Rasanya mendengar istilah TOEFL sudah bukan hal yang asing lagi di telanga para akademisi. Test of English as a Foreign Language adalah salah satu tes yang biasanya dilakukan untuk menguji kemampuan dalam berbahasa Inggris sebagai syarat memasuki perguruan tinggi ternama. Nggak hanya itu, TOEFL ternyata juga menjadi salah satu syarat untuk memasuki dunia kerja. Beberapa perusahaan mewajibkan para pelamar untuk melampirkan sertifikat TOEFL yang dimilikinya.

Terlepas dari pentingnya memiliki sertifikat TOEFL, ada hal lain terkait tes kemampuan bahasa Inggris tersebut yang perlu kamu ketahui. Hal ini berhubungan dengan jenis tes TOEFL yang akan kamu ikuti. Masing masing tes memiliki karakteristik yang berbeda dan nantinya juga digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Agar bisa memaksimalkan skor yang didapatkan demi memenuhi syarat melamar kerja, alangkah baiknya jika kamu mengetahui jenis-jenis tes TOEFL berikut ini.

1. PBT (Paper Based Test), adalah bentuk TOEFL yang paling konvensional. Sistem tesnya menggunakan lembaran kertas soal dan jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B

Masih manual via decodethetest.com

PBT merupakan salah satu jenis TOEFL yang menggunakan lembaran kertas berisi soal, petunjuk dan pilihan jawaban. Pengisiannya sendiri mengunakan pensil 2B, bukan bolpoin. Jenis PBT ini paling umum digunakan, termasuk di Indonesia. Materi yang digunakan pada PBT ini adalah seputar listening, structure dan reading.

2. Kalau CBT (Computer Based Test), adalah jenis tes TOEFL yang menggunakan komputer dalam pengerjaannya

Advertisement

Memerlukan komputer dan software untuk pengerjaannya via www.microsec.org

Pada CBT ini, kamu nggak perlu menggunakan kertas lagi seperti jenis PBT, melainkan mengerjakan langsung di komputer. Semua soal ditampilkan di layar menggunakan software interaktif. Materi yang diujikan adalah listening, structure, reading, dan writing.

3. Sesuai dengan namanya, IBT (Internet Based Test) menggunakan jaringan internet untuk mengakses dan mengerjakan tes TOEFL

Harus terhubung dengan internet via www.thoughtco.com

Tes ini adalah bentuk terbaru yang menggunakan komputer dan internet sebagai medianya dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebagai lembaga yang memegang lisensi TOEFL yang berkedudukan di Amerika Serikat. Karena diadakan langsung oleh ETS, maka tes ini sifatnya internasional. Inilah sebabnya TOEFL IBT lebih dikenal dengan Official TOEFL ETS, karena penyelenggaraannya dilakukan oleh ETS sendiri, atau disebut juga sebagai NGT (Next Generation Toefl) karena telah penyelenggaraannya berbasis internet.

  • Materi tes yang diujikan adalah reading, listening, writing, dan speaking. Materi structure nggak hilang, tapi melebur ke dalam 4 materi lainnya.
  • Soal yang diujikan pun nggak hanya independent test atau tes individual, tapi juga integrated test atau tes kombinasi.
  • Tes kombinasi berarti dalam satu soal ada lebih dari satu materi. Misalnya sebuah paragraf (reading) diikuti dengan penjelasan seseorang tentang paragraf tersebut (listening).
  • Lama waktu tes untuk bisa mengerjakan kesemuanya adalah 4 jam.
  • Karena diselenggarakan langsung oleh ETS, maka jadwal tesnya nggak bisa fleksibel. Biaya untuk satu kali tes juga cukup tinggi.
  • Sertifikatnya bersifat internasional, nggak hanya bisa digunakan di Indonesia saja melainkan juga bisa digunakan untuk apply beasiswa maupun melamar pekerjaan di luar negeri juga.

4. Di wilayah Asia sendiri menggunakan ITP (Institutional Testing Program) sehingga hanya bisa diselenggarakan di wilayah lokal saja

Diselenggarakan oleh institusi tertentu via embracingdiversity.us

TOEFL ITP merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh institusi tertentu. Meski begitu, penyelenggaraan ITP tetap mendapatkan support langsung dari ETS terkait soal TOEFL yang akan diujikan. ITP ini hanya bersifat institusional sehingga hanya bisa digunakan di beberapa negara atau wilayah lokal dan tidak berlaku di seluruh dunia.

  • Biasanya institusi penyelenggaranya terdiri dari universitas dan lembaga kursus bahasa Inggris.
  • Karena tes diselenggarakan secara lokal, maka sertifikat yang dikeluarkan juga hanya berlaku lokal, yang hanya bisa digunakan untuk apply studi atau beasiswa dan melamar pekerjaan di dalam negeri saja.
  • Materi yang diujikan adalah listening, structure and written expression dan reading.
  • Jadwal tes yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan jadwal tes TOEFL IBT. Biaya untuk satu kali tes juga lebih terjangkau.

Nah, itulah jenis-Jenis TOEFL yang perlu kamu ketahui sebelum mengikuti tesnya. Harapannya, nantinya kamu bisa lebih mempersiapkan diri, mengingat belajar TOEFL juga ada triknya untuk memperoleh skor yang disyaratkan oleh perusahaan incaranmu. Semoga berhasil, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya