Kuliah sambil bekerja adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Membagi kemampuan otak ke dua tugas besar bisa membuat seseorang kepayahan. Tap, tidak ada yang tidak mungkin jika kamu memang berniat melakukannya.

Kali ini Hipwee akan memberikan tips meraih keseimbangan hidup bagi kamu yang kuliah sambil bekerja. Di tengah tugas dan rutinitas pekerjaan yang menghimpit, kamu tetap berhak hidup nyaman dan bahagia ‘kan?

1. Maksimalkan Waktu yang Kamu Miliki

Jangan lakukan hal yang membuang waktu via www.nanyangchronicle.ntu.edu.sg

Daripada merasa 24 jam-mu tiap hari tidak cukup, ada baiknya kamu mulai mengubah sudut pandangmu soal waktu. Perhitungkan dengan rinci, berapa jam waktumu per hari yang habis untuk kewajiban kuliah. Hitung juga berapa jam yang kamu habiskan untuk bekerja. Selepas membuat perhitungan yang detil, lacak di mana waktumu sering habis terbuang percuma — kemudian lakukan sesuatu demi mengubahnya.

Ingat, setiap pekan sebenarnya kamu punya 168 jam penuh yang bisa kamu gunakan sebagai investasi guna tercapainya segala rencanamu. Hilangkan kebiasaan menunda pekerjaan, hilangkan kegemaranmu berlama-lama di media sosial. 168 jam bukanlah waktu yang sedikit, jika kamu benar-benar bisa memanfaatkannya dengan baik.

2. Cerdiklah Memilih Agenda Sosial yang Akan Kamu Datangi

Advertisement

Datangi acara kumpul-kumpul yang penting saja via www.nanyangchronicle.ntu.edu.sg

Walau kuliah sambil bekerja, wajar jika kamu tetap ingin merasakan kesenangan khas anak muda seperti teman-temanmu lainnya. Nah, tantangan bagi kamu yang kuliah sambil bekerja adalah bagaimana kamu bisa tetap bersenang-senang tanpa harus membuang waktumu yang berharga.

Jadilah selektif dalam memilih agenda sosial yang akan kamu datangi. Pilihlah acara kumpul-kumpul dengan teman di tempat yang paling kamu ingin kunjungi, cari agenda berkumpul yang didatangi banyak kawan (sehingga kamu bisa bertemu dengan mereka sekaligus), dan manfaatkan kesempatan bertemu itu sebaik mungkin untuk bertukar kabar.

Dengan cerdik memilih kegiatan bersosialisasi, kamu tidak harus kehilangan kesempatan bersenang-senang meski harus mulai bekerja di usia yang masih terbilang muda. Bahkan kelak, ketika kamu sudah dewasa dan mapan — kamu akan tersenyum mengingat betapa kamu telah berhasil memanfaatkan masa mudamu dengan baik.

3. Jangan Mengeluh Atas Pekerjaan yang Kamu Lakoni, Ia Pasti Berguna Untuk Masa Depanmu

Setiap pekerjaan akan berguna bagi masa depanmu via galleryhip.com

Kesibukan kerja dan tumpukan tugas kuliah memang kadang membuatmu senewen. Rasanya ingin deh teriak dan bilang kalau hidupmu begitu berat. Waktu untuk santai-santai nonton TV dan jalan sama teman-teman saja kamu tidak miliki. Dibandingkan dengan teman-teman lain yang seumuran, kamu memang punya tanggung jawab yang lebih besar.

Sebelum mengeluh dan merasa hidupmu paling merana, cobalah mengambil hikmah dari rutinitas kerja dan kuliah yang harus kamu lakoni. Ketika kamu mulai meniti karir di usia 20-an awal dan teman-temanmu baru mulai di usia 25, berarti kamu punya waktu 5 tahun lebih panjang untuk mempersiapkan diri mencapai kesuksesan. Seberat apapun pekerjaan yang kamu lakoni saat ini, pasti ada manfaatnya untuk masa depanmu nanti.

“Tidak peduli jenis pekerjaan apa yang kamu lakukan, setiap pekerjaan akan mengajarkanmu sesuatu. Sebelum jadi CEO start-up aku pernah jadi tukang angkut barang, kerja di restoran Meksiko, dan jadi tukang cuci piring. Percayalah, setiap pekerjaan memberikanku pengalaman berbeda yang berguna bagi apa yang aku lakoni hari ini.”

Mark Newman

4. Ciptakan Prioritas yang Tegas Sebagai Panduanmu Dalam Melangkah

Ciptakan daftar prioritas yang tegas via chinkayneedsabreak.tumblr.com

Buatlah daftar prioritas yang bisa menjadi panduan dalam perjalanan karir dan kuliahmu. Bagi daftar prioritas tersebut ke dalam bagan prioritas jangka pendek dan jangka panjang. Tuliskan apa saja yang harus kamu selesaikan lebih dulu dalam hidup di daftar prioritas jangka panjang, serta tugas apa yang perlu kamu dahulukan hari ini dalam dalam daftar prioritas jangka pendek.

