Bagimu yang sudah terjun di dunia kerja, pasti mengetahui tentang fakta bahwa bekerja bukan saja untuk mencari penghasilan, tapi juga membangun relasi bersama teman sekantor. Selain soal materi, relasi juga menjadi salah satu hal yang penting untuk meningkatkan kinerja juga sebagai aset untuk kita dapat melebarkan sayap berjejaring.

Nggak bisa dimungkiri bahwa dunia kerja juga adalah ladang persaingan. Bisa saja, di balik sikap ramah seorang teman kerja, tersimpan suatu ambisi besar dalam dirinya untuk bisa mengalahkanmu dalam hal berkarier, terlebih dengan cara yang licik. Hal ini harus kamu sikapi dengan serius karena akan mempengaruhi kariermu ke depannya.

1. Si tukang gosip yang membawa pengaruh buruk. Biasanya, ia kerap membicarakan tentang keburukan orang lain atau isu terhangat di tempat kerja

Ciri-ciri si pembawa pengaruh buruk ini adalah rajin mengajakmu bergosip, membicarakan keburukan orang lain, ataupun mengajakmu bermalas-malasan saat jam kerja, dan nggak jarang mengajakmu untuk bersenang-senang dan menghamburkan uang juga. Kamu patut waspada dengan orang yang suka membicarakan orang lain seperti ini. Bisa jadi suatu saat nanti dia juga akan membicarakanmu di belakang. Cobalah menjaga jarak terhadap tipe orang seperti ini, jangan terlalu percaya dan jangan terlalu banyak menceritakan masalah pribadimu padanya. Jika mudah terpengaruh, kamu akan merasa bergaul dengannya adalah hal yang mengasyikkan.

2. Si destroyer yang nggak punya etika, kelakuannya bikin kamu kerap nggak bisa fokus kerja

pengganggu ketenangan via good.co

Advertisement

Jika ada orang di lingkungan kerjamu yang adalah si pengganggu, harap bersabar, ya. Orang ini sering sekali berbuat kurang beretika dan nggak menyenangkan karena membuatmu sangat terganggu saat sedang bekerja sementara ia mendengarkan musik dengan volume keras sembari memukul-mukul meja. Atau saat kamu sedang dikejar deadline, ia malah mengajak ngobrol dan menggosipi si bos. Mempunyai rekan kerja yang nggak punya etika seperti ini juga akan mengganggu, pekerjaanmu pun akan terbengkalai karena ulahnya. Lebih baik kamu menegur orang itu baik-baik dan katakan bahwa kamu merasa terganggu dengan apa yang ia perbuat.

3. Si sok senior yang kerjaannya menyuruh-nyuruh anak baru, kelakuannya bikin malu dan nggak patut ditiru

si sok senior via www.telegraf.rs

Seringkali, mereka yang telah lebih dulu menjadi karyawan alias ‘senior’ dalam sebuah pekerjaan, menciptakan ketimpangan di kantor. Terkadang mereka bertindak semaunya dan kerap melebihi atasan dalam hal memerintah. Jika kamu adalah karyawan baru, apalagi masih dalam status kontrak, nggak heran jika seringkali menjadi sasaran keseniorannya. Untuk mengatasinya, sebaiknya kamu perhatikan kondisi dan sistem yang diterapkan kantor terlebih dahulu. Jika sistem senioritas itu sudah lama berjalan, baiknya kamu ikuti saja kondisi tersebut dengan sabar sampai kamu diangkat menjadi karyawan tetap. Tapi jika ternyata kantormu menerapkan sistem demokratis dan nggak pandang senioritas, segera laporkan mereka pada atasanmu, ya!

4. Si penjilat yang suka mencari perhatian orang-orang penting di tempat kerja, berharap pujian dan diberi posisi penting juga

penjilat via urbanpost.it

Orang-orang ini biasanya mereka yang pertama kali memajang diri di depan atasan ketika ada suatu prestasi yang berhasil dikerjakan oleh tim. Tipe penjilat juga terkenal dengan hobinya yang suka cari muka . Ia nggak akan pernah ragu untuk mengajukan diri menjadi juru bicara tim setiap kali ada kesuksesan yang diraih oleh tim. Padahal, kesuksesan itu adalah hasil kerja tim. Selain itu, ia paling aktif ‘nampang’ saat ada orang penting yang datang ke kantor dan mencari perhatian dengan berpura-pura sebagai orang yang paling sibuk ketika atasan sedang mengawasi. Jauhi orang-orang seperti ini karena akan memberi pengaruh buruk buatmu.

5. Teman kerja yang suka lari dari tanggung jawab, ia suka menyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahannya sendiri

suka menyalahkan via www.huffingtonpost.com

Satu tim dengan teman kerja yang memiliki karakter seperti ini adalah bencana. Ia akan melemparkan tanggung jawabnya pada orang lain saat dia nggak bisa menyelesaikan pekerjaan, pun dengan berbagai alasan ia akan menyalahkanmu dan anggota tim lainnya jika sampai ditegur oleh atasan. Bekerjasamalah dengan anggota tim lainnya untuk saling mengawasi tugas dan selalu update hal-hal yang sudah dikerjakan. Hal ini berguna untuk menghindari orang ini lari dari tanggung jawab dan menyalahkanmu atau teman lainnya. Namun jika kamu harus bekerja dengannya berdua saja, pastikan pembagian kerja kalian jelas, sehingga kamu nggak akan jadi kambing hitam. Jika cara ini gagal, berterus teranglah pada atasan tentang kondisi yang sebenarnya terjadi.

6. Hati-hati juga dengan si backstabber alias tukang tusuk dari belakang, ia nggak suka lihat kamu berhasil di tempat kerja

suka menusuk dari belakang via www.lifehacker.com.au

Kamu harus berhati-hati dengan teman kerja yang satu ini, si backstabber alias tukang tusuk dari belakang. Kemungkinan besar kamu nggak menyadari sifat aslinya karena ia pandai bersikap manis dan berpura-pura ramah terhadapmu. Padahal, di belakangmu, ia sering menyebarkan cerita-cerita negatif tentangmu. Lebih parahnya lagi, bisa jadi ia sengaja menjerumuskanmu agar kamu nggak berhasil dalam pekerjaan. Ia juga nggak segan untuk mengkhianatimu demi mengejar kepentingan pribadinya. Jika kamu mendapati gerak-gerik yang mencurigakan dari orang ini, segera hindari dan jauhi agar kamu nggak terjerat pada tipu dayanya yang berbahaya.

Mulai sekarang, kamu harus bisa mencermati seperti apa tipe teman kerja di kantormu. Kenali yang mana yang harus diwaspadai dan mana yang bisa dijadikan tempat berbagi. Jangan sampai kebaikanmu dijadikan alat untuk kemajuan karier mereka, sementara kamu yang bekerja keras nggak mendapatkan apa-apa. Tetap waspada, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya