Jawa Timur gak cuma punya pesona alam dan pantai yang luar biasa, kekayaan budayanya juga menarik untuk digali. Siapa yang gak kenal dengan kesenian reog, misalnya? Nah, Kabupaten Ponorogo adalah ibu dari pementasan tari yang mendunia ini.

Sebelum membahas reog lebih jauh, Hipwee ingin mengajak kamu berkeliling menjelajahi berbagai pesona lain yang dimiliki oleh Ponorogo. Keelokan apa aja sih yang tersembunyi di balik Kota Reog ini? Yuk, kita gali satu per satu.

1. Saat bertandang ke Ponorogo, kunjungi Telaga Ngebel yang menjadi salah satu ikon pariwisata kota ini

Telaga Ngebel / Foto: Heri Setiawan via www.flickr.com

Telaga Ngebel adalah danau alami yang terletak di kaki Gunung Wilis. Berada pada ketinggian 734 mdpl, kamu akan dijamu dengan permukaan air berwarna biru dengan udara yang sejuk di antara perbukitan. Dari pusat kota Ponorogo, kamu bisa mencapai tempat ini dengan menempuh jarak sekitar 30 Km atau sekitar 45 menit ke arah Kecamatan Ngebel, bagian utara Kabupaten Ponorogo.

Pada tanggal 1 Suro, di telaga ini biasa diadakan tradisi larung sesaji oleh masyarakat setempat. Dalam acara larung sesaji ini ada dua jenis tumpeng raksasa yang akan dibawa ke depan publik. Pertama adalah tumpeng berisi beras merah, dan yang kedua adalah tumpeng berisi sayuran. Jika tumpeng berisi beras merah ini dihanyutkan ke telaga, tumpeng yang berisi sayuran akan diperebutkan oleh para warga. Kamu juga boleh lho ikut menyemarakkan acara “berebut berkah” ini.

Advertisement

Memilih untuk datang di hari-hari lainnya? Jangan kuatir kelaparan di tempat ini, karena sejumlah warung dengan menu andalan berupa ikan nila siap mengisi perutmu yang keroncongan.

2. Tak jauh dari Telaga Ngebel, ada air terjun Toyomerto yang tersembunyi

Air terjun Toyomerto via pusparani-pusparani.blogspot.com

Dari Telaga Ngebel, cobalah blusukan kurang lebih 5 km ke arah Desa Pupus. Ada air terjun bernama Toyomerto, yang diambil dari nama dusun tempat air terjun ini berada. Air terjun yang dikenal juga dengan nama Selorejo ini bertingkat dua; masing-masing tingkatan tingginya 25-30 meter yang dinamai Selorejo Atas dan Selorejo Bawah.

Jalur menuju ke tempat ini cukup ekstrem. Berkelok-kelok, menanjak, curam dengan tebing di kanan-kirinya. Tapi, kesulitanmu sepadan kok dengan pemandangan yang kamu dapatkan di air terjun ini. Selain destinasi yang masih alami, kamu juga bisa melihat hutan pohon pinus dan kebun kopi di dekat sini.

3. Panorama serba hijau di puncak Gunung Bedes akan membuat mata kamu rileks

Pemandangan dari Gunung Bedes via instagram.com

Kalau kamu terbiasa menatap layar komputer seharian kayak penulis Hipwee, ada baiknya kamu sesekali merehatkan matamu dengan memandang yang hijau-hijau. Nah, pemandangan dari Gunung Bedes Ponorogo pas banget bikin mata kamu rileks lagi, sekalian menyegarkan kembali pikiran yang suntuk karena kebanyakan bekerja.

Gunung Bedes adalah sebuah bukit setinggi 200 mdpl yang berada di perbatasan Ponorogo dan Trenggalek, tepatnya di Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko. Dinamakan Gunung Bedes karena tempat ini dihuni banyak bedes atau kera. Siapkan sepeda motor yang tangguh kalau ingin kemari, karena kamu harus melibas medan yang penuh tanjakan tajam.

4. Masih di Kecamatan Sooko, derasnya air terjun Pletuk yang membelah perbukitan bisa kamu abadikan dengan kameramu.

Air Terjun Pletuk via ponorogosekitarnya.blogspot.com

Gemuruh air yang jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter bisa kamu nikmati di Dusun Kranggan, Desa Jurug, Kecamatan Sooko, sekitar 30 km dari pusat kota. Air terjun bernama Pletuk ini mengalirkan air berwarna kecoklatan yang deras di saat musim penghujan. Berada di kawasan perbukitan yang tingginya sekitar 460 mdpl, kamu bisa menikmati panorama yang segar di sekeliling air terjun.

5. Berdiri dengan awan di bawah kaki juga bisa kamu lakukan di Ponorogo, tepatnya di Puncak Gunung Gajah

Samudera di atas awan dari Gunung Gajah, Sambit via instagram.com

Menjamahi puncak-puncak gunung memang sebuah adiksi. Pemandangan matahari terbit dengan awan di bawah kaki kita, ditambah siluet puncak gunung di kejauhan itu bikin deg-degan. Nah, kalau kamu menginginkan pemandangan serupa di Ponorogo, jelajahilah puncak Gunung Gajah.

