Tak perlu merasa bersalah ataupun malu, Perihal kata " Putus " yang kadung kau ucapkan waktu itu, Bukankah menjaga keutuhan cintaku bukan merupakan opsi utamamu, Sebab ada hati yang lebih kau jaga agar tak terluka,.

Asal kau tau saja aku memang sempat kecewa luar biasa karena keputusanmu yang tak bisa ku terima dengan logika, Tetapi pelan – pelan aku mulai menyadari aku bukanlah opsi utamamu. Aku masih ingat sekali ketika pertama kali kita mengikat janji saling menjaga, ku kira kamu orang luar biasa yang bersedia menemani ku hingga menua.

Sayang ingin rasanya aku menjadi manusia pelupa untuk sementara, Bukan karena aku yang tak setia menjagamu lagi, tetapi ingin rasanya aku melupakanmu untuk sementara, Menjadi bukan diriku agar tak kau kenali keberadaannya.

Jujur saja,tanpamu aku sempat sesak luar biasa, hidup tanpamu seperti kosong rasanya. Ada saat dimana aku terbangun tenggah malam dan yang ku fikirkan hanya tentangmu. Sedang apakah kau disana? Apakah masih sama seperti dulu saat bersamaku, ataukah sudah berbeda kamu mulai melupakan rasa yang sempat ku serahkan sepenuhnya.

Namun toh pada ahirnya, kamu kembali juga, hatiku luluh seketika, walau kita tak lagi dalam perasaan yang sama, ku terima kehadiranmu kembali harapku kamu bisa segera memahami aku yang selalu setia dan tulus mencintaimu,.

Advertisement

"Jangan merasa bersalah karena sudah menyakiti, aku lapang dada meneriama. Akan ada masa dimana kau dan aku akan kembali di pertemukan Tuhan lalu bersama selamanya. "