Seiring dengan makin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, kini banyak bermunculan ragam bisnis dengan embel-embel ‘go green’. Apa pun, dari mulai makanan hingga tote bag kerap dilabeli dengan go green. Karena gaya hidup sehat dan peduli lingkungan sudah banyak diadopsi oleh anak muda masa kini. Gaya hidup sehat dan sadar lingkungan sudah menjadi sesuatu yang mainstream. Jadi, masuk akal untuk diterapkan di tengah masyarakat Indonesia. Karenanya pada kesempatan kali ini Hipwee mencoba merangkumkan ide bisnis yang tak hanya bisa dijadikan sebagai ladang pemasukan, tapi juga jadi salah satu cara untuk menyelematkan lingkungan.

1. Seiring dengan semakin sadarnya millennial kita dengan bahaya senyawa kimia untuk tubuh dan bumi kita, bisnis sayuran dan buah-buahan organik terbilang menjanjikan. Say no to pestisida!

Sekarang jadi tukang sayur nggak kalah gengsi lho via www.vemale.com

Kamu bisa menjadikan Melly Manuhutu sebagai role model dalam bisnis ini. Melly memilih untuk pensiun dari dunia hiburan dan menekuni bisnis di bidang sayuran organik. Melly sudah menekuni bisnis sayuran organik selama hampir 15 tahun. Sepak terjang Melly di bidang bisnis sayuran organik bisa kamu jadikan inspirasi untuk segera memulai langkah di bidang ini. Untuk menarik pelanggan, kamu bisa menjual sayur dan buah organik dengan harga yang lebih miring ketimbang di supermarket.

Sayuran organik sendiri identik dengan tidak adanya penggunaan pestisida dalam proses penanamannya. FYI nih, Guys, keorganikan sayuran dan buah-buahan ternyata ada ukurannya lho, dari A+, A, B, dan C. Misalnya tingkat A+ untuk sayuran dan buah yang ditanam di lahan organik alami seperti pinggir hutan atau di dalam hutan yang belum tersentuh pupuk dan pestisida kimia. Atau tingkat terendah, yakni C untuk sayur dan buah yang dibudidayakan di lahan yang semi organik, namun tetap sehat tanpa pestisida.

2. Menjual produk olahan organik juga bisa banget kamu lakoni. Seperti misalnya menjajakan home made selai organik yang sehat dan ogah bahan pengawet

Bumi Langit di Jogja, jualan sekalian ngajarin hidup berkesinambungan sama alam via eatymologist.com

Advertisement

Nah, untuk kamu yang masih ingin menjajal peruntungan menjadi pengusaha dan modalnya nggak terlalu banyak, mungkin bisa mencoba berjualan selai organik. Bahan baku selai ini adalah buah-buahan organik yang diproduksi secara home made. Agar menarik, kamu bisa mengemasnya dalam jar-jar yang dilabeli dengan cantik. Bisnis selain ini cukup menjanjikan karena orang membutuhkan teman untuk menyantap roti di pagi hari. Supaya lebih praktis dan minim modal, kamu bisa memasarkan selai organikmu via online. Salah satu contohnya di Bumi Langit, Jogja. Selain jualan selai dan produk-produk organik, di sana ada restoran, peternakan, dan kursus-kursus untuk mengajarkan cara hidup bercukupan hanya dari alam.

3. Bisnis penyewaan sepeda juga turut memberi sumbangsih dalam hal mengurangi polusi udara. Seperti yang diterapkan di kota Bandung ini

Bisnis penyewaan sepeda via ikhlasulamal.name

Ikatan Alumni ITB dan Bandung Creative City Forum (BCCF) bekerja sama dalam membangun tempat penyewaan sepeda di kota Bandung. Setidaknya ada 10 shelter penyewaan sepeda yang tersebar diantaranya di jalan Buah Batu dan Ir H. Juanda. Siapa saja boleh menyewa sepeda dengan dikenakan tarif Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per jam. Untuk menyewa sepeda ini kamu perlu menunjukkan kartu identitas, berupa KTP atau SIM. Bisnis penyewaan sepeda ini berkontribusi dalam hal mengurangi polusi. Seandainya saja penyewaan sepeda ini tersebar di seluruh nusantara, nggak menutup kemungkinan Indonesia jadi negara yang ramah lingkungan.

