Ada yang bilang, traveling itu hambur-hambur uang. Ada yang bilang, traveling itu cuman ajang pamer-pameran. Ada yang bilang, traveling itu cuman habisin waktu saja. Memang niat tiap orang itu berbeda, bagaimana pribadi masing-masing menyikapinya seperti apa.

Ada yang melakukan traveling hanya untuk kabur dari rutinitas, ada yang hanya ingin merilekskan pikiran, ada yang traveling untuk mencari inspirasi, bahkan ada yang melakukan traveling hanya agar mengikuti tren (ada). Jujur saja, pada awalnya saya terjun ke hobi traveling ini berawal dari tren "traveling" yang pada saat itu sedang booming di anak-anak muda.

Setelah menekuni banyak hobi sebelumnya mulai dari Skateboarding, Fingerboarding, bahkan Touring (dulu sempet jadi bikers), pada waktu itu saya dan Lylis penasaran dan mencoba memulai perjalanan keluar kota, menuju tempat-tempat wisata hits, dan pastinya upload foto ga ketinggalan. Tapi seiring waktu berjalan, 3 tahun hobi ini telah saya tekuni dan saya jalani, ternyata makna dari "traveling" sendiri itu lebih luas dari yang saya bayangkan sebelumnya.

Bukan hanya kegiatan untuk mencapai suatu tempat, bukan hanya kegiatan seru-seruan, dan bukan hanya sebuah "jalan-jalan".

Traveling itu bagi saya bukan hanya kesenangan semata saat perjalanan, tetapi perjalanan itulah yang memberikan pengalaman hidup paling berharga dalam hidup saya. Dari perjalanan itulah saya mendapatkan pengalaman dari apa yang terjadi saat perjalanan.

Advertisement

Mulai dari saat berkomunikasi dengan orang lain "stranger" di transportasi umum, berdiskusi dengan orang lain dari daerah bahkan negara berbeda dengan perspektif masing-masing dalam diri kita.

Melihat kehidupan warga lokal yang berbeda dengan kampung halaman kita, bahkan secara tidak sadar mengatur itenerary, memilih keputusan, bertanya, bernegosisasi, kehilangan barang, ketinggalan transportasi saat perjalanan pun memberikan pengalaman yang sangat berharga!

Ternyata "Traveling" adalah salah satu perintah juga dari Allah (Islam)

Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang menginspirasi para pendahulu kita melakukan perjalanan jauh, contohnya ayat 15 surat Al-Mulk:

β€œDialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”.

Menurut Sahal, ayat ini adalah petunjuk bahwa Allah mendorong kita untuk berusaha semaksimal mungkin dalam bekerja. β€œAllah tidak membatasi kita dalam mencari penghasilan. Silakan melakukan perjalanan sejauh mungkin untuk mencari penghidupan, berbisnis.”.

Traveling bukan hanya jalan-jalan, bekerja di tanah perantauan pun itu termasuk traveling. Jangan ragu untuk berkelana, merantau, dan mencari penghidupan di tanah orang, karena dibalik itu semua terdapat banyak ilmu yang akan didapatkan. Selain itu, dengan traveling melihat dunia dan alam-alam ciptaan Tuhan, semakin membuat kita merasakan bahwa dunia itu luas dan betapa indahnya ciptaan-ciptaan Tuhan.

Traveling membuat kita sadar bahwa setiap orang punya perspektif yang berbeda

Banyak orang yang hanya bisa menilai sesuatu dari perspektif dirinya saja, mau itu positif ataupun negatif. Dari traveling ini saya menjadi sadar bahwa dunia itu sangat luas, dipisahkan menjadi jutaan pulau, ribuan budaya, ratusan negara dan bahkan di satu wilayah pun perspektif akan sesuatu hal setiap orangnya akan berbeda.

Dari sinilah kita bisa belajar menghargai pendapat orang lain, menghargai pemikiran orang lain, bahkan menjadikan pemikiran orang lain menjadi inspirasi dalam pandangan kita. Indahnya perbedaan.

Saat perjalanan kita akan menemui banyak kejutan-kejutan yang tak disangka

Saat perjalanan kita akan menemui orang-orang yang tidak pernah kita kenal sebelumnya, kita akan masuk ke wilayah orang lain yang memiliki kebiasaan dan budaya yang berbeda, dan akan menemukan hal yang tak disangka sebelumnya. Saya pernah berbicara dengan bapak-bapak tua di kereta, kita berbicara sampai larut, dan diakhir pembicaraan beliau memberikan saya nasihat yang tak disangka.

Ada 3 hal yang akan membuat kau bahagia selamanya. 1, bersedekah. 2, bersyukur. 3, bahagiakanlah bidadarimu (anak, ibu, istri).

Ada pun saat perjalanan backpacker ke Lombok, saya sedang melakukan perjalanan ke Tanjung Aan tapi tak kunjung menemukan pantainya, alhasil saya pun random memilih jalan dan menemukan pantai yang belum pernah saya ketahui (dari survey sebelum berangkat) dan pantai nya secantik ini!

Traveling membuat diri kita dikelilingi energi positif

Saat traveling, rasanya hati selalu selalu bahagia. Saat perjalanan pun kita bertemu dengan orang-orang baru dan kita mempercayainya tanpa memandang siapa dia. Dari sifat positive thinking itu diharapkan bisa ditularkan juga ke kehidupan kita mulai dari pekerjaan, kebiasaan sehari-hari, untuk selalu menjaga energi positif di dalam diri kita.

Traveling membuat kita mengenali arti kebahagiaan dan bersyukur

Disaat perjalanan dan melakukan traveling, kadang kita tidak berfikir berapakah jumlah uang kita, yang terpenting adalah apa yang kita dapat. Dari sini saya menjadi sadar bahwa uang hanyalah alat, alat untuk membeli kebahagiaan, dan belum tentu ada uang pun bisa mendapatkan kebahagiaan.

Memang masing-masing pribadi mempunyai kebahagiaannya masing-masing, namun untuk saya kebahagiaan paling sempurna adalah ketika kita bersyukur, bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita, termasuk pantai-pantai, gunung-gunung cantik disekitar kita.

Ini hanya pandangan saya saja, setiap orang punya pandangan masing-masing. Hanya untuk sharing, curhat, dan memberi inspirasi siapa tau ada yang baca dan terinspirasi oleh perjalanan saya ini. Thanks for reading! Selamat melakukan perjalanan di bumi ini dan jangan lupa mensyukurinya πŸ˜€

Travel, Love, and Be Happy!
Ikuti travel blog Irham Faridh di social media : Instagram @irhamfaridh, Twitter @irhamfaridh & like Facebook Irham Faridh.