Apakah kamu termasuk salah satu peminat jurusan Komunikasi? Atau kamu belum tahu ingin mengambil apa untuk kuliah S-1/S-2 nanti, dan penasaran apakah Komunikasi mungkin tepat untukmu? Sebentar dulu: sebenarnya, apa saja sih yang dipelajari di jurusan ini? Hmm… Apakah kamu sudah mengetahuinya?

Walaupun semakin lama jurusan Komunikasi semakin banyak peminatnya, pengetahuan tentang apa sebenarnya tujuan belajar Komunikasi hingga prospek lulusan Komunikasi belum dipunyai semua orang. Nah, maka dari itu, untuk membantumu, Hipwee kali ini akan mengulas seluk-beluk tentang berbagai hal yang harus kamu tahu sebelum memutuskan menghabiskan empat tahun hidupmu untuk kuliah di jurusan ini!

Di jurusan Komunikasi, yang dipelajari bukan hanya cara mengobrol dengan orang lain. Ribuan tahun hidup manusia telah menghasilkan komunikasi yang berlangsung dengan jutaan cara.

Setiap hari kita berkomunikasi via www.flickr.com

Ini adalah pertanyaan yang seringkali dilontarkan pada anak-anak komunikasi. Sebenarnya, pada awal memutuskan untuk belajar Ilmu Komunikasi, anak-anak Komunikasi juga nggak banyak yang benar-benar paham mengapa mereka harus mempelajari hal yang udah biasa dilakukan manusia sehari-hari. Setiap saat manusia mengobrol, menulis, dan bercerita. Sebagai makhluk sosial, semua orang bisa melakukannya. Kenapa harus susah-susah belajar lagi?

Memang benar, semua manusia bisa dan terbiasa berkomunikasi. Tapi, belum tentu semua dari mereka paham caranya, ‘kan? Komunikasi itu unik: dia bisa jadi penyebab sekaligus solusi dari sebuah konflik. Kalau memang benar komunikasi itu hal yang sepele, kenapa kita sering bertengkar dengan orang lain hanya karena miskomunikasi?

Advertisement

Kenapa sering terjadi miskomunkasi? via gentleandquiet.com

Dalam jurusan Ilmu Komunikasi, kamu akan belajar secara lebih dalam mengenai aspek-aspek komunikasi, baik secara teori dan praktik. Kita bisa juga bilang kalau Ilmu Komunikasi itu adalah gabungan antara ilmu dan seni dalam mengolah pesan.

Dengan belajar Ilmu Komunikasi, kamu akan belajar memahami apa saja yang terjadi selama komunikasi itu berlangsung. Misalnya: siapa saja yang terlibat, bagaimana prosesnya, melalui apa, mengapa itu bisa terjadi, serta apa saja akibat yang ditimbulkan. Nah, dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, diharapkan kamu bisa membuat pesan-pesan yang efektif — alias yang bisa dimaknai dan dipahami dengan baik oleh orang lain. Ketika kamu mampu memberi pesan yang efektif, kamu bisa mendapat umpan balik (feedback) yang baik.

Belajar berkomunikasi lebih efektif via youqueen.com

Di sini, kamu juga akan belajar mengenai bentuk-bentuk komunikasi, yaitu Komunikasi Intrapersonal, Interpersonal, Kelompok, dan Massa.

Banyak, bukan? Meskipun terlihat sederhana, proses komunikasi itu ternyata kompleks, itulah sebabnya komunikasi juga perlu untuk dipelajari.

Sosiologi, politik, hingga seni membuat iklan dan fotografi bisa kamu pelajari di sini. Inilah jurusan yang bisa membantumu menemukan dan merawat renjana.

Kamu akan belajar banyak mengenai fenomena komunikasi via fikom.unpad.ac.id

Dalam perkuliahan pada tahun pertama, kamu masih akan belajar mengenai ilmu-ilmu dasar sosial dan komunikasi. Mata kuliah yang diajarkan pun masih mata kuliah umum, seperti Pengantar Ilmu Komunikasi, Komunikasi Massa, Sosiologi Komunikasi, dan Psikologi Komunikasi.

