Sampah adalah barang bekas yang sudah tidak dipakai kembali, baik organik maupun non organik. Tapi bisakah kita mengendalikan sampah yang ada di lingkungan kita? Rasa jijik dan bau pasti yang kita rasakan ketika sampah sudah bertumpuk-tumpuk di sekitar, adakah kesadaran bahwa itulah sampah kita yang kita buang hari demi hari, dan dengan rasa tidak peduli kita biarkan sampai menggunung.

Jangan hanya karena mengandalkan petugas kebersihan, lantas kita tidak menghiraukannya. Dan tahukah kamu? Bahwa sampah itu dapat mencemari tanah dan akan membutuhkan waktu lama agar sampah tersebut terurai. Begitu pun juga, sampah yang mencemari sungai mengakibatkan bencana banjir yang tak kunjung terselesaikan.

Mengenai bencana yang datang, pemerintah juga tidak dapat berbuat banyak apabila warga negaranya saja tidak dapat mengubah perilaku mereka untuk tidak membuang sampah sembarangan. Begitu sulitkah untuk kita terapkan di kehidupan sehari-hari?

Setiap kulihat perilaku masyarakat hari demi hari, mereka sering membuang sampah dengan seenaknya padahal ada papan pengumuman yang menyatakan agar menjaga kebersihan, sungguh ironis. Padahal apabila kita sedang di jalan dan tidak menemukan tempat sampah, sebisa mungkin simpan saja di tas atau saku untuk sementara waktu walaupun itu hanya satu bungkus permen, karena dari kesadaran kecil inilah kita bisa berubah.

Oleh karena itu, yuk kita berubah!

Advertisement

Pertama, biasakan pisahkan sampah organik dan non organik. Kedua, apabila sampah tersebut bisa didaur ulang mending kita bikin kerajinan dari sampah tersebut atau memberikannya kepada orang yang suka mendaur ulang juga agar dapat dimanfaarkan semaksimal mungkin. Ketiga, terapkan kebiasaan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan juga asri sehingga menjadi menjadikan pola hidup bebas dari sampah.

Selamat berubah!