Ketika kamu memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, kamu dipenuhi oleh bayangan-bayangan indah yang menurut kamu akan kamu lakukan bersama kekasihmu. Semua terasa indah pada awalnya, dia selalu ada waktu untuk bersama mu, makan bersama, pergi ke bioskop, travelling berdua.

Namun ada saat dimana semua itu tiba-tiba hilang. Rasa jenuh dan bosan menghampiri, pasangan mu mulai tidak lagi mempunyai waktu untuk mu dengan berbagai macam alasan mulai dari pekerjaan, hobbi, sampai kepada urusan keluarga. Kamu mulai merasa kehilangan dan bertanya dalam hati, apa yang salah mengenai dirimu, a

pakah kamu tidak memperlakukannya dengan baik sehingga dia menjauh, apakah ada seseorang yang baru diantara hubungan kalian. Motivasi dari teman membuat mu berpikir positif tentang kekasihmu, mereka mengatakan kamu jangan terlalu banyak menuntut, kamu harus mengerti kesibukannya. Hal itu membuat mu buta akan fakta yang sedang terjadi, dia tidak datang kerumahmu di malam minggu dengan alasan futsal, dia tidak meneleponmu dengan alasan banyak pekerjaan, dia tidak mengajak mu makan malam diluar seperti dulu dengan alasan sedang tidak ada uang. Kamu mulai mengabaikan semua fakta itu karena motivasi yang salah dari teman yang tidak memahami keadaan hubungan kalian. Tapi kamu yang menjalani hubungan itu merasa bahwa ada yang salah mengenai hal itu.

Hingga pada suatu hari kamu yang dulu sangat menghargai privasi pasanganmu memberanikan diri membuka handphone nya ketika ia sedang ke toilet. Tangan mu gemetar, mulut terkatup tidak percaya dengan apa yang matamu lihat, seketika dunia mu runtuh ketika kamu baca bahwa kekasihmu mempunyai pasangan lain bukan hanya satu bahkan banyak perempuan yang ia panggil 'sayang'.

Kamu terdiam ketika dia kembali duduk, dan ia merasa bahwa ada yang salah mengenai dirimu.

Advertisement

Dia bertanya apa yang salah mengenai dirimu, kamu kalut hingga tak tahu harus mulai dari mana. Kamu menjadi sangat marah hingga air mata jatuh. Dia dengan segala upaya menyangkal apa yang terjadi, mengatakan bahwa semua itu tidak benar. Dia mengatakan banyak alasan, bahwa kamulah orang yang selalu menghabiskan waktu bersamanya. Dan kamu percaya semua itu.

Kamu memaafkannya. ketika hal ini terjadi padamu, percayalah memaafkan kasus perselingkuhan bukanlah hal yang tepat. Ketika kamu dengan mudah memaafkannya maka ia dengan mudah pula mengulanginya. Apa menyebabkan perselingkuhan, adalah rasa jenuh dengan pasangan. Tapi memilih untuk selingkuh bukan lah jawaban. Ketika kita merasa jenuh yang harus dilakukan adalah komunikasi.

Katakan apa yang membuat mu jenuh dan minta pasanganmu untuk merubahnya. Tinggalkan dia yang mengkhianatimu