Lalu pada semester ketiga perkuliahan, kamu bisa memilih jurusan atau konsentrasi sesuai dengan minatmu. Penjurusan atau minat konsentrasi ini berbeda-beda, tergantung universitasmu.

Pada jenjang S1, fakultas atau jurusan Ilmu Komunikasi pada umumnya punya tiga jurusan peminatan: Jurnalistik, Public Relations, dan Manajemen Komunikasi/Komunikasi Media. Namun, tidak semua universitas di Indonesia membuka jurusan Manajemen Komunikasi/Komunikasi Media. Kebanyakan hanya menyediakan jurusan peminatan Jurnalistik dan Public Relations saja. Jika kamu tertarik mengambil jurusan peminatan Manajemen Komunikasi/Komunikasi Media, kamu bisa mendaftar di Universitas Padjajaran (UNPAD) atau Universitas Indonesia (UI).

Praktikum yg dilakukan di Ilmu Komunikasi via jokosusilo2010.wordpress.com

Kamu nanti juga bakal digembleng dengan teori-teori komunikasi. Mungkin kamu nggak suka dengan hal-hal yang berbau teoretis. Tapi jangan salah dulu, teori-teori komunikasi itu seru loh! Belajar teori komunikasi akan membuatmu makin melek dengan realitas yang terjadi dalam keseharianmu. Teori-teori ini akan membuatmu semakin paham dengan perilaku-perilaku komunikasi yang terjadi dalam keseharianmu.

Jurusan Komunikasi terkenal dengan berbagai tugas yang seru! Dari bikin film sampai produksi siaran, kamu akan merasakan langsung senangnya bekerja di depan dan belakang layar.

Kamu nggak bakal cuma belajar teori. Kamu juga akan diberi kesempatan untuk mempraktikannya. Praktikum-praktikum yang diajarkan juga nggak kalah seru, lho! Lingkupnya pun luas, dari manajemen dan produksi televisi, radio, sampai media cetak.

Kamu jadi bisa tahu, bagaimana sih proses produksi siaran televisi itu? Kamu bakal belajar cara jadi kameramen, produser, floor director, tim kreatif, reporter, dan juga presenter atau news anchor. Itu baru proses produksi siaran televisi. Masih ada proses produksi penyiaran radio dan juga media-media lainnya.

Kamu bisa belajar menjadi seorang penyiar radio via www.unpad.ac.id

Ada juga mata kuliah Fotografi, dimana kamu akan belajar tentang teknik-teknik menghasilkan gambar yang gemilang. Skill fotografi ini bisa berguna untuk banyak hal, di antaranya saat kamu nanti bekerja sebagai wartawan. Kalau mau kerja di bidang periklanan, kemampuan fotografimu bisa berguna untuk memotret produk-produk periklanan.

Kamu juga bisa mengasah skill fotografi via birunews.wordpress.com

Tugas-tugas kuliahnya juga seru-seru loh, nggak melulu bikin paper atau makalah. Biasanya anak komunikasi itu dapet tugas buat bikin film pendek, video klip, iklan, dan bahkan event kampus yang bisa dibilang lumayan besar. Gimana, seru nggak tuh?

Jangan termakan dengan mitos bahwa Komunikasi adalah jurusan khusus mereka yang pintar nge-MC! Kamu yang introvert juga bisa berjaya di sini.

Kamu nggak harus jago ngomong. Yang penting kamu niat dan berminat! via czajonka26.pinger.pl

“Aku pengen kuliah jurusan Ilmu Komunikasi sih…tapi aku orangnya introvert.”

Apa kamu pernah berpikiran seperti itu? Banyak yang menganggap jika ingin kuliah Komunikasi itu syarat utamanya adalah cerewet dan jago ngomong. Padahal, itu salah besar! Yang penting bukan apa yang sekarang kamu punya; yang penting adalah niat dan minat yang tinggi buat mengembangkan diri dengan ilmu yang akan kamu dapat di jurusan ini.

Kalau kamu merasa dirimu nggak jago ngomong, justru dengan kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi kamu bisa belajar dan mengasah kemampuan berbicaramu. Dengan belajar tata cara berkomunikasi dan penggunaan media komunikasi, kamu yang dulunya pemalu dan nggak pinter ngomong bisa jadi seorang komunikator yang handal!

