Menjadi istri pegawai Bea Cukai atau yang lebih dikenal dengan singkatan BC membuat saya berpikir sekian lama, walaupun hubungan kami sudah hampir 9 tahun, dan 2 bulan nanti tepat Anniversary ke 9 kami sudah sah menjadi suami istri (Aaminn)

Kenapa harus berpikir lama untuk mengiyakan ajakan menikah dari dia? tentu saja terkait dengan karir saya, saya jauh-jauh kuliah dari kota kelahiran saya untuk bisa berkuliah di salah satu kampus negeri di kota Malang karena saya ingin bisa mengejar impian saya mengejar cita-cita saya. Apalagi ketika mulai muncul perasaan ingin seperti teman lain yang sudah mulai menapaki karir mereka baik di BUMN, RS, PNS dll di satu tempat.

Bekerja di Kementrian Keuangan khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengharuskan dia tidak menetap di satu tempat, dia harus berpindah dari satu kota ke kota lainnya, dari satu pulau ke pulau lainnya. Mungkin setiap 3-6 tahun sekali dia harus berpindah. Atau bahkan dia bisa juga bekerja di perbatasan, pelabuhan, bandara dan tempat-tempat tertentu yang membutuhkan ada shif penjagaan pagi, siang atau malam

Yang punya kekasih atau suami atau istri bekerja di BC mungkin sudah paham bagaimana tugas pasangan kita. Dan setelah memikirkan cukup lama antara karir yang ingin saya kembangkan terus namun tentu saja tidak bisa berpindah-pindah atau berpindah mengikuti suami dengan membangun karir dari nol asal tetap menomor satukan keluarga, saya memilih untuk tetap mengikuti kemanapun suami saya berpindah nantinya.Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya dan setiap orang memiliki pilihan masing-masing. Dengan pilihan yang saya buat sebagai seorang sarjana kesehatan saya mulai membuat beberapa daftar rencana A, B, C dst mengenai jenjang karir saya dan keluarga yang akan kami bina nanti.

Jika kamu memiliki pasangan seorang pegawai bea dan cukai ini yang harus kamu pikirkan:

Advertisement

1. Pilih Karir atau mengikuti pasanganmu berpindah-pindah dinas

Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing, jika kamu memilih untuk berkarir dengan tetap di satu tempat maka konsekuensinya kamu harus rela Long Distance Relationship dengan pasanganmu, untuk pilihan ini tenang saja dan tetap positive thinking, tetap jaga komunikasi dengan pasangan dan yang terpenting saling setia dan tetap bertanggung jawab sebagai seorang istri dan juga ibu.

Bekerja dan tetap mengikuti pasanganmu berpindah tugas atau bahkan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, konsekuensinya kalau kamu tetap bekerja kamu memulai karirmu dari nol lagi, happynya selalu mendampingi suami dan siapkan rencana-rencana lain (namun bisa saja jika rezekinya dan beruntung kamu tetap bisa pada jabatanmu atau bahkan lebih tinggi setiap berpindah tugas), menjadi ibu rumah tangga juga menakjubkan, ingatlah ibu rumah tangga juga suatu pekerjaan yang tiada habisnya dimulai sejak bangun pagi hingga akan tidur malam, Luar biasa banyaknya pekerjaan rumah.

2. Tersenyumlah ketika pasanganmu pulang kerja

Bekerja di lingkungan Bea Cukai itu tidak mudah loh, capek dilingkungan kerja masa iya sampai rumah disuguhi kemanyunan istri. Berikan senyuman seperti pertama kali kalian pacaran, senyum termanis yang kamu punya, syukur-syukur suami pulang kerja ada teh manis hangat dan anak yang sudah manis-manis menyambut ayahnya pulang kerja, rumah sudah rapi bersih. Pasti Suami kita bakal betah dan adem pikirannya setelah seharian bekerja

3.Sediakan waktu luang untuk ngobrol dan membelai suamimu bahkan saat weekend sediakan family time

Suamimu bekerja demi untuk menghidupi keluarga dengan layak, berikan suamimu penghargaan. Penghargaan yang dimaksud buka dengan piala atau tarian pompom loh hahaha, cukup mendengarkan dia bercerita, kamu bercerita, atau bahkan menikmati waktu libur bersama itu sudah termasuk penghargaan luar biasa baginya.

4. Selalu doakan dia dalam bertugas

Ini yang terpenting dari semuanya. Mendoakan dia dimanapun dia bertugas agar dia pulang dengan selamat, menghasilkan rezeki halal dan selalu amanah menjalankan tugasnya.

5. Mampu menjadi bendahara yang baik

Sebagai istri kita harus mampu mengontrol pengeluaran keuangan, seberapapun gaji dan tunjangan suami kita harus tetap pandai kita mengaturnya, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Ingatlah semakin banyak uang yang diperoleh maka semakin banyak godaan untuk menghabiskannya, jadi pandai-pandailah mengatur keuangan untuk keluargamu. Biarpun nantinya semua gaji dan tunjangan suami kamu yang pegang, tetap harus pandai mengaturnya.

6.Menghindarkan dan Menjauhkan suami dari godaan tidak baik
Seperti dijelaskan di atas tadi Bea Cukai bekerja dibawah kementerian keuangan. Semua rencana, tindakan, keputusan dalam bekerja harus teliti dan bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah, masyarakat, tempat bekerja dan keluarga. Godaan dalam pekerjaan mungkin akan ditemui, kemilau rupiah mungkin menyilaukan mata hati.Di sinilah tugas dan peran mulia dari istri untuk selalu meluruskan pikiran dan hati sang suami agar jauh dari rejeki yang tidak halal. Jangan sampai apa yang tidak halal dijadikan halal hanya karena keinginan istri/ suami yang tidak terkontrol.

Seperti lagu dari Dilla Oxella- Bea Cukai Sejati

Demi melindungi negara

tanpa kenal lelah dan waktu,

layani sepenuh hati, tindak penyelundup tanpa kompromi…

Reff:

Tanpa ku peduli

dimanapun ku bertugas kini

walau selalu pindah kutetap berikan yang terbaik.

Bea Cukai sejati tuk kejayaan ibu Pertiwi

Berbanggalah dan Berbahagialah menjadi pendamping seorang Pegawai Bea Cukai, nikmati peranmu disampingnya dan jadilah istri yang amanah