Ada rasa syukur yang tak terkira dalam hati karena hadirmu disini. Ada bahagia yang tak dapat disuarakan. Ia mengalir lembut dengan rasa yang kita sebut "cinta". Andaikan aku bisa, aku ingin berteriak sebisa suaraku agar seluruh dunia tau betapa berharganya kamu untukku, teman hidupku.

Tapi itu rasanya tak mungkin. Jadi, cukuplah kamu, aku, dan Tuhan yang tau akan hal ini..

Sudah lama aku tau tentang kamu dari temanku. Kamu yang katanya menyukai idol grup yang sama denganku juga katanya ingin tau aku dari temanku. Membingungkan bukan? Hahaha, tapi aku ingat betul bagaimana siang mengantar pertemuan kita di koridor sekolah.

Menit-menit yang berlalu membuat kita saling menyadari keberadaan masing masing disana. Kamu menyapaku dengan ramah. Jujur, ada getar berbeda saat kamu menatap kedua mataku yang refleks ku tundukan pandangannya karena malu. Tak lupa kuberikan senyum diawal pertemuan kita. Pertanyaan pertanyaan ringan pun tak terhindarkan.

"Suka JKT48 yah?"
"Oshi-nya siapa?"

Advertisement

Obrolan tentang idol grup kesukaan kita itu pun mengalir lancar diselingi gelak tawa tak terhindarkan. Aku merasakan nyaman saat itu. Nyaman sekali. Sampai sampai aku lupa kalau kamu adalah kakak kelasku sendiri. Mengobrol sampai hari menjelang sore bersamamu membuatku lupa waktu. Tapi, sesampainya dirumah, aku baru memikirkan sesuatu..

Aku baru saja tertawa lepas bersama seseorang yang baru saja ku kenal di awal obrolan kita

Aku tidak mengerti. Jujur, aku memang orang yang susah akrab dengan orang lain. Tapi kali ini mengapa semuanya begitu berbeda? Aku merasa mengobrol denganmu sama seperti sahabatku yang lain. Dan keakraban kita semakin dekat, sejalan dengan hatiku yang terjatuh semakin dalam.

Dibawah taburan bintang kerap kali kubayangkan wajahmu. Mendadak ada rasa sepi. Kubayangkan betapa nyamannya jika kau ada disisi. Ada sesak dalam hati, apa aku harus tetap memendam perasaanku ini? dan sekarang aku bisa menyimpulkan sesuatu.. Aku jatuh cinta padamu.

Memandangmu diam diam dari jauh mulai jadi kebiasaanku disekolah. Menunggu pesan masuk darimu ke handphone ku juga mulai kujalani setiap harinya. Jujur, pesan pesan itu membuatku semakin terbang tinggi. Ditengah rasa senang itu, ada sesak yang kembali datang mengganggu.

Apakah kau memiliki rasa yang sama? Atau aku yang hanya sekedar terbawa perasaan? Haruskah ku ungkapkan atau mundur andaikan hatiku harus tersakiti karena harapanku padamu?

Ditengah kegalauan itu, aku merasa kamu semakin dekat. Aku sudah mulai pasrah hingga akhirnya kamu menyatakan perasaanmu padaku..

Sayang katanya,

Airmataku menetes satu satu. Inilah akhir penantianku. Dengan segala perasaan yang bercampur, izinkan aku mengucapkan Selamat Datang untukmu, cintaku..

Aku bahagia memilikimu. Kuharap kebahagiaan ini sampai akhir nanti..

Bersamamu, kujalani semuanya dengan perasaan berbeda. Apapun yang dulu membuatku bosan setengah mati kujalani karena kau yang selalu menyemangati. Begitupun sebaliknya. Bersamamu, aku tak lagi takut. Sekarang, arti cinta itu benar benar kurasakan.

Kuharap kita memang benar benar diizinkan bersama selamanya. Aku mencintaimu, dan akan terus begitu