Kakek dan Nenek mereka adalah salah satu peran terpenting dalam kehidupan kita. Tanpa adanya mereka, tentu tidak akan ada juga perjalanan hidup yang membuat kita sampai ke dunia ini. Disini saya akan sedikit menggambarkan bagaimana perasaan yang para cucu rasakan, atas semua seluk-beluk mengenal mereka sebagai sumber kebahagiaan dari orang tua kita.

Karena kasih sayang mereka, ayah dan ibu kita menjadi orangtua yang hebat.

Mendengar kata kakek dan nenek, memanglah tidak selalu menyenangkan dalam intuisi cucu-cucunya. Pasalnya terkadang kita selalu curiga, akan kasih sayang yang mereka berikan untuk orang tua kita, dengan anak-anak lainnya. Misalnya kita merasa kenapa dari kecil orang tua kita selalu di didik keras, membiarkan mereka bertahan hidup sendiri di luar sana bahkan saat kesusahan sekalipun, sedangkan tidak berlaku begitu dengan anak yang lain.

Kenapa status pendidikan mereka tidak disamakan? Kenapa cara mereka memberi kasih sayang terlihat tidak adil. Ya, begitulah perasaan seorang cucu yang terlihat sedikit egois tapi sebenarnya sangat peduli. Banyak waktu yang di butuhkan untuk memahami hubungan yang terjalin ini, terkadang tak sungkan kita menanyakan perihal tersebut pada orang tua kita, itu karena kita KEPO tapi juga sayang. Meski dampaknya tidak menutup kemungkinan orang tua kita jadi kecewa mendengar kita meragukan kakek dan nenek.

Setelah banyak hal yang kita rasakan bersama, seiring berjalanNya waktu barulah kita mengerti. Bahwa inilah kehidupan, orang tua kita juga seorang anak untuk kakek dan nenek. Sama halnya seperti kita. Maka dari itu, merekalah yang paling mengerti bagaimana sifat anak-anak mereka dan cara untuk menyayanginya pun berbeda-beda. Akan tetapi memiliki satu tujuan yang sama, menjadikan ayah dan ibu cikal bakal orang tua yang hebat juga. Karena orang tua kita memiliki sikap lebih kuat menghadapi kerasnya kehidupan di luar sana, maka dari itu tempat pembelajaran terbaik untuk mereka dari muda adalah berjuang hidup di luaran sana. Tanpa campur tangan kakek dan nenek.

Advertisement

Pada akhirnya cara itulah yang ampuh menjadikan orang tua kita sosok terbaik untuk kita buah hatinya. Tak jarang orang tua kita memberi nasehat, contoh di luar sana banyak anak yang tidak malu setelah dewasa masih saja hidup bergantung pada kedua orang tuanya. Sedangkan seharusnya kita mencontoh sikap juang orang tua kita, bukan malah mempertanyakan ini dan itu.

Terlepas dari Semua Kecurigaan, Tak Jarang Kita Beradu Argumen Menggelitik dengan Kakek dan Nenek

Ya, sering kali kakek atau nenek begitu menyebalkan saat membanding-bandingkan anak zaman dulu dan sekarang. Tanpa ada yang meminta berkomentar tak jarang mereka langsung ikut bicara seperti Kabel Listrik Nyambung Sendiri. Ahhh, begitu terasa membosankan saat mereka tidak ada henti-hentinya menceritakan hal yang sama berulang kali.

Contohnya: anak zaman dulu itu pemalu, gak kayak anak sekarang yang berani melewati batas aturannya.

Anak sekarang enak ya. kemana-mana naik motor, anak zaman dulu jalan kaki jauh aja gak kenapa-napa.

Zaman dulu pelajaran lebih susah tapi kakek dan nenek bisa mengerjakannya. Gak kayak kalian pelajaran gampang aja masih banyak ngeluh kesusahan.

Hello…Bukankah itu menyebalkan? Saat beneran disuruh bantuin belajar, eh malah mereka bilang udah lupalah, ini lah, apalah-apalah. Yo, guys. Terlepas dari perseteruan kecil kita dengan mereka, tetap merekalah orang tua kedua saat ayah dan ibu tidak sedang bersama kita. Bagiku kehadiran mereka di dalam hidup ini, menjadi warna berbeda dalam mempelajari silsilah kehidupan. Mereka bisa juga sangat menyentuh hati saat rindu pada ayah dan ibu, karena kerinduan jarang bertemu lagi dengan anaknya setelah berkeluarga masing-masing. Tak jarang mereka berkeluh-kesah pada kita sebagai cucunya, bahwa setiap melihat kita bisa mengobati kerinduan pada ayah dan ibu.

Lalu mereka akan terus bercerita tentang ayah atau ibu dari mereka kecil, hingga sekarang sudah menjadi orang tua juga. Sungguh, Terima Kasih Untuk Kakek dan Nenek. Atas semua kenangan yang kau berikan dan pelajaran hidup dari kalian yang tak sengaja, membuatku lebih mengerti akan arti semua. Meski dulu ada penolakan-penolakan kecil yang aku lakukan. Tapi kalian memang kisah terbaik, yang melahirkan generasi terbaik juga seperti ayah dan ibu.