Bila mendengar kata investor, apa yang muncul di benakmu? Sekelompok orang tua yang sudah melalui masa bekerja, dan kini tinggal leha-leha menikmati hasil jerih payahnya sambil bersantai seperti di pantai? Sekelompok orang yang rambutnya sudah memutih semua, namun tetap berpakaian rapi dan elengan dengan jas dan pantofel mengilat? Rumus umumnya, investor memang orang yang sudah memasuki masa pensiun, dan sudah berlebihan uang, sehingga mubadzir bila tidak dimanfaatkan.

Namun karena zaman sudah semakin berubah, kini banyak pakem yang ikut berubah. Anak muda mulai tak mau kalah dengan generasi tua. Seperti kelima orang yang akan Hipwee bahas kali ini, sudah menjadi investor sejak usianya masih sangat muda. Hal ini membuktikan bahwa perkara umur tidak lagi menjadi masalah. Masih muda, tak selalu harus menjadi bawahan. Konon katanya, asalkan ada kemauan, pasti ada jalan.

1. Sering ranking 37 dari 38 siswa, kini Andika Sutoro Putra menjadi direktur utama dari Global Pacific International Holding Company. Di usianya yang masih 21

Andika Sutoro Putra via www.suara.com

Berani mencoba dan selalu belajar dari kesalahan, adalah prinsip dari pemuda kelahiran Singkawak, Kalimantan Barat ini. Andika Sutoro Putra tidak terlahir dari keluarga yang kaya raya. Semaca kecil, dia sering menduduki posisi buncit dikelas, sehingga orang tuanya yang jadi pegawai bengkel sering dipanggil ke sekolah.

Perjalanan bisnisnya dimulai dari menjual CD Suara Wallet di Singkawang secara online, yang ternyata berbuah untung ratusan juta. Meski waktu itu Andika masih SMA, tapi dia tidak tertarik menghambur-hamburkan penghasilannya. Sambil rajin mengikuti kelas-kelas yang ditawarkan motivator terkenal Tung Dasem Waringin, Andika mulai merintis bisnisnya di Singkawang dan Jakarta. Mulai dari garmen, kuliner, interior, hingga properti sudah dia coba.

Advertisement

Sementara sebagian besar dari kita mungkin sedang asyik-asyiknya menikmati masa maba, di usia 18 tahun, Andika berhasil mengembangkan dan mengelola 22 ruko di Singkawang yang total projectnya mencapai 30 M. Saat ini, sambil menjalani kuliah di Universitas Pelita Harapan, Andika menjadi direktur utama dari Global Pacific International Holding Company, yang bergerak di bidang investasi. Usianya baru 21 lho :))

2. Aryo Ariotedjo memulai bisnisnya saat masih duduk di bangku kuliah. Saat ini Ventura Capital miliknya menjadi yang paling aktif di Indonesia dan sudah diakui dunia

Aryo Ariotedjo via www.inponsel.co.id

Aryo yang kini berusia 27 tahun memulai bisnisnya sejak masih di bangku perguruan tinggi. Dirinya membentuk Grupara Energi. Kini dibawah nama Grupara Inc, Aryo menjadi salah salah satu investor yang paling aktif di bidang venture capital. Grupara Inc sendiri selain merupakan venture capital, juga merupakan inkubator untuk startup-startup yang sedang dalam masa perkembangan.

Berawal dari rasa idealismenya untuk mendukung inovasi bisnis di Indonesia yang dinilainya sangat rendah, Aryo dan tim Grupara Inc kini sudah mendanai sekitar 8 startup yang dua di antaranya di Amerika. Sebagian besar startup yang di-invest oleh Grupara Inc bergerak di bidang e-commerce, misalnya Maskool.in yang bergerak di bidang style untuk pria, dan Project Shoe, brand untuk sepatu cewek yang basisnya di Inggris. Project Shoe juga pernah meraih juara 2 di pasar TechCrunch, New York.

Bagi Aryo, usia muda bukanlah halangan untuk berkarir di bidang investasi. Aryo sempat menempuh pendidikan di New York untuk memperdalam ilmu di bidang ventura capital. Saat ini, nama Aryo sudah tercatat di dunia internasional sebagai gerakan investasi yang sangat diperhitungkan. Nah, kalau masa mudamu bagaimana guys?

3. Investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Andrian Wijaya memulai investasinya sejak kelas 2 SMA dengan modal 200.000 saja

Andrian bersama Anies Baswedan via indonesiapositif.com

Kata investasi, di pikiran orang awam seperti kita pasti identik dengan nominal yang tinggi. Jadi bagaimana karyawan yang gajinya pas-pasan dan engap menunggu gajian akhir bulan bisa mencoba dunia investasi? Tapi investasi tidak harus dimulai dengan nominal yang besar kok. Andrian Wijaya yang masih kelas 2 SMA ini sudah membuktikannya.

Awalnya, Andrian hanya mengikuri minat kakaknya yang memang menyukai pasar saham. Andrian mengawalinya dengan mengikuti olimpiade pasar modal. Ketika berhasil meraih juara dua nasional di kali kedua partisipasinya dalam ajang olimpiade itu, Andrian memakai hadiahnya sebagai modal awal. Sebelumnya, Andrian juga sudah mencoba dengan modal 200.000 yang dia tambah perlahan-lahan. Berbekal KTP kakaknya (karena belum punya KTP), Andrian memulai peruntungannya di pasar modal, dan menjadi investor sebuah pabrik tekstil.

