Laki-laki juga manusia! Yeah. That's right. Meskipun terlihat acuh dan seringkali tak berperasaan, mereka tetap manusia. Tahu, kan? Kalau yang namanya manusia itu punya hati. Punya hati berarti punya rasa cemburu. Begitu pun para laki-laki. Hanya saja, sedikit berbeda dari cemburunya kaum perempuan nih!

1. Kecemburuan laki-laki berdasarkan komitmen, kecemburuan perempuan berdasarkan ego

Mekanisme kecemburuan pada laki-laki hanya terjadi ketika ia telah menjalin hubungan romantis dan memiliki komitmen untuk serius. Laki-laki jarang merasa cemburu ketika dia tidak menjalin hubungan dengan siapa pun. Nah, sedangkan mekanisme cemburu pada perempuan bisa muncul jauh sebelum ia terlibat dalam sebuah hubungan romantis. Dengan kata lain, perempuan bisa saja merasa cemburu meskipun ia dan "objek" yang dicemburuinya tersebut tidak terikat dalam suatu hubungan apapun.

"Aku cemburu. Tapi.. Ia bukan pacarku."

Bagamana? Untuk yang satu ini, laki-laki lebih logis 'kan?

2. Ekspresi kecemburuan laki-laki lebih elegan, ekspresi kecemburuan perempuan sulit ditebak dan (kadang) berlebihan

Mungkin benar ungkapan bahwa laki-laki adalah makhluk yang lebih agresif daripada perempuan. Banyak hal yang tidak bisa diterima lalu diselesaikan dengan jalan adu fisik. Begitu pula ketika mereka merasa cemburu. Laki-laki cenderung mengungkapkan kecemburuan dalam ungkapan verbal dan sikap posesif, memonopoli waktu pasangan, kekerasan fisik yang ditujukan baik terhadap pasangan maupun rivalnya (yang membuatnya cemburu), manipulasi emosional, bahkan bisa sampai mengancam rivalnya.

Advertisement

Hal ini berbanding terbalik dengan kaum perempuan. Perempuan menanggapi kecemburuan dengan perasaan tertekan karena amarah yang seringkali tidak diungkapkan yang berujung pada menangisi diri sendiri. Bahkan tak jarang perempuan menyalahkan diri sendiri atas perselingkuhan pasangannya. Dengan alasan dirinya tak cukup baik dan tak lagi menarik bagi pasangannya.

3. Jika ada potensi orang ketiga, perempuan jauh lebih peka daripada laki-laki. Wah, kudu hati-hati nih! 🙂

Insting yang dimiliki perempuan menjadikan mereka lebih predictive. Mereka cenderung waspada dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan bahwa pasangannya memberi perhatian lebih ke perempuan lain. Sehingga bau-bau perselingkuhan akan dengan mudahnya tercium oleh mereka. Kenapa laki-laki memiliki kemampuan yang terbatas dalam hal memprediksi ini? Karena laki-laki cenderung acuh dan tidak terlalu peduli dengan lingkungannya. Berbeda dengan perempuan, dimana mereka memiliki kepedulian yang tinggi bahkan hal-hal kecil yang terjadi pada pasangannya.

"Mas, kamu kok jadi lebih sering pake minyak wangi kalau mau kerja?"

Kalau jadi intel, perempuan cocok nih!

4. Ketika sedang cemburu, laki-laki tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang yang dicemburui, sedangkan perempuan iya

Laki-laki bukanlah makhluk yang suka membanding-bandingkan diri dengan laki-laki lain. Mereka tdiak gampang cemburu dengan laki-laki lain yang memiliki daya tarik fisik yang lebih bagus. Berbeda dengan perempuan. Mereka sering membanding-bandingkan diri dengan perempuan lain. Kekurangan fisik menjadikan mereka lebih sering merasa cemburu. Misalnya wanita pendek memiliki rasa cemburu yang lebih besar daripada wanita yang tingginya di atas rata-rata.

Bagi perempuan, kehadiran perempuan lain yang lebih menarik dari dirinya di sekitar pasangannya adalah sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu akan membumihanguskan hubungan mereka. Sebenarnya bukan berarti laki-laki tak pernah melakukan hal ini, ya. Hanya saja, intensitas self-comparison perempuan jauh lebih tinggi.

"Kamu pasti suka berada dekat dia. Habis dia lebih cantik sih. Tinggi putih langsing…"

atau

"Iya aku emang jelek gendut item. Nggak kayak temen kamu itu…"

Buat kaum ladies, nih. Membanding-bandingkan diri itu bikin capek loh. Kamu terus-terusan tertekan dengan rasa cemburu. Yakin aja, kalau pasanganmu lebih memilih kamu daripada temennya yang putih langsing, berarti ia telah menerima kamu sebagaimana adanya. Mungkin dengan keyakinan penuh, kamu bisa sedikit meminimalisir rasa cemburu kamu ke dia.

Nah, meskipun cemburunya laki-laki dan perempuan itu berbeda, ada satu hal yang sama-sama dialami oleh keduanya…

Tingkat kecemburuan laki-laki bergantung dari lamanya hubungan, sedangkan perempuan tidak kenal masa :')

Bagi pasangan yang telah menjalin hubungan cukup lama, mungkin merasa cemburu semakin besar. Ada suatu rumus yang menggambarkan hal ini.

Hubungan lama = investasi banyak = kecemburuan tinggi.

Ketika seseorang menjalin hubungan romantis, sadar tak sadar akan banyak waktu, tenaga, bahkan biaya yang telah dihabiskan. Ketiga hal ini adalah investasi yang diberikan tidak hanya oleh laki-laki tetapi juga perempuan. Semakin lama hubungan, maka investasi yang telah diberikan oleh masing-masing pun semakin banyak. Dengan banyaknya investasi ini, maka tingkat kecemburuan pun semakin tinggi. Bertambahnya tingkat cemburu dalam hubungan yang semakin lama didasarkan karena ketidakrelaan akan kehilangan investasi yang telah diberikan selama ini.

Hal ini berlaku untuk keduanya, laki-laki dan perempuan, meskipun laki-laki menunjukkan kecemburuan yang lebih besar. Semakin banyak seorang laki-laki berinvestasi dalam hubungannya, semakin ia tidak siap untuk kehilangan. Dengan kata lain, peningkatan ekspresi cemburu laki-laki dalam hubungannya mungkin adalah upaya untuk memastikan investasi untuk pasangan dan hubungannya belum terbuang sia-sia.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengatasi cemburu?

Rasa cemburu yang terpendam ibarat bom waktu yang hanya menunggu waktunya saja untuk meledak. Menghancurkan semua harapan dan mungkin komitmen yang telah ditetapkan bersama. Ada baiknya persoalan ini segera diselesaikan. Reaksi masing-masing pasangan berbeda. Biasanya dalam memaknai dan mengatasi persoalan cemburu, pasangan melakukan satu dari dua hal ini.

Pertama, kebersamaan mereka lebih dekat melalui komunikasi. Masing-masing pasangan secara terbuka mengungkapkan kecemburuan dan saling mendukung untuk tercapainya solusi. Kedua, pasangan yang tidak aman akan terlibat dalam agresi (kemarahan) serta perilaku menarik diri dari pasangan. That's choice.