Waktu begitu cepat berjalan tidak pernah aku bayangkan kita sudah remaja dan sudah mengenal dunia kerja dan dunia kasih sayang dengan lawan jenis. Kamu yang begitu baik dan selalu mengalah terhadapku kini kau sudah tumbuh menjadi seseorang yang bisa melindungiku, menyayangiku, membuatku tersenyum. Akan aku ingat kembali cerita masa kecil kita yang penuh dengan canda tawa dan tangisan.

Aku tidak pernah berfikir sampai sejauh itu,aku tidak pernah berfikir kalau kita bisa bertemu. Awal yang tidak aku duga saat kita bermain bersama saat itu kamu hanyalah bocah ingusan dan diriku bocah yang pendiam, sukanya nangis juga, betapa terkejutnya saat kamu menjabatkan tanganmu dan kamu memperkenalkan dirimu kepadaku dan aku juga membalas jabatan tanganmu sambil berkata, "Aku Tyas. Salam kenal ya, Tika".

Hari berganti hari pertemanan kita semakin lengket saja seperti perangko yang tidak mau lepas. Kamu memulai masuk sekolah karena liburan telah selesai dan aku juga sepertimu harus masuk sekolah memang sekolah kita berbeda tetapi kamu masih saja ingat diriku meskipun disekelilingmu banyak teman yang ingin bermain bersamamu. Aku pun tumbuh menjadi anak yang sudah mengerti akan arti apa itu kasih sayang meskipun aku masih seumur jagung.

Di saat aku mempunyai kasih sayang yang tulus dari seorang kakak di situ pun aku juga merasakan kesedihan yang sangat sakit untuk dirasakan. Aku harus merelakan seorang teman yang aku anggap kakak pergi menjauh dariku untuk selama-lamanya. Ternyata kecupan dan pelukan itu terakhir aku terima dari seorang kakak yang cantik sepertinya. Dari kejadian itu aku sadar kesehatan dan kebersihan itu penting.

Di sisi lain teman kecilku menghampiriku, merangkulku dan berkata "kamu jangan bersedih dan menangis Allah swt itu maha adil mungkin itu yang terbaik untuknya,kamu kan masih mempunyai banyak orang yang sayang terhadapmu", aku tersadar bahwa aku tak berhak menyalahkan Allah SWT semua sudah diatur.Kita masih kecil tapi hati dan jiwa kita sudah merasakn satu sama lain untuk saling menyayangi.Kamu telah menghiburku disaat aku dalam keadaan yang kehilangan seperti ini.

Advertisement

Memang tidak ada yang bisa menggantikan kakakku tapi kamu tetep saudaraku. "Perpipasahan yang menyedihkan" Kita sudah menginjak masa remaja dimana kita sudah mengenal apa itu pacaran? Kita lulus dari sekolah menengah pertama yang sama saat itu kita bahagia tetapi saat aku harus bersekolah di kesehatan dan sedangkan kamu harus sekolah di bidang akutansi. Perpisahan yang berawal dari perbedaan sekolah yang menyedihkan. Aku pun tidak ada komunikasi lagi denganmu karna kamu sudah sibuk dengan urusan sekolahmu dan aku harus praktek kesehatan sana sini sehingga tidak ada waktu untuk kita bersama-sama.

Di suatu ketika aku harus kehilangan orang yang aku sayang, orang yang mengayomi keluarganya, orang pintar yang bisa mengatur warganya yaitu ayahandaku yang harus pergi meninggalkanku untuk selamanya, saat itu aku mengalami keadaan yang buruk, aku harus pasrah kehilangan ayah tersayangku. Terpukul sekali hati ini dimana saat itu aku baru masuk sekolah kesehatan tapi ayah secepat itu pergi meninggalkanku sekilas aku sempat untuk putus asa lagi-lagi sahabat kecilku datang dan menjabat tangan sambil berkata, "Masih ingatkah kamu terhadapku,aku yang pernah menemanimu saat kamu juga pernah terpuruk dan aku pernah bilang terhadapmu Allah SWT maha adil.Mungkin Allah SWT sayang terhadap ayahmu sehingga dia harus mengambilnya kembali.Coba tabahkan hatimu sekarang aku bersamamu kembali". MasyaAllah orang yang sempat aku lupakan hadir kembali dan mendekapku dengan penuh kasih sayangnya. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya teman.

Sungguh sangat terkejut saat aku lihat kamu duduk di sampingku saat kita interview. Masa Allah kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang sudah dewasa, kita saling tegur sapa. Sampai saat ini pun kau masih sahabat kecilku yang jail, lucu, elek tapi cantik kok namanya juga perempuan. Kau tetap sahabatku yang selalu menyayangiku meskipun aku sempat melupakanmu tapi semua itu sulit. Tetaplah pegang erat tanganku walaupun aku membuatmu marah atau sedih. Tetaplah bersamaku meskipun aku dalam keadaan terpuruk dan dalam keadaan bahagia.

Jangan kau nodai persahabatan kita ini. Dan semoga tidak ada masalah yang bisa merusak persahabatan kita. Sahabat yang tulus sulit untuk dicari sedangkan sahabat yang dengki hatinya banyak di cari. Sahabat kecilku yang kan ku ingat sampai kelak aku sudah di surga.