Menulis merupakan ruang gak terbatas untuk menuangkan pikiran kita. Mulai dari sekadar status di sosial media, karya-karya puisi atau cerita pendek, bahkan sampai konten bertema serius di blog. Tanpa sadar, membaca dan menulis udah menjadi bagian yang gak terpisahkan dari keseharian kita.

Nah, beberapa dari kamu mungkin pengen lebih serius dalam menulis dan meningkatkan kemampuan menulis kamu, baik itu untuk sekadar mengisi postingan blog pribadi maupun yang emang profesional dan telah menelurkan buku.

Sebelumnya, Hipwee kasih tau dulu: jadi penulis hebat itu gak mudah.

Djenar, salah satu penulis ternama tanah air via www.lensaindonesia.com

Jadi penulis hebat sekelas Seno Gumira Ajidarma, Djenar Maesa Ayu, atau Dewi Lestari butuh kerja keras dan dedikasi, tapi semua itu sepadan dengan hasilnya. Gak ada penulis yang sempurna, tapi tiap penulis bisa menyempurnakan karyanya dengan menjadi penulis yang lebih baik lagi. Terlepas dari kamu penulis pemula atau profesional, simak dulu yuk beberapa tips untuk menjadi penulis yang baik!

1. Sering-sering baca karya penulis ternama

Sering-sering baca via www.lincopress.com

Advertisement

Sering-sering membaca karya sastra penulis-penulis yang lebih dulu tenar akan membuatmu lebih peka dalam menulis nantinya. Membaca juga bisa menjadi proses meniru karya-karya besar (dalam artian baik sih). Kalo kamu jarang membaca, kamu gak akan tau seperti apa tulisan yang bakal jadi hits atau bagaimana menuliskannya.

Sebagai penulis, membaca adalah awal yang baik untuk segalanya. Lewat ini, kamu akan tau gimana mekanisme penulisan yang baik, dan gaya seperti apa yang cocok buatmu. Membaca juga bisa membuahkan pandangan atau inspirasi baru untuk tulisanmu.

2. Banyak-banyak berlatih

Sering nulis via www.huffingtonpost.com

Ibarat pisau yang perlu diasah biar tetap tajam, kemampuan menulismu juga harus dilatih setiap hari agar kamu bisa menulis dengan semakin baik ke depannya. Menulislah sesering mungkin: di blog, buku harian, atau media sosial tentang kamu, pacarmu, pengalamanmu, atau apapun yang bisa kamu tuangkan menjadi tulisan. Makin sering kamu latihan, tulisanmu akan makin tajam, dan kamu juga akan bisa semakin lepas dalam mengekspresikan pikiranmu,

3. Selalu catat idemu

Tulis idemu dimanapun dan kapanpun via www.thepurpletouch.com

Ke manapun kamu pergi, selalu bawa sebuah buku catatan kecil bersamamu. Nah, setiap ada ide yang terlintas di kepalamu, langsung tuliskan aja. Jangan terbiasa nunggu nanti, karena ide-ide tersebut gampang menguap dari pikiranmu. Mereka bisa berupa ide cerita, artikel, dan karakter,

Tuliskan juga percakapan menarik yang kamu dengar, bait lagu atau puisi yang membuatmu tergugah, atau bisa juga detil visual dari tempat yang kamu lewati. Ketika kamu baca ulang catatan ini, mungkin aja ada bagian yang menginspirasi kamu atau justru bisa langsung dimasukkan ke cerita yang lagi kamu garap.

4. Ciptakan ritual menulis

Ritual menulis via extramoney.tips

Sisihkan waktu khusus dalam satu hari untuk menulis tanpa gangguan, dan jadikan kegiatan ini rutinitas kamu. Kamu bisa ambil waktu pagi, siang, atau tengah malam. Tapi pastikan kamu melakukannya setiap hari setidaknya setengah jam. Lama-lama, kamu akan punya konsentrasi dan kesabaran yang cukup untuk menulis selama beberapa jam per hari. Itu semua bakal membantu kamu jadi penulis yang lebih baik.

5. Tulis aja!

Tulis aja, biarkan mengalir. via itsawriterthing.tumblr.com

Waktu kertas atau layarmu kosong karena kamu gak tau mau nulis apa, jangan tergoda untuk melakukan hal yang akan memecah konsentrasimu — seperti ngecek Facebook atau rebus mie instan. Jangan. Tetaplah gerakkan jemarimu dan mulailah menulis apapun yang terlintas di kepalamu.

Ketika kamu udah memulai, proses yang berikutnya akan jadi lebih gampang. Biarkan aja segala ide mengalir, dan kerjakan tanpa berharap jadi sempurna. Semua bisa diperbaiki nanti. Yang penting, tetaplah berada di aliranmu. Kuncinya adalah memulai.

6. Hilangkan semua gangguan.

Bebaskan dirimu dari gangguan via www.butterbin.com

Menulis akan kurang berjalan dengan baik kalo ada banyak hal yang mengalihkan konsentrasimu, seperti suara-suara bising atau multitasking. Menulis perlu dilakukan dalam keadaan tenang dan bebas gangguan.

