Ayah… Aku belum menemukan laki-laki hebat sepertimu, tetapi sebelum aku menemukan pasangan sejatiku kelak, kaulah laki-laki pertama yang menyayangiku tanpa pamrih. Memberikan sebagian waktumu untuk merawatku hingga aku tumbuh dewasa seperti ini. Memberikan seluruh kasih sayangmu hingga aku merasa kaulah satusatunya laki-laki yang tak ingin ku patahkan hatinya. Menyimpan seluruh keluh kesah demi keluargamu, demi memenuhi kebutuhan anakmu agar aku tak merasa kekurangan.

Kurasa jika digambarkan, mungkin lelahmu sudah seluas samudera. Hidup dan tumbuh di keluargamu, aku merasa sangat bersyukur dan tak sedikitpun menyesal. Terimakasih telah menjadi seseorang yang telah mengajarkan indahnya keluarga, mengajarkan cinta yang begitu rumit menjadi sesederhana makanan dan minuman hasil jerih payahmu. Sosok yang selalu ingin kutemukan pada diri pasangan hidupku kelak.

Ibu… Begitu pula pengorbanan besarmu telah mendidikku menjadi seperti ini. Sosok wanita hebat yang menjadikan hidup ayahku menjadi lebih berwarna dan kuat menjalani kerasnya hidup. Entah berapa kali aku menyebutmu dalam doaku, namun tiap kali aku mengingatmu aku merasa hidupku hidup ayahku tak akan pernah lengkap tanpamu. Terimakasih untukmu, telah mengabdikan sisa usiamu untuk menemani laki-laki semenarik ayahku. 🙂

Jutaan doa ingin kurangkum menjadi satu, semoga kau cinta pertamaku tak pernah lelah memberi pelajaran tentang gambaran perjalanan hidupku kelak. Maaf puteri kecilmu belum menghadiahkan sesuatu yang berharga untukmu. Kaulah cinta sejati yang kuyakini takkan pernah menginginkan aku untuk patah hati, hadiah yang diberikan oleh-Nya agar aku merasa setidaknya ada satu laki-laki di dunia ini yang tak pernah rela aku sakit hati, yang selalu ingin mencintaiku sepenuh hati, yang mengarahkanku menjadi yang lebih baik lagi dan lagi, yang tak ingin mengecewakanku di kemudian hari.

Setidaknya, engkau ada saat aku terjatuh dalam gelap dan terang, menggenggam erat tanganku agar tak takut melawan arus walau kadang aku hanyut terbawa olehnya. Terimakasih, kali ini aku telah diajarkan cinta dan suatu saat nanti aku akan mengajarkan cinta. Karena terkadang cinta bukan hanya tentang kebersamaan dan saling memberi dengan pasangan namun juga dengan ayahmu ataupun ibumu. Hargailah.