Kini Andrian menjadi investor termuda di kota Jambi. Langkahnya ini ternyata mulai menginspirasi teman-temannya, yang juga jadi tertarik untuk menggeluti dunia investasi. Wah, kalau adik-adik yang masih remaja saja sudah keren banget, kita harusnya juga bisa kan? Seperti kata Andrian, investasi tidak harus besar. 100.000/bulan juga sudah bisa.

4. Tak hanya giat berinvestasi saham, Billy Budiman juga menciptakan WTA (Weighted Technical Analysis, sebuah metode analisis saham yang bisa menyelamatkan dari kebangkrutan

Billy Budiman via www.youtube.com

Ketika memulai langkahnya di bidang pasar modal, Billy masih berusia 10 tahun. Selain belajar sendiri secara autodidak dari saham-saham yang dimiliki Ayahnya, Billy juga belajar dari Pamannya yang kebetulan bekerja di kantor sekuritas. Dua bulan belajar, Billy memberanikan diri masuk pasar. Kala itu, mengandalkan feeling dan modal dari Ayahnya, Billy membuka rekening di Bursa Efek. Akibatnya? Selama 2 tahun Billy merugi sampai 93% dan sempat berpikir untuk berhenti. Namun kemudian dia belajar dari kesalahan. Bermain saham tidak hanya bisa memakai feeling. Billy yang masih kelas VI SD mulai membeli banyak buku mengenai pasar saham dan analisis teknis serta terus belajar dari pamannya.

Sebuah usaha yang berbuah manis, mulai tahun 2005, Billy berhasil memulihkan kerugian yang dideritanya. Portfolionya pun terus meningkat sampai dia duduk di bangku SMA. Di tahun 2008, ketika terjadi krisis, Billy berhasil menciptakan WTA (Weigthted Technical Analysis) yang berhasil menyelamatkannya dari anjloknya IHSG di bulan Oktober 2008. Kini selain sebagai investor, Billy terkenal sebagai pemain saham yang analisisnya sangat akurat. Tak heran bila setiap harinya rata-rata 10.000 orang berkunjung ke websitenya untuk melihat analisa terbaru Billy mengenai pasar modal.

5. Modal 48.000 USD pemberian orang tua, Brandon Fleisher menjadikannya 147.000 USD dalam waktu dua tahun. Usianya baru 17 tahun, tapi sahamnya sudah di mana-mana

Brandon Fleisher via nextshark.com

Menyimak kisah Brandon Fleisher, mau tak mau kita akan sedih ketika beberapa waktu yang lalu seorang menteri bertanya-tanya ‘Internet cepat buat apa?’. Remaja 17 tahun ini membuktikan bahwa internet bukan sekadar tempat bersenang-senang dengan media sosial, atapun tempat mencari barang-barang maksiat. Brandong mempergunakan internet untuk bermain saham, di usianya yang seharusnya dia masih asyik pacaran ataupun main futsal. Dengan modal uang 48.000 USD pemberian orang tuanya, Brandon berhasil menjadikannya 3x lipat dalam waktu 2 tahun. Dia memulai dengan membeli ribuan saham di perusahaan iklan-mobile, Inuvo.

Minat Brandon dalam dunia investasi memang sudah terlihat sejak dirinya baru 13 tahun. Dan uniknya, jiwa analisisnya sungguh luar biasa. Dengan uang sebanyak itu, bisa saja Brandon memilih saham di Starbucks ataupun Apple yang menjadi favorit semua investor? Ternyata Brandon punya gaya investasi sendiri. Dia memilih perusahaan kecil yang mudah diakses pengelolaannya oleh investor seperti Avalon Rare Metals. Hasilnya? Nilai saham Avalon meningkat drastis. Saat ini, Brandon memiliki 8 saham yang berbeda, salah satunya adalah di Time Warner, induk perusahaan CNN. Saat ini Brandon juga mengelola website The Financial Bulls, yang menyediakan informasi bermanfaat bagi investor pemula.

By the way, bila kamu mendapat uang 48.000 USD di usia 17 tahun, mau kamu buat apa?

Investasi adalah sebuah solusi yang tepat untuk kaum muda. Karena tingginya angka inflasi, menabung saja hanya bisa mengamankan uang, tetapi tidak bisa mengembangkannya. Investasi tidak harus dalam nilai besar kok. Bisa mencoba sedikit-sedikit sesuai kemampuan. Untuk kamu yang tak terlalu berani mengambil risiko, kamu bisa mencoba investasi yang relatif aman seperti reksadana ataupun investasi emas. Modalnya tak seberapa, dan meskipun mungkin untungnya belum seberapa, setidaknya lumayan untuk belajar. Namun dalam investasi, tentunya kita harus sadar betul bahwa keuntungan dan kerugian itu sangat dekat. Karena itu, kita perlu menjadi seperti Andika, Andrian, Aryo, Billy, ataupun Brandon, yang terus giat belajar dan selalu bangkit dari kesalahan.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!