Selain itu, komunikasi ‘kan juga nggak hanya dilakukan lewat lisan. Kalau memang kamu pendiam, kamu bisa juga ‘kan memilih untuk mengembangkan diri lewat tulisan atau kerja di balik layar?

Kesempatan berkarir bagi anak Komunikasi itu terbuka lebar

Mengingat pesatnya perkembangan media di Indonesia, peluang berkarir bagi lulusan Komunikasi saat ini bisa dibilang terbuka lebar. Memang, lapangan kerja utama bagi anak-anak Komunikasi adalah media — baik media cetak, elektronik, maupun online.

Kamu bisa jadi news anchor seperti mereka via www.kaskus.co.id

Kalau kamu berminat kerja di TV, kamu bisa melamar hampir semua posisi pekerjaan yang ditawarkan media elektronik tersebut. Kamu bisa bekerja di departemen humas mereka, atau di divisi news sebagai reporter atau news anchor. Kalau kamu kebetulan mengambil jurusan Manajemen Komunikasi, kamu bisa melamar di bagian tim kreatif atau account executive mereka. Itu baru lapangan pekerjaan di industri televisi, lho. Belum lagi kalau kita mempertimbangkan keberadaan media lain seperti radio, koran, majalah, dan media online.

Kalau kamu nggak berminat bekerja di media, jangan khawatir juga. Hampir setiap instansi pemerintahan membutuhkan tenaga kerja dengan latar belakang Ilmu Komunikasi, khususnya Public Relations. Kamu juga bisa menjajal karir sebagai seorang copywriter atau fotografer. Banyak pilihannya, ‘kan?

Tapi, belajar Komunikasi itu juga nggak selalu asik terus. Namanya juga kuliah, pasti ada tanggung jawab yang harus kamu selesaikan.

Setelah membaca penjelasan-penjelasan di atas, kamu mungkin udah bisa membayangkan serunya jadi anak Komunikasi. Tapi kalau ada sukanya, pasti juga ada dukanya. Meskipun anak Komunikasi sering terlihat nyantai, pikiran dan lubuk hati mereka juga bisa ketar-ketir, lho.

Jangan pikir yang kuliahnya sulit itu cuma anak Kedokteran dan Teknik. Anak Komunikasi pun juga menghadapi berbagai tantangan. Di balik serunya bikin film, event organizing, atau menyusun produksi acara televisi, tugas-tugas itu sebenarnya juga berat.

Misalnya, kalau kamu diberi tugas memproduksi penyiaran televisi, kamu dan teman satu tim harus membuat konsep tentang stasiun televisi seperti apa yang ingin kalian luncurkan, program-program seperti apa yang akan kalian unggulkan, siapa saja calon audiens kalian, bagaimana stasiun tersebut bisa bertahan dalam persaingan pasar, dll. Kamu pun harus memikirkan bagaimana program-program itu dieksekusi, mulai dari tahap praproduksi hingga pascaproduksi. Itu belum ditambah dengan tugas-tugas dari mata kuliah lainnya, lho.

Kuliah dan bekerja di bidang media juga serius dan menantang via citizen.co.za

Hipwee nggak bermaksud menakut-nakuti. Hanya mengingatkan, dimanapun kamu menuntut ilmu, pasti ada suka-dukanya. Mau seberat apapun, kalau minat dan passion-mu memang di sini, kamu nggak akan pernah menyesali apa yang udah kamu pilih. Lagian, tugas-tugas seperti itulah yang membuat mental anak Komunikasi patut diacungi jempol. Ini juga yang membuat mereka siap bersaing di dunia kerja. Kalau bisa mengatasi semua tantangan itu, kamu bakal terus bangga bisa jadi anak Komunikasi! :p

Nah, itulah tadi sedikit penjelasan yang bisa Hipwee kasih buat kamu mengenai jurusan Ilmu Komunikasi. Ingat! Kalau kamu berminat masuk jurusan ini, jangan jadi ragu cuma karena kamu nggak “pinter ngomong”. Jangan juga jadi galau karena takut nggak dapat kerjaan setelah lulus. Semoga penjelasan Hipwee tadi bisa bermanfaat dan membantumu, ya! 🙂