Matikan aplikasi pesan instan, e-mail, telepon genggam, TV, dan bereskan mejamu. Kunci pintu kamarmu: pastikan gak ada orang yang bisa menginterupsi kamu saat kamu sedang menulis.

7. Rencanakan apa yang mau kamu tulis, lalu tuangkan.

Kalo poin 5 di atas adalah buat memaksa kamu menulis dari kekosongan, merencanakan berarti kamu udah punya ide yang mau kamu tulis. Bakal bermanfaat kalo kamu udah punya sebelum kamu mulai duduk dan menulis. Kamu gak perlu bingung lagi cari-cari ide buat tulisanmu, karena proses brainstorming telah kamu lakukan lebih awal.

8. Bereksperimen

Bereksperimen dengan gaya dan kata-kata via www2.elc.polyu.edu.hk

Mengikuti jejak penulis-penulis besar bukan berarti meniru mereka sama persis. Cobalah hal-hal baru, ambil bagian kecil dari beragam penulis favoritmu dan bereksperimenlah dengan gaya menulismu sendiri. Kamu bisa mencoba atau bahkan menemukan kata-kata baru. Mencoba banyak hal akan membuatmu kaya, dan kamu akan menemukan mana yang cocok sama style-mu.

9. Revisi

Nah, ketika kamu udah berhasil menuangkan idemu ke dalam teks, bereksperimen, dan membiarkan semua mengalir keluar, kamu perlu kembali lagi ke belakang dan membaca ulang tulisan yang udah kamu buat.

Banyak penulis yang ogah melakukan revisi karena itu dianggap menyita waktu. Tapi kalo kamu mau jadi penulis yang baik, kamu harus sadar bahwa selalu ada yang harus diperbaiki dari draft pertamamu. Baca ulang semuanya, perbaiki paramasastra yang keliru, ejaan yang salah, maupun kalimat yang kurang pas dan membingungkan.

10. Bikin yang ringkas

Ringkas aja via sellyourstoryuk.com

Saat kamu merevisi tulisanmu, sunting ulang kalimat dan paragraf. Buang hal-hal yang gak penting dan pertahankan yang esensial. Kalimat yang sederhana tapi jelas lebih baik daripada kalimat yang bertele-tele.

11. Gunakan kalimat yang mengena

Kalimat sederhana yang mengena via presentsofmind.wordpress.com

Setelah kamu bisa membuat kalimat yang lebih ringkas dan esensial, fokuskan untuk bikin kalimat yang mengena pada pembaca, yang menimbulkan kesan kuat dan berkarakter. Gak harus tiap kalimat juga sih, karena kamu kan butuh variasi. Ini lebih gampang dilakukan pada saat merevisi tulisanmu, karena mungkin kamu belum mendapat idenya pada draf awal.

12. Dapatkan umpan balik

Dapatkan umpan balik via nakedpresenting.co.uk

Setelah kamu selesai dengan tulisanmu, temukan orang untuk membaca tulisanmu: kalo bisa sih penulis yang kamu anggap lebih berpengalaman atau seseorang yang sering membaca dan bisa ngasih kamu umpan balik yang jujur dan cerdas. Dengarkan mereka dan pahami dengan baik setiap kritikannya, karena itulah yang nantinya akan membuatmu berkembang lebih jauh.

13. Buat tulisanmu agar bisa dibaca khalayak luas.

Bawa karyamu ke khalayak luas via www.russellmoore.com

Kalo kamu udah punya karya, bikin biar karyamu bisa dibaca khalayak luas. Bisa kamu terbitkan sendiri jadi buku (kamu bisa nerbitin buku sendiri di situs semacam Nulisbuku), atau kamu posting di blog. Promosikan juga hasil publikasi karyamu lewat jejaring sosial biar makin banyak yang baca.

14. Berusaha lebih komunikatif

Lebih komunikatif via www.lifehack.org

Terdapat berbagai macam gaya menulis. Ada yang baku dan serius, ada juga yang santai dan seperti orang yang bercakap-cakap. Kamu harus komunikatif alias tahu apa yang bisa dimengerti dan diterima pembacamu. Terlepas dari itu, tetap perhatikan tata bahasa dan tanda baca. Gampang kok kalo kamu udah terbiasa.

15. Memberikan kesan yang kuat pada awal dan akhir tulisan

Awal dan akhir yang berkesan via writerwizardsenseiboy.wordpress.com

Penting dari sebuah tulisan untuk memiliki bagian awal yang bisa “mencuri” perhatian. Jika bagian awal tulisanmu gak mengena bagi pembaca, mereka akan malas baca bagian selanjutnya.

Jadi setelah kamu menyelesaikan draf awal, luangkan sedikit waktu untuk menyusun awal yang bagus. Buat mereka tertarik untuk terus membaca sampai selesai. Jangan lupa membuat akhir yang kreatif, biar pembaca menantikan tulisanmu yang selanjutnya.

Jadi seorang penulis itu memang gak bisa instan. Semua ada prosesnya, dan lewat proses inilah kamu berkembang menjadi penulis yang lebih baik. Yang penting, tetap produktif dan terus berkarya. Mudah-mudahan tipsnya bermanfaat buat kamu.