Selanjutnya, konsistensi lah yang akan menentukan keberhasilanmu. Setiap kamu merasa ingin bersenang-senang dan melupakan pekerjaan, kamu bisa menengok ke daftar prioritas yang sudah ada di genggamanmu. Bagaimanapun, kamu itu bekerja demi bisa bayar uang kuliah. Kalau kamu keasyikan kerja dan ogah kuliah, daftar prioritas itu juga bisa jadi pengingat — bukankah kamu banting tulang begini juga untuk menyelesaikan pendidikanmu?

5. Bernegosiasilah Dengan Pimpinanmu Demi Mendapatkan Waktu yang Lebih Lentur

Negosiasikan kebutuhan waktumu dengan pimpinan via chronicle.augusta.com

Komunikasi yang baik dengan pimpinan di tempat kerjamu amat penting untuk dijaga. Dia perlu tahu bahwa kamu masih kuliah, sehingga membutuhkan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas akademik. Beritahukan dengan jujur dan terbuka, berapa banyak waktu yang kamu perlukan setiap minggunya untuk urusan kuliah. Negosiasikan waktu kerjamu dengan waktu kuliah yang wajib kamu datangi.

Negosiasi yang terbuka dan komunikasi yang baik bisa membuat semua pihak tidak merasa dirugikan. Pimpinanmu tahu betul bahwa anak buahnya masih perlu kuliah, sementara kamu pun lebih bisa menyadari tanggung jawabmu di 2 tempat yang sama-sama membutuhkan komitmen darimu.

6. Manfaatkan Pekerjaan yang Kamu Miliki Untuk Membangun Jejaring

Manfaatkan pengalaman kerja untuk membangun jejaring via www.nanyangchronicle.ntu.edu.sg

Kelebihan dari mereka yang kuliah sambil bekerja adalah akses ke jejaring profesional yang tidak dimiliki oleh mahasiswa kebanyakan. Dalam pekerjaan kamu akan bertemu dengan orang-orang ahli di bidangnya masing-masing, tidak jarang pekerjaan juga memungkinkanmu membangun hubungan personal dengan mereka.

Kesenpatan ini tidak dimiliki oleh semua orang, sehingga harus kamu manfaatkan sebaik mungkin. Simpan nomor orang-orang yang pernah memiliki hubungan profesional denganmu, bangun hubungan baik dengan mereka, jadilah orang yang supel dan luwes dalam bergaul. Kamu tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan bantuan mereka bagi pengembangan karirmu di masa depan.

7. Aplikasikan Pengalaman Kerja yang Sudah Kamu Dapat Dalam Berbagai Tugas Kuliah

Aplikasikan pengalaman kerja di tugas kuliah via rack.3.mshcdn.com

Walau tidak 100% berhubungan, pengalaman yang kamu dapatkan selama kerja bisa membantumu menciptakan performa yang lebih baik di kehidupan kampus. Semisal, kamu bekerja sebagai customer service di sebuah gerai pakaian — sebagai mahasiswa HI tentu pekerjaan itu tidak berhubungan langsung dengan apa yang kamu pelajari.

Tapi coba lihat lebih dalam lagi, bukankah pekerjaan sebagai kasir mengajarkanmu bagaimana cara menyapa pelanggan? Pekerjaan ini juga mengajarkan bagaimana bernegosiasi dengan pelanggan hingga mereka tertarik membeli barang yang ditawarkan. Kemampuan macam ini sesungguhnya sangat aplikatif dan bisa kamu manfaatkan di manapun.

Memanfaatkan pengalaman kerja yang sudah kamu kantungi dalam kegiatanmu sebagai mahasiswa akan membentukmu jadi mahasiswa yang handal. Saat teman-teman lain cuma bisa bicara teori, kamu sudah bisa bergaya karena pernah merasakan pengalaman langsung di lapangan.

8. Selalu Evaluasi Performamu Sebagai Karyawan dan Mahasiswa Di Setiap akhir Semester

Selalu evaluasi performamu via www.ntuchina.cn

Di akhir tiap semester, bawa kembali daftar prioritas yang sudah kamu ciptakan. Lakukan analisis terhadap kinerja yang sudah kamu lakukan selama ini. Apakah kamu sudah bisa menciptakan tingkat produktivitas yang seimbang antara kuliah dan pekerjaan? Apakah semua target yang kamu canangkan sudah tercapai?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur, kemudian lihat apa yang bisa kamu lakukan untuk mengubah keadaan. Gunakan kesempatan evaluasi ini sebagai momentum untuk menciptakan ritme kerja yang lebih baik lagi.

Jadi mahasiswa yang juga kuliah itu memang tidak mudah. Perlu kerja keras dan kemampuan membagi waktu yang ciamik agar hidupmu bisa seimbang. Semoga dengan 8 tips yang Hipwee berikan, hidupmu bisa lebih terasa ringan ya.

Semoga sukses dengan segala kewajibanmu!