Demam Korean Pop atau yang disingkat K-POP di Indonesia sudah terjadi cukup lama. Pada saat kpop mulai masuk ke Indonesia, banyak yang berbondong-bondong ngefans dengan oppa dan unnie korea. Memang tidak ada yang salah jika kita ngefans sama mereka. Sebagai seorang kpopers juga merasakan senang sedih dan up and downs nya dalam dunia per kpop an. Kpop itu ibarat jurang tak berujung.

Semakin kamu kepo maka akan semakin dalam jatuh ke dunia fana. Dan untuk keluar dari kpop itu hampir mustahil.

KPOP itu adiktif. Setiap berhasil menemukan satu grup, kita akan mengidolakannya, yang kemudian berlanjut mencari informasi tentang anggota grup tersebut satu-satu, lalu menentukan siapa member terfavorit kita di antara sekian anggota grup. Setelah tau siapa member favorit kita, kita akan stalking, mencari kapan ulang tahunnya, dan mencari foto-fotonya atau pun fakta-fakta tentangnya biar kita merasa lebih dekat dengan idol. Kemudian muncul satu grup lagi, dan siklus tersebut kembali berulang.

Kita para fangirl dan fanboy pernah merasakan yang namanya bahagia sampe ketawa-ketawa sendiri, hingga nangis sedih galau di pojokan kamar. Entah sedihnya gara-gara salah satu member ada yang tiba-tiba keluar dari grup, kemudian berita idol kita yang berkencan, atau gara-gara sebentar lagi konser dan kita nggak mampu buat nonton konsernya padahal konser di negara kita merupakan hal yang langka. Melihat idol bahagia aja kita udah bahagia banget. Sebaliknya saat idol dikabarkan cedera atau kelelahan saat konser, kita juga turut merasa sakit dan sedih. Seolah-olah semua yang mereka rasakan, kita juga ikut merasakannya,

Menjadi fans KPOP yang 'sebenarnya' itu membutuhkan waktu, biaya, niat, dan tenaga yang tidak sedikit. Untuk menghadiri fansign saja kita harus membeli ratusan album yang kemudian kita menunggu undian nama kita untuk masuk ke dalam list fansign. Padahal harga satu album saja sudah mahal. Belum lagi photobook, tiket konser, biaya kuota internet bagi fans yang hanya bisa melihat idol dari layar kaca, dan segala merchandise dunia per-kpopan. Suka sama satu grup aja udah mengeluarkan banyak banget duit. Apalagi kalau kita sukanya terhadap lebih dari satu grup.

Advertisement

Tapi jadilah fans Kpop yang cerdas. Jangan menjadi fans yang suka rusuh dan menciptakan fanwar.

Nggak ada untungnya sama sekali kalau kamu membuat keributan. Kalau kamu tidak suka terhadap salah satu grup KPOP, mendingan tutup mulut aja daripada menjelek-jelekkan grup tersebut yang justru memicu keributan. Kalau kata quotes sih "Jika kamu tidak memiliki sesuatu yang bagus untuk dikatakan, lebih baik diam"

Jangan jadi fans yang posesif yang berpikiran bahwa idol hanya milik kita. Kita hidup di dunia nyata, bukan seperti di drama korea yang ceritanya sudah diatur sedemikian rupa. Ambil untungnya buang ruginya. Dari KPOP kita bisa memanfaatkan hal-hal positif misalnya seperti membuka online shop yang berjualan merchandise kpop, menawarkan jasa membuat fan art, membuka biro perjalanan konser, atau mencari relasi dengan teman sesama kpop. Jadikan kpop sebagai motivasi agar kita bahagia terus setiap hari dan jadi semangat menjalani hari itu.

Ingat, kpop bukan segalanya. Walau pun K-POP adiktif dan menyenangkan, banyak hal yang masih bisa dilakukan di samping menatapi layar untuk melihat oppa dan unnie kesayangan kita. Meskipun kita terus terjebak di jurang kpop dan terus berusaha mencari tau segala hal tentang kpop.. Jadilah fans kpop yang produktif ya!