Gunung Gajah terletak di Kecamatan Sambit dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl. Puncaknya tak terlalu sulit dicapai, bisa melalui jalan setapak yang cukup dilewati sepeda motor, meski medannya cukup menantang.

6. Kamu pun bisa bergaya ala Meteor Garden di bukit bintangnya Ponorogo: Puncak Pringgitan.

Puncak Bukit Pringgitan via www.travelmatekamu.com

Karena letaknya di tengah Jawa Timur, Ponorogo memang gak punya pantai. Tapi, sejumlah bukit dan gunung bakal bikin kamu terpesona dengan kota ini. Salah satunya, Bukit Pringgitan yang terletak di desa Caluk, kecamatan Slahung. Di sini, kamu bisa bergaya ala F4 di Meteor Garden, sambil memandangi city light kota Reog serta bintang-bintang yang bertaburuan. Jangan lupa siapkan jaket tebal untuk mengusir udara dingin.

7. Gagahnya perut bumi juga bisa kamu jelajahi. Untuk itu, masukilah Goa Lowo di Desa Sampung

Mulut Goa Lowo via omahponorogo.blogspot.com

Lowo artinya kelelawar. Dulunya, goa ini memang sarang kelelawar; dari situlah nama goa Lowo berasal. Kamu bisa menemukan goa yang terbentuk di cerukan bukit kapur ini di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Untuk sampai di mulut goa, kamu mesti menembus hutan jati yang minim petunjuk. jadi, hati-hati jangan sampai kebablasan.

Lowo-nya memang sudah lama pergi, tapi goa ini masih menarik untuk didatangi. Apalagi tempat ini diketahui sebagai Abris Sous Roche, yakni goa yang dijadikan tempat tinggal manusia purba zaman Mesolithikum. Sampai sekarang, bekas galian arkeologi masih bisa kamu temukan di goa ini.

8. Di tengah kota, ada juga taman rekreasi yang jadi destinasi wisata favorit keluarga bernama Taman Wisata Ngembag

Taman Wisata Ngembag

Cukup berjalan ke arah timur sejauh 3 Km dari pusat kota Ponorogo, kamu bisa menemukan Taman Wisata Ngembag. Tempat ini adalah taman kota yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan wahana bermain, seperti kolam renang, taman bermain, dan kebun binatang mini. Makanya, banyak pengunjung yang membawa serta anak istrinya kemari untuk sekadar refreshing.

9. Ke Ponorogo, tentu belum lengkap kalau belum menyaksikan kesenian Reog andalan kota ini

Reog Ponorogo via khabarjoss.wordpress.com

Ya, Reog adalah kesenian yang sudah menyatu dengan nadi Ponorogo. Kesenian ini selalu dipentaskan di berbagai kesempatan, baik itu pernikahan, khitanan, hari-hari besar nasional, sampai sejumlah festival tahunan yang diadakan pemerintah Kabupaten Ponorogo. Ada Festival Reog Nasional, Festival Reog Mini Nasional, serta Pertunjukan pada Bulan Purnama yang biasanya diselenggarakan di alun-alun kota.

Penari Reog terdiri dari Jathil, Warok, dan Barongan atau Dadak Merak. Topeng Dadak Merak yang berupa wajah singa dengan kipas bulu merak beratnya bisa mencapai 50 kilogram dan hanya ditahan oleh kepala dan rahang penarinya. Gak jarang, penonton juga diajak duduk di atas kepala sang Barongan. Wow!

10. Ingin tahu bagaimana topeng Dadak Merak dibuat? Sambangi sanggar perajin Reog di Desa Carat Sumoroto

Etalase perajin reog via www.flickr.com

kalau kamu ingin tahu lebih detil tentang kesenian Reog ini, sambangi aja langsung pengrajin yang membuat peralatan kesenian ini. Salah satunya adalah sanggar milik Pak Sarju yang terletak di Desa Carat Sumoroto, Kecamatan Kauman. Pak Sarju sudah menekuni pembuatan perlengkapan Reog selama lebih dari 40 tahun. Selain bisa melihat langsung proses pembuatannya, pastinya kamu juga bisa mendapat cerita menarik tentang kehidupan seniman reog.

11. Sebelum pulang, isi dulu perutmu dengan sate ayam khas Ponorogo yang dijajakan di Gang Sate — Kampung Sate Ayam di Ponorogo!

Sate ayam Ponorogo via sate-tukri-sobikun.blogspot.com

Sejumlah warung sate ayam khas Ponorogo berderet di sepanjang gang ini. Memang, Gang Sate ini adalah sebuah kampung yang menjadi pusatnya sate ayam Ponorogo. Dari sekian banyak warung sate di gang ini, warung sate milik Tukri Sobikun adalah yang paling terkenal. Konon, beliaulah yang menjadi perintis menjual sate di tempat ini, sehingga akhirnya gang ini menjadi terkenal.

Seporsi sate yang terdiri dari irisan lontong dan seepuluh tusuk sate ayam ini dihargai 16 ribu rupiah. Dengan bumbu yang kaya rempah, dijamin kamu bakal ketagihan makan di sini.

Itulah sebagian sisi menarik dari Kota Reog yang patut kamu jajal saat berkesempatan mengunjungi Ponorogo. Apakah kamu punya tempat wisata lainnya di Ponorogo yang jadi favorit kamu? Yuk, deh, bagiin aja di kolom komentar.