4. Kamu juga bisa mengikuti jejak Ibu Chusniati yang membantu warga sekitar tempat tinggalnya dengan Bank Sampah. Bagaimana sampah bisa diuangkan untuk memenuhi kebutuhan

Bisnis menguangkan sambil bersih-bersih lingkungan via rwhijau16.files.wordpress.com

Tentang Bank Sampah ini, Hipwee pernah membahasnya beberapa waktu lalu. Bank sampah adalah tempat untuk mengubah sampah menjadi uang. Jadi, sistemnya adalah warga yang menyetorkan sampah di Bank Sampah, nanti akan  mendapat uang sesuai dengan berat sampah tersebut (berdasarkan jenis sampahnya juga). Uang dari hasil penjualan sampah tersebut bisa ditabung dan diambil saat nanti dibutuhkan. Misalnya uang hasil menjual sampah tadi, bisa digunakan untuk membayar listrik dan membeli obat. Untuk membangun bisnis Bank Sampah ini yang kamu butuhkan selain tempat untuk menampung sampah adalah koordinasi dengan pengepul sampah dan warga sekitar untuk menyetorkan sampah mereka ke Bank Sampah punyamu.

5. Berkarya sembari mencintai lingkungan bukanlah hal yang mustahil. Kamu bisa menjual furnitur daur ulang yang punya nilai jual!

Drum yang biasanya teronggok jadi sarang nyamuk, disulap jadi sofa cantik via media.rooang.com

Daripada beberapa perabotan lama dan barang lainnya hanya dibiarkan menumpuk di gudang, baiknya dikreasikan ulang supaya punya nilai guna untuk dijual. Seperti misalnya drum yang sudah tak terpakai, bisa disulap menjadi sofa yang bercat warna-warni, hingga punya nilai jual yang lumayan. Atau peti kayu usang bisa kamu sertakan roda di bawahnya hingga menjadi coffe table yang kece. Bahkan mesin jahit lama bisa diubah menjadi meja tempat untuk menaruh pajangan. Bisnis furnitur daur ulang ini menuntutmu untuk pintar-pintar berkreasi, karenanya kamu bisa menggandeng teman yang lulusan desain produk atau desain interior, untuk bekerja sama.

6. Jual sabun non-deterjen juga bisnis yang ramah lingkungan. Sayangi lingkungan dengan mengurangi limbah deterjen

Bisnis sabun alami yang non-deterjen via balancethruherbs.blogspot.com

Untuk memulai bisnis ini kamu bisa menggandeng teman atau kenalanmu yang lulusan farmasi atau sudah resmi menjadi apoteker. Karena kamu butuh seseorang yang ahli dalam meracik sabun atau sampo non-deterjen yang ramah lingkungan. Bahannya bisa dari minyak alami atau susu kambing yang lagi ngetren. Apalagi masalah pemasaran yang sudah serba modern dan mudah diakses. Pasarkan saja sabun atau sampo home made-mu via media sosial. Kamu nggak perlu khawatir soal keuntungannya, karena biasanya produk sabun atau sampo yang non-deterjen punya nilai jual tinggi di pasaran. Label organik, ramah lingkungan, dan all natural itu lagi nge-hits banget deh. Asalkan pengemasanmu menarik, produkmu pasti dilirik.

7. Manfaatkan kain sisa untuk diolah menjadi tote bag yang cantik. Dengan membudayakan tote bag diharapkan orang lain akan mengurangi penggunaan plastik

Kain bekas yang mismatch ini pun bisa jadi tas cantik via www.makeit-loveit.com

Berkaitan dengan digalakannya kantong plastik berbayar, keberadaan tote bag begitu dibutuhkan. Entah untuk belanja di supermarket atau pasar tradisional. Tak hanya itu, anak kuliahan dan pekerja kantoran juga sangat membutuhkan barang satu ini untuk menenteng kertas dan buku-buku. Pastikan tote bag yang kamu jual berbahan dasar kain perca. Tujuannya bukan hanya untuk meminimalisir modal, tapi juga untuk memanfaatkan kain sisa yang terlalu sayang kalau dibuang ke tempat sampah.

Semoga ragam bisnis di atas, menginspirasimu untuk memulai membuka usaha yang ramah lingkungan. Jadi, tak semata untuk mencari uang, tapi juga untuk menyelamatkan lingkungan.