya, namun karena kelalaianku sehingga datanglah sakit .

Apa kalian pernah merasa putus asa? Putus asa, soal asmara kalian? Putus asa, soal masalah keluarga kalian?
Putus asa, soal masalah takdir kalian? Putus asa, sehingga ingin mengakhirnya, dengan cara cepat. Berpikirlah lagi jika kalian ingin mengakhiri hidup dengan masalah keputusasaanmu, tapi memang benar putus asa paling dekat dengan kata kematian .

Untuk yang sedang merasakan putus asa dan berpikir untuk mengakhiri hidup, cobalah lihat di sekeliling kalian, lihat apa takdir yang terjadi oleh orang-orang di sekitar. Berbeda bukan? Ada yang bahagia dan sangat bahagia, ada yang bersedih dan sangat bersedih .

Kalian bukan satu-satunya yang sedang mengalami masalah, kalian bukan satu satunya yang sedang mengalami keputusasaan, cobalah bersyukur, tenangkan pikiran dan ceritakan kegelisahan tersebut pada seseorang. Percayalah semua akan membaik, dan akan menuntunmu menuju kebahagian .

Apa Kalian korban Broken Home? Apa kalian kehilangan masa kanak-kanak? Apa kalian ditinggalkan orang yang disayang selamanya dari bumi ini?

Ketahuilah, takdir yang terjadi di masa lalu, dan sekarang adalah rencana Tuhan, bahkan takdirmu di masa akan datang juga sudah dikehendakinya. Tugasmu hidup di bumi ini hanyalah untuk menjalaninya, menjalani semua tugas yang diberikan padamu. Mengenai caranya, hanya kau yang menentukan untuk berada di jalan baik atau di jalan buruk, sampai kematian menjemputmu.