Mengapa harus sampai sini bila kamu sendiri tak pernah mengenal hati yang selama ini melekat padamu. Ini bukan yang pertama kali ku lihat ragu dimatamu. Puluhan pertanyaan mengalir dari bibirmu "apakah aku satu-satunya." Kuharap kamu tak perlu berfikir seperti itu. Bila sampai saat ini aku mampu bertahan untukmu, maka bukankah seharusnya kamu tak perlu mempertanyakan bagaimana perasaanku.

Percayalah, hai pria yang ku harap kelak jadi ayah bagi anak-anak kita, aku bukan orang yang mau membuang waktu untuk bermain dadu apakah kelak segala usahamu mampu membuat aku mencintaimu.

Sudah tegas ku katakan. Aku hanya akan memperjuangkan apa yang paling ingin aku dapatkan. Dari yang mengisi sebelum kamu aku sudah belajar kehilangan. Maka sebisa mungkin aku tak akan mau kehilangan lagi untuk kesekian kalinya, apalagi bila kehilangan itu bercerita tentang kamu. Dari mulutku pula senantiasa terlantun doa bagi kita, kiranya Tuhan memihak pada apa yang paling kita rencanakan.

Tak perlu lagi membuang waktumu mempertanyakan ini itu. Percayalah, aku memang mencintaimu. Kamu perlu tahu, bahwa tidak semua cinta harus romantis dan penuh drama. Tak terlalu ku tuntut waktumu untuk sesering mungkin menemuiku bukan karena tak lahirnya rindu yang begitu pilu, tapi karena aku yakin kamu dan aku sedang bersama-sama saling mempersiapkan diri untuk dapat layak seatap bersama.

Bila aku tak sering menanyakan kabarmu atau sekedar mengingatkanmu makan siang, ketahuilah, bahwa itu karena aku tahu, kamu sudah cukup dewasa untuk menjaga dirimu sampai kelak akulah yang akan mempersiapkan setiap keperluanmu. Dan aku rasa tak perlu lagi kutanya sedang apa dan bersama siapa kamu saat jumpa sedang tak dapat kita nikmati bersama.

Advertisement

Karena aku yakin apapun yang kamu lakukan dibelakangku, pasti tak bergulir sedikitpun niat dalam benakmu untuk meretakan apa yang telah kita bina.

Sejauh ini kamulah cinta yang paling aku perjuangkan. Bersamamu aku merasa mampu jatuh cinta berkali-kali dengan orang sama. Pelukanmu masih jadi yang paling nyaman untuk memintaku pulang. Bahkan pertengkaran yang kita alami selama ini sama sekali tak mampu membuatku untuk beranjak darisini. Denganmu aku selalu merasa mampu meniti langkah yang berat sekalipun.

Kamulah satu-satunya alasan kenapa aku begitu ingin jadi wanita yang sempurna sekalipun kamu tak pernah memintanya.

Karena itu ku mohon padamu untuk tak pernah sedikitpun menyimpan ragu tentang apa tujuanku ada disampingmu. Percayalah.. rusuk yang hilang pada akhirnya akan kembali kepada tempatnya. Entah bagaimana kita nanti kedepannya yang jelas sampai saat ini kamulah pengisi ceritaku dalam doa.